{"id":11211,"date":"2018-01-27T22:26:35","date_gmt":"2018-01-27T15:26:35","guid":{"rendered":"http:\/\/buanaindonesia.co.id\/aceh\/?p=11211"},"modified":"2018-01-27T22:26:35","modified_gmt":"2018-01-27T15:26:35","slug":"dari-pelestarian-penyu-menuju-destinasi-wisata-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/dari-pelestarian-penyu-menuju-destinasi-wisata-baru\/","title":{"rendered":"Dari Pelestarian Penyu Menuju Destinasi Wisata Baru"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">\u00a0<img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-11181 size-medium\" src=\"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/aceh\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2018\/01\/IMG_20180124_182305-300x91.jpg?resize=300%2C91\" alt=\"Khadafi\" width=\"300\" height=\"91\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2018\/01\/IMG_20180124_182305.jpg?resize=300%2C91&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2018\/01\/IMG_20180124_182305.jpg?w=768&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2018\/01\/IMG_20180124_182305.jpg?resize=696%2C211&amp;ssl=1 696w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><strong>BUANAINDONESIA.CO.ID, CALANG-Tim Konservasi Aron Meubanja, bersama Komunitas Mahasiswa Penggiat Wisata dan relawan masyarakat sekitar, kembali melepas 149 ekor tukik (anak penyu) di Pantai Pasie Aron Panga, Keude Panga, Kecamatan Panga, Jumat, 26 Januari 2018.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Sore ini, kita melepas 149 ekor tukik, dan diperkirakan hanya 5% dari jumlah tersebut yang selamat.&#8221; tutur Murniadi, Ketua Tim Konservasi Aron Meubanja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Selama ini,\u00a0 Dedi Penyu (sapaan akrab Murniadi)\u00a0 dan kawan-kawannya melakukan konservasi penyu dengan hasil swadaya. Pemerintah setempat sendiri telah memberikan bantuan berupa pembuatan pondok dan pagar batas tempat lokasi telur penyu di tanam. Tim ini sudah berdiri sejak tahun 2012, dan bekerjasama dengan Conservation Organization WWF (World Wide Fund For Nature).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Saat ini sudah lebih dari 10.000 ekor tukik yang ditetaskan dan dikembalikan ke habitatnya dengan menggunakan peralatan seadanya&#8221;. tambah dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Semenjak pertama berdiri, Konservasi Penyu Aron Meubanja hingga hari ini, mereka semua adalah relawan, tidak pernah menerima gaji serupiah pun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Keterbatasan personil juga menjadi permasalahan utama. Bila kita mau merekrut orang juga susah, karena statusnya hanya sebagai relawan.&#8221; lanjut dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dedi Penyu menceritakan, pelestarian hewan langka ini bermula dia bersama teman-temannya prihatin melihat habitat penyu yang mulai langka, disebabkan perburuan yang dilakukan oleh para pemburu telur penyu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Padahal dahulunya, wilayah ini termasuk tempat habitat penyu berkembang biak. Jenis hewan penyu yang dilestarikan di sini, berjenis lekang dan belimbing.&#8221; jelas Dedi Penyu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Lanjut Dedi Penyu, pihak Gampong juga saat ini sudah membuat Qanun Mukim, nomor 1 tahun 2016, tentang pelestarian penyu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Alhamdulilah saat ini 50 % masyarakat sudah mulai tumbuh rasa peduli dan menyadari bahwa penyu ini termasuk hewan langka dan dilindungi&#8221; lanjut dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Untuk lokasi kenservasi penyu, khususnya di Aceh Jaya, saat ini ada di tiga tempat berbeda. Di antaranya Keude Panga, Aluephiet dan Kuta Tuha. Konon Dedi Penyu pun akan membuka wilayah konservasi penyu baru di Kecamatan Krueng Sabee.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dengan adanya lokasi konservasi ini, bersama kawan-kawan dan penggiat lainnya, Dedi berharap, lokasi ini dapat menjadi Destinasi Wisata baru bagi masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Semoga ke depannya, pemerintah lebih memperhatikan lokasi ini, sehingga selain menjadi tempat wisata, juga sebagai pusat riset kehidupan hewan langka seperti penyu.&#8221; tutup Dedi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh Jaya, Ridwan, mengatakan pihaknya berterima kasih kepada kelompok masyarakat Aron Meubanja yang telah menumbuhkan kesadaran untuk melindungi satwa yang hampir punah ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Kita sangat berterimakasih kepada kelompok masyarakat ini. Dengan adanya kesadaran masyarakat setempat untuk melestarikan penyu yang dikatakan hampir punah, kita dapat menyelamatkan ribuan ekor tukik lainnya, dengan mengembalikan ke habitatnya kembali.&#8221; tutur Ridwan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dia berharap, pihak pemerintah baik dari provinsi maupun kabupaten, agar memberikan perhatian yang serius kepada kelompok masyarakat yang ikut melestarikan lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Khususnya, perlindungan satwa yang hampir punah, sehingga dengan adanya perhatian pemerintah, kegiatan tersebut bisa dilakukan secara berkelanjutan.