Toshiba Pasok Turbin dan Generator Uap Ultra-Supercritical 1000 MW Di Megaproyek PLTU Cirebon 2

1.388 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA РToshiba Energy Systems & Solutions Corporation (ESS) hari ini mengumumkan bahwa pekerjaan konstruksi perluasan pembangkit listrik tenaga batubara Cirebon di Indonesia telah dimulai. Toshiba Corporation (Tokyo: 6501) dengan Mitsubishi Hitachi Power Systems, Ltd dan Hyundai Engineering & Construction Co,Ltd dan anggota konsorsium EPC (Teknik, Pengadaan dan Konstruksi ) memberikan kontrak ekspansi oleh PT. Cirebon Energi Prasarana (CEPR), pemilik dan operator pabrik. Toshiba akan menyediakan dan memasang turbin uap dan generator ultra-supercritical 1.000MW untuk pabrik, bersama dengan sistem kontrol tanaman dan peralatan lainnya.

Setelah pabrik mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2022, akan bersamaan dengan pembangkit listrik tenaga batubara Cirebon yang sudah beroperasi, memberikan kontribusi untuk memudahkan meningkatnya tekanan permintaan listrik berdasarkan perjanjian jual beli tenaga listrik jangka panjang yang dikontrak dengan PT. PLN (Persero), perusahaan listrik milik negara.

Kemajuan ekonomi dan permintaan yang terus meningkat melanda kapasitas pasokan listrik saat ini di Indonesia. Pemerintah Indonesia mempromosikan upaya untuk memenuhi permintaan sekarang dan masa depan, dan mengusulkan untuk membangun pasokan listrik tambahan 35GW.

“Toshiba memiliki track record untuk memasok peralatan pabrik termal ultra-super kritis di seluruh dunia. Saya sangat senang bisa sepenuhnya memulai pekerjaan EPC sekarang. Kami akan bekerja sama dengan anggota konsorsium untuk menggabungkan keahlian dan teknologi kami dan untuk membawa proyek perluasan Cirebon agar sukses besar.” kata Mr Takao Konishi, Direktur, Wakil Presiden Divisi Sistem & Pelayanan Thermal & Hydro di ESS.

“Proyek ini diposisikan sebagai salah satu proyek perluasan dan sumber daya utama di Indonesia. Toshiba terus memberikan solusi energi yang beragam dan teknologi mutakhir yang andal yang dapat berkontribusi terhadap stabilitas dan keamanan energi di Indonesia dan seluruh dunia.” Tambah Konishi