{"id":1514,"date":"2016-10-19T09:14:46","date_gmt":"2016-10-19T02:14:46","guid":{"rendered":"http:\/\/buanaindonesia.com\/news\/aceh\/?p=1514"},"modified":"2016-10-19T09:28:03","modified_gmt":"2016-10-19T02:28:03","slug":"menyedihkan-tkw-aceh-curhat-pada-gubernur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/menyedihkan-tkw-aceh-curhat-pada-gubernur\/","title":{"rendered":"Menyedihkan, TKW Aceh Curhat Pada Gubernur"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><strong>BUANAACEH.COM, BANDA ACEH<\/strong> &#8211; Salah satu tenaga kerja wanita (TKW) asal Aceh terlihat duduk terpaku di depan Gubernur Aceh Zaini Abdullah. Wajahnya berkali-kali menoleh ke belakang. Terlihat jelas raut ketakutan tergambar di wajahnya. Wahyuni, perempuan asal Pante Raja, Kabupaten Pidie Jaya itu masih terlihat mengalami trauma berat. Bagaimana tidak, dirinya mengaku dibuang ke tengah jalan oleh majikannya di Malaysia.<\/p>\n<div dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">\n<p class=\"entry\" style=\"text-align: justify;\">\u201cIa ditemukan oleh polisi Diraja Malaysia dan dibawa ke KBRI di Kuala Lumpur,\u201d ungkap Suriati yang juga seorang TKW asal Aceh saat ditemui di Pendopo Gubernur Aceh, Selasa (18\/10\/2016).<\/p>\n<p class=\"entry\" style=\"text-align: justify;\">Hanya itu informasi yang diketahui soal Wahyuni. Selebihnya tidak ada yang mengetahui. Saat pertama kali menginjakkan kaki kembali ke bumi serambi mekkah, wanita ini lebih banyak menoleh ke belakang. Bahkan, saat berjalan ditemani oleh seorang perempuan yang mendampinginya, Wahyuni berkali-kali menengok ke belakang.<\/p>\n<p class=\"entry\" style=\"text-align: justify;\">Gubernur Zaini yang merasa prihatin meminta agar Wahyuni diperiksa kejiwaannya di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh. Setelah dinyatakan sehat dan normal kembali, dia baru dibawa pulang ke kampung halamannya.<\/p>\n<p class=\"entry\" style=\"text-align: justify;\">\u201cJangan takut lagi ya, ini sudah sampai ke Aceh sudah sampai kampung halaman,\u201d tutur pria yang akrab disapa Abu Doto itu penuh prihatin.<\/p>\n<p class=\"entry\" style=\"text-align: justify;\">Namun apa hendak dikata, tetap saja seperti itu tidak ada reaksi apapun yang diperlihatkan Wahyuni.<\/p>\n<p class=\"entry\" style=\"text-align: justify;\">Kepala Dinas Sosial Aceh Al-Hudri, mengatakan, sesuai dengan arahan Gubernur pihaknya akan segera membawa Wahyuni ke Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh. Jika kejiwaannya sudah stabil kembali, baru dibawa pulang ke kampung halamannya.<\/p>\n<p class=\"entry\" style=\"text-align: justify;\">\u201cKita pulihkan dulu pemikirannya. Setelah itu nanti kita hubungi keluarganya,\u201d ujar Al-Hudri.<\/p>\n<p class=\"entry\" style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya Wahyuni, Nasib yang tidak mengenakan juga dialami\u00a0Suriati, perempuan yang berasal Gampong Aree, Kecamatan Delima, Pidie. Meski tidak menerima kekerasan fisik, namun ia mendapat perlakuan tidak baik dari majikannya.<\/p>\n<p class=\"entry\" style=\"text-align: justify;\">Suriati mengakui selama 4,5 bulan bekerja sebagai pembantu rumah tangga, sering dimarahi. Gajinya pun tak kunjung dibayar. \u201cSaat pertama kerja saya dijanjikan digaji 600 ringgit Malaysia per bulan,\u201d ucap Suriati.