&#8221; pungkas dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sementara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh, Ir. Teuku Diauddin, sangat mendukung konservasi penyu yang dilakukan oleh Tim Konservasi Aron Meubanja ini, apalagi mereka semua dari relawan suka rela, bekerja selama ini dengan hati yang tulus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Ini sangat penting. Selain menjaga ekosistem, juga dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat melalui parawisata, dan juga bisa dijadikan tempat praktik bagi mahasiswa.&#8221; tutup Ir. Teuku Diauddin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Editor: NA<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0BUANAINDONESIA.CO.ID, CALANG-Tim Konservasi Aron Meubanja, bersama Komunitas Mahasiswa Penggiat Wisata dan relawan masyarakat sekitar, kembali melepas 149 ekor tukik (anak penyu) di Pantai Pasie Aron Panga, Keude Panga, Kecamatan Panga, Jumat, 26 Januari 2018. &#8220;Sore ini, kita melepas 149 ekor tukik, dan diperkirakan hanya 5% dari jumlah tersebut yang selamat.&#8221; tutur Murniadi, Ketua Tim Konservasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":113,"featured_media":11214,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[248],"tags":[484,522,531,539,342,540],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2018\/01\/Destinasi-wisata-penyu.jpg?fit=1600%2C1008&ssl=1","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/aceh\/dari-pelestarian-penyu-menuju-destinasi-wisata-baru\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dari Pelestarian Penyu Menuju Destinasi Wisata Baru - berita62.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u00a0BUANAINDONESIA.CO.ID, CALANG-Tim Konservasi Aron Meubanja, bersama Komunitas Mahasiswa Penggiat Wisata dan relawan masyarakat sekitar, kembali melepas 149 ekor tukik (anak penyu) di Pantai Pasie Aron Panga, Keude Panga, Kecamatan Panga, Jumat, 26 Januari 2018. &#8220;Sore ini, kita melepas 149 ekor tukik, dan diperkirakan hanya 5% dari jumlah tersebut yang selamat.&#8221; tutur Murniadi, Ketua Tim Konservasi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/aceh\/dari-pelestarian-penyu-menuju-destinasi-wisata-baru\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"berita62.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-01-27T15:26:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2018\/01\/Destinasi-wisata-penyu.jpg?fit=1600%2C1008&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1008\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/\",\"name\":\"berita62.id\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/aceh\/dari-pelestarian-penyu-menuju-destinasi-wisata-baru\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2018\/01\/Destinasi-wisata-penyu.jpg?fit=1600%2C1008&ssl=1\",\"width\":1600,\"height\":1008,\"caption\":\"Destinasi Wisata Penyu\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/aceh\/dari-pelestarian-penyu-menuju-destinasi-wisata-baru\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/aceh\/dari-pelestarian-penyu-menuju-destinasi-wisata-baru\/\",\"name\":\"Dari Pelestarian Penyu Menuju Destinasi Wisata Baru - berita62.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/aceh\/dari-pelestarian-penyu-menuju-destinasi-wisata-baru\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2018-01-27T15:26:35+00:00\",\"dateModified\":\"2018-01-27T15:26:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/#\/schema\/person\/d1e0a18d31a04fd8e404451699fd208f\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/aceh\/dari-pelestarian-penyu-menuju-destinasi-wisata-baru\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/#\/schema\/person\/d1e0a18d31a04fd8e404451699fd208f\",\"name\":\"Kdf\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3e0a8b0ee3e3cb8803c8b19288b6d2d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kdf\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":12784,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/melalui-fkp-arie-muhardi-pinta-lindungi-penyu-berkeliaran-di-muara\/","url_meta":{"origin":11211,"position":0},"title":"Melalui FKP, Arie Muhardi Pinta Lindungi Penyu Berkeliaran Di Muara","date":"10 April 2019","format":false,"excerpt":"BERITA62.ID, ACEH SELATAN - Forum Konservasi Penyu (FKP) Aceh Selatan melakukan tagging dan observasi kesehatan\u00a0 penyu hijau di muara kota Tapaktuan, Selasa (9\/4\/2019). Sedikitnya 5 ekor penyu yang berkeliaran di muara atau kuala wangi, Gampong Pasar, Kecamatan Tapaktuan itu, ditangkap dengan menggunakan jaring oleh pengurus FKP Aceh Selatan. Selanjutnya, penyu\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;aceh Selatan&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2019\/04\/Penyu.jpg?fit=640%2C681&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":12359,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/polres-aceh-jaya-gelar-binlat-bagi-calon-taruna-polri-dan-bintara\/","url_meta":{"origin":11211,"position":1},"title":"Polres