Sekjen DPD PKS Minta Ma’af, Akui Kesalahan

88
Sekjen DPD PKS Minta Ma'af, Akui Kesalahan

BUANAINDONESIA.CO.ID, MUSI BANYUASIN – Sekretaris umum DPD Partai Keadilan Sejahtrera (PKS) Musheni Spdi, meminta maaf kepada PDI Perjuangan terkait dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian melalui media sosial beberapa waktu lalu. Alhasil, Musheni di laporkan ke Polres Musi Banyuasin oleh pihak DPC PDI-P Muba, (7/8/17). 

Musheni menuliskan permohonan maafnya secara tertulis bertandatangan di atas meterai Rp 6.000. “Permohonan maaf kepada struktur DPD PKS Musi Banyuasin atas peristiwa Re-Twee terhadap PDIP sehingga telah merepotkan atau merugikan struktur PKS Musi Banyuasin, serta Re-Tweet yang telah merugikan pihak PDIP murni posting pribadi bukan atas nama struktur PKS Muba, meminta maaf kepada kader PDIP Musi Banyuasin dan bersedia tidak mengulangi kembali perbuatan tersebut dan mengharapkan adanya forum mediasi terhadap pengurus PDIP Musi Banyuasin,” demikian kutipan surat dan pernyataan Musheni dalam keterangan tertulis, (7/8/17)

Sementara, ketua DPD PKS Muba Amir Arifuddin SHI didampingi Iwan Aldes MSi anggota DPRD Muba. partai PKS, Abrar kaderisasi DPD, ferry setiawan bendahara umum DPD PKS sangat menyayangkan dan menyesalkan terkait postingan tersebut, “Apa yang dilakukan oleh pak Muzein itu adalah pribadi dan tidak melibatkan partai. Ini sebagai pembelajaran bagi kader kami,” jelasnya.

Meski demikian dirinya mengatakan, terlapor merupakan bagian dari kepengurusan DPD PKS Muba, oleh karena itu dirinya tetap berupaya melakukan mediasi. Selaku ketua DPD PKS Muba, Amir meminta maaf dan menginginkan partai mitra koalisinya yakni PDI-Perjuangan membuka pintu maaf.

Senada dikatakan Iwan Aldes, dirinya menginginkan penyelesaian permasalahan ini secara kekeluargaan, dengan melakukan komunikasi. “Jujur kami sudah klarifikasi kepada yang bersangkutan, atas nama pribadi dan selaku sekjen PKS beliau minta maaf atas kesalahannya,” jelas Iwan.

Terpisah, Ketua DPC PDI kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Yakup Supriyanto didampingi Wakabid Politik, Hukum dan Keamanan Hermanto mengatakan, dirinya mendapat desakan dari kader PDI-P untuk menuntaskan permasalahan tersebut, namun selaku pimpinan partai dirinya tetap berupaya meredam gejolak yang timbul akibat re-tweet tersebut. Secara pribadi dirinya telah memaafkan, namun secara institusi keputusan ini akan dimusyawarahkan secara bersama.

“Permasalahan ini sudah di ranah hukum, kita hormati saja proses yang sudah berjalan. Saya pribadi sangat menyesalkan apa yang dikatakan saudara Musheni, ini juga sebagai pembelajaran bagi kita semua untuk saling menghargai,” bebernya.

Bagaimana Menurut Anda?