{"id":12088,"date":"2018-10-04T16:52:28","date_gmt":"2018-10-04T09:52:28","guid":{"rendered":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/aceh\/?p=12088"},"modified":"2018-10-04T16:52:28","modified_gmt":"2018-10-04T09:52:28","slug":"diduga-ada-pungutan-dalam-pembuatan-sertifikat-di-program-prona","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/diduga-ada-pungutan-dalam-pembuatan-sertifikat-di-program-prona\/","title":{"rendered":"Diduga, Ada Pungutan dalam Pembuatan Sertifikat di Program Prona"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH JAYA &#8211; Ada dugaan pungutan dalam program nasional (Prona) subsisidi sertifikasi tanah gratis dari pemerintah. di Desa Kareung Ateuh, Kecamatan indra Jaya, Kabupaten Aceh Jaya.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Informasi yang dihimpun dari warga di lapangan, ada kutipan biaya itu terjadi pada saat pembuatan sertifikat dalam program prona tahun 2013\/2014. Dugaan Kutipan liar itu diminta setelah sertifikat tanah Prona selesai, sekitar tahun 2016. &#8220;dikutip oleh oknum geuchik Desa Meudang Ghon, inisial S&#8221;. kata Salah satu warga Desa Kareung Ateuh, kepada buanaindonesia.co.id rabu (03\/09\/18)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa warga masyarakat lainya menambahkan. Bahwa alasan yang diberikan oknum Geuchik S Bin D, perihal permintaan biaya pembuatan sertifikat Prona, dana yang dimaksud, untuk diberikan kepada aparatur desa setempat. Biaya yang dipatok, sambung warga ini, sebesar Rp.200.000, per &#8211; sertifikat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aton Bin Latif 43 tahun, salah satu warga Desa Karang Ateuh, kepada media ini, ia mengaku memiliki tanah di Desa Medhang Ghon, seluas 3 hektar, melakukan pengurusan sertifikat tanah Prona. Aton tidak mengetahui adanya biaya yang dipatok oleh oknum geuchik tersebut. Baik saat rapat maupun penyampaian lainnya. &#8220;Saat selesai sertifikat tanah tersebut, dia mengakui adanya permintaan uang sejumlah Rp.200.000,- per sertifikat. Sedangkan sertifikat yang diurusnya sebanyak 6 sertifikat, dengan nilai total sejumlah Rp. 1.600.000,- yang dipinta oleh oknum geuchik Medhang Ghon&#8221;, papar warga Desa Kareung Ateuh, tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut pengakuan dari beberapa warga Desa Kareung Ateuh, kepada buanaindonesia, kutipan itu, bukan hanya dialami Aton saja, ungkap warga. &#8220;Ada sejumlah 30 orang masyarakat lainnya yang diperkirakan menjadi korban dari pembuatan sertifikat Prona&#8221;. Tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal senada turut disampaikan Malawi, warga desa yang sama, dia juga mengakui adanya permintaan biaya sertifikat Prona yang dilakukan oleh oknum geuchik, setelah sertifikat tersebut selesai dibuat, tambah Malawi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara, Kasi Pemerintahan Kecamatan Indra Jaya, Hasbalah, kepada buanaindonesia, Rabu 3 Oktober 2018, saat dikonfirmasi menuturkan, hal tersebut bukan dipatokan, tetapi berdasarkan rapat yang dilakukan oleh Aparatur Gampong Medhang Ghon, hanya untuk uang &#8211; uang minum kopi, dan lelah dilapangan saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terkait adanya dugaan pungutan tersebut, Hasbalah menerangkan, tidak mengetahui pasti adanya pungutan biaya pembuatan sertifikat Prona yang dipatokan dengan jumlah dimaksud, &#8220;Bila itu dipatokan oleh geuchik, itu memang tidak diperbolehkan&#8221;, tegas Hasbalah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terpisah, Gechik Meudhang Gon, Inisial S, saat dihubungi buanaindonesia, Rabu (3\/10\/2018) menjelaskan, dana yang dipintanya tersebut tidak dipatok. Selain itu, nesaran dana tersebut sudah berdasarkan kesepakatan hasil rapat desa yang dilakukannya bersama aparatur Desa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Biaya tersebut, kata S Bin Daud, bukan hanya bagi warga Desa Kareung Ateuh saja, tetapi juga bagi masyarakat desa lainnya yang membuat sertifikat prona dan memiliki tanah berada di lokasi desanya, termasuk dirinya, turut membayar biaya tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alasannya, jelas dia, banyak warga yang belum memiliki sertifikat tanah, sehingga dengan adanya program tersebut, telah membantu masyarakat. &#8220;Bila membuat sertifikat dengan biaya pribadi, bisa menghabiskan uang Rp.4.000.000, untuk luas 3 hektar. Dan hal itu pernah dipertanyakannya langsung kepada dinas terkait.