Aceh Jaya Gelar Binlat Bagi Calon Taruna Polri Dan Bintara","date":"15 Desember 2018","format":false,"excerpt":"BERITA62.ID, ACEH JAYA - Polres Aceh Jaya menggelar pelaksanaan Bimbingan dan Latihan (Binlat) dalam rangka rekrutmen anggota polri di halaman Polres Aceh Jaya, Desa Kulam Merisi, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, Jumat (14\/12\/2018). Kapolres Aceh Jaya, AKBP Eko Purwanto, melalui Kepala Bagian Sumber Daya (Kabag Sumda) AKP Yusuf Hariadi,\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Umum&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2018\/12\/tes.jpg?fit=640%2C385&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":10760,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/lahan-cetak-sawah-baru-pemerintah-dan-tni-tanam-padi-perdana-di-aceh-jaya\/","url_meta":{"origin":11211,"position":2},"title":"Lahan Cetak Sawah Baru, Pemerintah Dan TNI Tanam Padi Perdana Di Aceh Jaya","date":"22 November 2017","format":false,"excerpt":"BERITA62.ID - CALANG, Sekda Aceh Jaya, Mustafa, Mewakili Pemerintah Kabupaten bersama jajaran TNI serta sejumlah pejabat lainnya, melakukan penanaman padi perdana di lahan cetak sawah baru. Kasister Rem 012\/TU, Letnan Kolonel. Inf Adhe Hansen, dalam sambutan, program ini kata dia, merupakan kerja sama TNI Angkatan Darat dengan Kementerian Pertanian untuk\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Aceh Jaya&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2017\/11\/IMG-20171122-WA0004.jpg?fit=640%2C428&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":12725,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/pemkab-aceh-jaya-persiapkan-kedatangan-uas\/","url_meta":{"origin":11211,"position":3},"title":"Pemkab Aceh Jaya Persiapkan Kedatangan UAS","date":"2 April 2019","format":false,"excerpt":"BERITA62.ID, ACEH JAYA - Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, melaksanakan pertemuan bersama awak media yang bertugas di Kabupaten Aceh Jaya, beretempat di ruang konpres pemkab, lantai III, Kantor Bupati Aceh Jaya, Selasa (2\/4\/2019). Teuku Irfan TB, Bupati Aceh Jaya, yang didampingi, Sekda Mustafa, Kepala SKPK dan Kacab BPD Aceh Jaya mengatakan,\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Aceh Jaya&quot;","img":{"alt_text":"Bupati Aceh Jaya (tengah) Bersama Sekda Mustafa (Kanan) didampingi Kepala Satpol PP Aceh Jaya( Kiri kedua) dan Kadis Infokom (Kiri pertama) saat konpres di hadapan wartawan Aceh Jaya (Balai PWI Aceh Jaya).","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2019\/04\/aceh.jpg?fit=640%2C396&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":12825,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/dua-santri-pesantren-budi-lamno-terhempas-ombak-saat-memancing\/","url_meta":{"origin":11211,"position":4},"title":"Dua Santri Pesantren Budi Lamno terhempas Ombak Saat Memancing","date":"28 April 2019","format":false,"excerpt":"BERITA62.ID, ACEH JAYA - Muhammad Reza (25), Santri Pesantren Budi Lamno, Kabupaten Aceh Jaya, hilang terhempas ombak saat sedang memancing bersama temannya Razali (23), di batu karang belakang kuburan Photemerehom, Desa Gle Joeng, Kuala Daya, Kecamatan Jaya, Lamno, Sabtu petang, pukul 18.30 WIB. Menurut informasi yang dihimpun dari Ismail, Kabid\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Aceh Jaya&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2019\/04\/ilustrasi-mancing.jpg?fit=640%2C474&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":12372,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/terpilih-sebagai-ketua-umum-koni-aceh-jaya-periode-2019-2024-ini-kata-irfan-tb\/","url_meta":{"origin":11211,"position":5},"title":"Terpilih Sebagai Ketua Umum KONI Aceh Jaya Periode 2019 &#8211; 2024. Ini Kata Irfan TB","date":"19 Desember 2018","format":false,"excerpt":"BERITA62.ID, ACEH JAYA - Teuku Irfan TB, Secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) periode 2019-2024, dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) ke III, di Aula Setdakab Kantor Bupati Aceh Jaya, lantai III, Selasa, (18\/12\/18). Teuku Irfan TB, diusung oleh 21 Cabang Olahraga (CABOR) dari 24 Cabang\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Umum&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2018\/12\/aceh-2.jpg?fit=640%2C330&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11211"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/users\/113"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11211"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11211\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11215,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11211\/revisions\/11215"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11214"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11211"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11211"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11211"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}