Semester Pertama PTBA Terima Laba 1,72 Triliun

48

BUANAINDONESIA.CO.ID, MUARA ENIM – Direktur Utama PT Bukit Asam (Persero) Tbk, Arviyan Arivin melalui Sekretaris Perusahaan (Sekper), Adib Ubaidillah menyampaikan laporan pencapaian perusahaan.

Dikatakan Adib, PTBA berhasil mencatatkan laba bersih pada Semester satu 2017 sebesar Rp 1,72 Triliun atau naik sebesar Rp 1,01 Triliun. Kemudian jika dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 711,8 Miliar.

“Alhamdulillah, semester satu ini kita berhasil membekukan laba sebesar Rp 1,72 Triliun atau naik sebesar Rp 1,01 Triliun,” tutur Adib saat jumpa pers dan silaturahmi dengan awak media di Kabupaten Muara Enim, bertempat di Rumah Makan Saung Eva Muara Enim, Rabu (04/10/2017).

Selanjutnya, sepanjang Januari hingga Juni 2017, PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp8,97 Triliun atau naik 32,7% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Sehingga perolehan Net Profit Margin PTBA sebesar 19,2%, Gross Profit Margin sebesar 37,3%, dan Operating Profit Margin sebesar 26,6%.

Sementara itu, volume produksi PTBA sepanjang Semester I 2017, sambung Adib, juga mengalami kenaikan menjadi 11,36 juta ton atau meningkat 13,4% dari periode yang sama tahun 2016 sebesar 10,02 juta ton. Dari volume penjualan tersebut, volume penjualan ekspor sebanyak 4,16 juta ton atau naik 11,4% dan volume penjualan domestik sebesar 7,20 juta ton, naik 14,6%. Peningkatan penjualan ini karena meningkatnya permintaan atas batu bara Bukitasam-48 dan Bukitasam-50 dari pasar ekspor dan domestik.

“Dari sisi capaian operasi pada volume 6 bulan pertama sebanyak 11,36 juta ton. Dibandingkan tahun lalu meningkat 13 persen. Target operasi tahun 2017 ini 23,17 Ton,” terangya.

Kemudian, lanjutnya, dari sisi volume produksi batu bara pada Semester I 2017 tercapai 9,43 juta ton atau 123,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7,65 juta ton. Dari sisi angkutan batu bara, juga mengalami peningkatan volume batubara yang diangkut menuju Tarahan dan Kertapati. Pada Semester I Tahun 2017, volume angkutan batu bara dengan kereta api mencapai 10,2 juta ton atau naik 20,6% dibandingkan volume angkut pada periode sama di tahun 2016 sebesar 8,5 juta ton.

Target 2017 dengan pencapaian pada Semester I Tahun 2017, dan untuk memenuhi target produksi Batubara PTBA tahun 2017 sebesar 21,92 Juta Ton, PTBA telah menandatangani kontrak dengan PT Kereta Api Indonesia untuk mengangkut batu bara dari Tanjung Enim sebesar 20,48 juta ton pada 2017 ini, masing-masing 17,24 juta ton menuju Pelabuhan Tarahan dan 3,2 juta ton menuju Dermaga Kertapati.

Adib menambahkan, PTBA juga menargetkan peningkatan penjualan tahun 2017 ini menjadi sebesar 23,17 juta ton, dengan komposisi 15 juta ton untuk memenuhi kebutuhan domestik dan 8,17 juta ton untuk ekspor. Target penjualan domestik ini naik 22% atau 2,7 juta ton dibandingkan tahun lalu.

“Adanya PLTU 3×10 MW di Tanjung Enim dan PLTU 2×8 MW di Pelabuhan Tarahan milik sendiri yang dioperasikan untuk kebutuhan PTBA, merupakan langkah menekan biaya produksi dan optimalisasi peralatan penambangan dengan menggunakan listrik untuk mampu beroperasi penuh tanpa ketergantungan sumber tenaga listrik dari pihak ketiga,” pungkasnya. (Siswanto)

Bagaimana Menurut Anda?