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Biaya pembuatan sertifikat Prona itu awalnya, menggunakan Dana Kas Desa Medhang Ghon, dengan niat membantu masyarakat, Dan itu dirapatkan di desa&#8221;. katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, biaya yang diminta tersebut, untuk mengembalikan kas desa yang sudah terpakai dikarenakan biaya administrasi, seperti, beli materai, map, kopi, makan dan lelah petugas gampong dan BPN sendiri,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami pun tidak menduga, ada pihak &#8211; pihak yang mempermasalahkan hal pembuatan sertifikat tanah Prona. Pasalnya, semua sudah disampaikan melalui rapat gampong yang dilakukan sebelum sertifikat dibuat&#8221;. Tegas Geuchik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, dia menilai, hal ini terjadi disebabkan permasalahan tapal batas desa yang belum kunjung selesai antara Desa Kareung Ateuh dan Desa Medhang Ghon, terangnya. &#8220;Sehingga ada oknum &#8211; oknum tersebut, yang dengan sengaja mencari &#8211; cari kesalahan dari dirinya sebagai Geuchik di Desa Medhang Ghon. Sedangkan pembuatan sertifikat Prona itu sudah sangat lama terjadi&#8221;, tutup Geuchik Meudang Ghon.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH JAYA &#8211; Ada dugaan pungutan dalam program nasional (Prona) subsisidi sertifikasi tanah gratis dari pemerintah. di Desa Kareung Ateuh, Kecamatan indra Jaya, Kabupaten Aceh Jaya. Informasi yang dihimpun dari warga di lapangan, ada kutipan biaya itu terjadi pada saat pembuatan sertifikat dalam program prona tahun 2013\/2014. Dugaan Kutipan liar itu diminta setelah sertifikat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":113,"featured_media":12090,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[248],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2018\/10\/Sertifikat.jpg?fit=640%2C443&ssl=1","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/aceh\/diduga-ada-pungutan-dalam-pembuatan-sertifikat-di-program-prona\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Diduga, Ada Pungutan dalam Pembuatan Sertifikat di Program Prona - berita62.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH JAYA &#8211; Ada dugaan pungutan dalam program nasional (Prona) subsisidi sertifikasi tanah gratis dari pemerintah. di Desa Kareung Ateuh, Kecamatan indra Jaya, Kabupaten Aceh Jaya. Informasi yang dihimpun dari warga di lapangan, ada kutipan biaya itu terjadi pada saat pembuatan sertifikat dalam program prona tahun 2013\/2014. Dugaan Kutipan liar itu diminta setelah sertifikat [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/aceh\/diduga-ada-pungutan-dalam-pembuatan-sertifikat-di-program-prona\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"berita62.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-10-04T09:52:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2018\/10\/Sertifikat.jpg?fit=640%2C443&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"443\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/\",\"name\":\"berita62.id\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/aceh\/diduga-ada-pungutan-dalam-pembuatan-sertifikat-di-program-prona\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2018\/10\/Sertifikat.jpg?fit=640%2C443&ssl=1\",\"width\":640,\"height\":443},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/aceh\/diduga-ada-pungutan-dalam-pembuatan-sertifikat-di-program-prona\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/aceh\/diduga-ada-pungutan-dalam-pembuatan-sertifikat-di-program-prona\/\",\"name\":\"Diduga, Ada Pungutan dalam Pembuatan Sertifikat di Program Prona - berita62.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/aceh\/diduga-ada-pungutan-dalam-pembuatan-sertifikat-di-program-prona\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2018-10-04T09:52:28+00:00\",\"dateModified\":\"2018-10-04T09:52:28+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/#\/schema\/person\/d1e0a18d31a04fd8e404451699fd208f\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/aceh\/diduga-ada-pungutan-dalam-pembuatan-sertifikat-di-program-prona\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/#\/schema\/person\/d1e0a18d31a04fd8e404451699fd208f\",\"name\":\"Kdf\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3e0a8b0ee3e3cb8803c8b19288b6d2d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kdf\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":12868,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/buka-puasa-polres-aceh-jaya-bersama-anak-yatim\/","url_meta":{"origin":12088,"position":0},"title":"Buka Puasa Polres Aceh Jaya Bersama Anak Yatim","date":"15 Mei 2019","format":false,"excerpt":"BERITA62.ID, ACEH JAYA - Keluarga besar Polres Aceh Jaya melaksanakan buka puasa bersama dengan anak yatim, Forkopimda, PWI Aceh Jaya, tokoh masyarakat, dan masyarakat setempat di Mapolres Aceh Jaya, Selasa (14\/5\/2019) petang. Kapolres Aceh Jaya, AKBP Eko Purwanto, melalui Kabag Sumda, Akp. Yusuf Hariadi, kepada buanaindonesi.co.id, menjelaskan, buka puasa bersama\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Aceh Jaya&quot;","img":{"alt_text":"Kapolres Aceh Jaya AKBP Eko Purwanto saat memberikan uang santunan kepada anak yatim","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2019\/05\/kapolres-1.jpg?fit=640%2C406&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":12816,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/pesta-demokrasi-berlangsung-aktifitas-masyarakat-sepi-di-meulaboh\/","url_meta":{"origin":12088,"position":1},"title":"Pesta Demokrasi Berlangsung, Aktifitas Masyarakat Sepi Di Meulaboh","date":"17 April 2019","format":false,"excerpt":"BERITA62.ID, ACEH BARAT - Ajang Pesta Demokrasi Rakyat yang di gelar hari ini, serentak di seluruh Indonesia, aktifitas masyarakat Kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, tampak sepi. Pengamatan buanaindonesia di beberapa titik ruas jalan dalam Kota Meulaboh, hilir mudik kendaraan yang lalu lalang tidak terpantau padat. Sebagian toko-toko tutup dan sepi\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Aceh Barat&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2019\/04\/aceh-5.jpg?fit=640%2C320&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":12359,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/polres-aceh-jaya-gelar-binlat-bagi-calon-taruna-polri-dan-bintara\/","url_meta":{"origin":12088,"position":2},"title":"Polres Aceh Jaya Gelar Binlat Bagi Calon Taruna Polri Dan Bintara","date":"15 Desember 2018","format":false,"excerpt":"BERITA62.ID, ACEH JAYA - Polres Aceh Jaya menggelar pelaksanaan Bimbingan dan Latihan (Binlat) dalam rangka rekrutmen anggota polri di halaman Polres Aceh Jaya, Desa Kulam Merisi, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, Jumat (14\/12\/2018). Kapolres Aceh Jaya, AKBP Eko Purwanto, melalui Kepala Bagian Sumber Daya (Kabag Sumda) AKP Yusuf Hariadi,\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Umum&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2018\/12\/tes.jpg?fit=640%2C385&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":12266,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wartawan-barat-selatan-gelar-aksi-solidaritas-korban-rekan-se-profesi\/","url_meta":{"origin":12088,"position":3},"title":"Wartawan Barat Selatan Gelar Aksi Solidaritas Korban Rekan se Profesi","date":"27 November 2018","format":false,"excerpt":"BERITA62.ID, NAGAN RAYA-Wartawan dari beberapa media menggelar aksi Solidaritas di Tugu Simpang Peut, Kecamatan Kuala, Nagan Raya, Selasa (27\/11\/2018). Aksi ini di gelar sebagai bentuk solidaritas terhadap korban kekerasan yang terjadi kepada wartawan. Dan berujung pembunuhan, yang dialami dua orang jurnalis beberapa pekan lalu. Kedua jurnalis itu, ialah Abdullah Fithri\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Umum&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2018\/11\/Aceh-5.jpg?fit=640%2C415&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":12725,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/pemkab-aceh-jaya-persiapkan-kedatangan-uas\/","url_meta":{"origin":12088,"position":4},"title":"Pemkab Aceh Jaya Persiapkan Kedatangan UAS","date":"2 April 2019","format":false,"excerpt":"BERITA62.ID, ACEH JAYA - Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, melaksanakan pertemuan bersama awak media yang bertugas di Kabupaten Aceh Jaya, beretempat di ruang konpres pemkab, lantai III, Kantor Bupati Aceh Jaya, Selasa (2\/4\/2019). Teuku Irfan TB, Bupati Aceh Jaya, yang didampingi, Sekda Mustafa, Kepala SKPK dan Kacab BPD Aceh Jaya mengatakan,\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Aceh Jaya&quot;","img":{"alt_text":"Bupati Aceh Jaya (tengah) Bersama Sekda Mustafa (Kanan) didampingi Kepala Satpol PP Aceh Jaya( Kiri kedua) dan Kadis Infokom (Kiri pertama) saat konpres di hadapan wartawan Aceh Jaya (Balai PWI Aceh Jaya).","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2019\/04\/aceh.jpg?fit=640%2C396&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":12825,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/dua-santri-pesantren-budi-lamno-terhempas-ombak-saat-memancing\/","url_meta":{"origin":12088,"position":5},"title":"Dua Santri Pesantren Budi Lamno terhempas Ombak Saat Memancing","date":"28 April 2019","format":false,"excerpt":"BERITA62.ID, ACEH JAYA - Muhammad Reza (25), Santri Pesantren Budi Lamno, Kabupaten Aceh Jaya, hilang terhempas ombak saat sedang memancing bersama temannya Razali (23), di batu karang belakang kuburan Photemerehom, Desa Gle Joeng, Kuala Daya, Kecamatan Jaya, Lamno, Sabtu petang, pukul 18.30 WIB. Menurut informasi yang dihimpun dari Ismail, Kabid\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Aceh Jaya&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2019\/04\/ilustrasi-mancing.jpg?fit=640%2C474&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12088"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/users\/113"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12088"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12088\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12089,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12088\/revisions\/12089"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12090"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12088"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12088"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12088"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}