<\/p>\n<p class=\"entry\" style=\"text-align: justify;\">Wanita ini mengatakan dirinya menerima pekerjaan sebagai pembantu karena tidak ada pilihan lain. Padahal, ia meminta pada agennya agar dicari pekerjaan di kilang. Ia sebetulnya tidak sanggup bekerja sebagai pembantu. Selama 4,5 bulan, Suriati harus bertahan di rumah seorang majikan di Selangor, Malaysia. Ia bekerja setiap hari, namun menyedihkan ia tidak menerima gaji sama sekali.<\/p>\n<p class=\"entry\" style=\"text-align: justify;\">\u201cSetelah saya minta-minta terus akhirnya dikasih 1000 ringgit pada bulan ke empat. Cuma itu sekali saya gajian,\u201dtuturnya dengan penuh kepiluan.<\/p>\n<p class=\"entry\" style=\"text-align: justify;\">Suriati mengaku dirinya tidak sanggup bertahan dengan keadaan tersebut. Lantas ia mencoba lari dari rumah majikannya dan hendak mencari pekerjaan lagi. Namun, malangnya saat dalam perjalanan, ia ditemukan adik majikannya. Suriati kembali dibawa pulang ke tempat semula.<\/p>\n<p class=\"entry\" style=\"text-align: justify;\">Perempuan yang merantau ke Malaysia sejak November 2015 itu kembali memutar otak untuk lari. Setelah beberapa hari pasca pelarian pertama, Suriati mencoba kabur lagi. Kali ini berhasil. Ia kemudian bekerja apa saja yang penting mendapatkan rezeki.\u201cSetelah saya lari itu, kemudian ada yang bilang kalau mau pulang kampung saya disuruh ke KBRI di Kuala Lumpur. Saya mengumpulkan uang dan kemudian naik mobil ke Kuala Lumpur,\u201d ungkap Suriati.<\/p>\n<p class=\"entry\" style=\"text-align: justify;\">Tiba di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), ia diterima dengan baik. Suriati kemudian ditampung di sana selama tiga minggu sebelum akhirnya dibawa pulang ke Aceh. Ia dijemput oleh Kepala Dinas Sosial Aceh, Al-Hudri. Selain itu, ternyata ada dua TKW lain yang dibawa pulang hari ini yaitu Mariani dan Wahyuni.<\/p>\n<p class=\"entry\" style=\"text-align: justify;\">Suriati mengaku, dirinya mengadu nasib ke Malaysia karena tergiur bayaran gaji di sana. Perempuan lulusan Sekolah Dasar (SD) ini berangkat menuju ke negeri tetangga dengan menggunakan paspor melancong.<\/p>\n<p class=\"entry\" style=\"text-align: justify;\">Ia ditemani seorang agen asal Aceh Utara. Saat awal-awal menginjak kaki di Malaysia, Suriati dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Ia bertahan selama dua minggu pada majikan pertama. Sebenarnya, tidak ada masalah selama bekerja di sana. Perlakuannya pun sangat manusiawi.\u201cTapi saya tidak suka kerja jadi pembantu. Makanya saya minta keluar dan cari pekerjaan lain,\u201d jelas Suriati.<\/p>\n<p class=\"entry\" style=\"text-align: justify;\">Namun, setelah keluar dari majikan pertama itulah, nasib tidak baik dialami Suriati. Nasib hampir sama dialami Mariani. Selama dua bulan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sana, ia kerap dicaci maki. Gajinya pun tidak pernah dibayar. \u201cSaya pergi ke Malaysia pakai paspor melancong juga. Di sana sebagai pembantu rumah tangga,\u201d kata perempuan asal Bireuen.<\/p>\n<p class=\"entry\" style=\"text-align: justify;\">Ketiga perempuan tersebut hari ini tiba kembali di tanah kelahirannya. Mereka mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintangsiang tadi, Selasa(18\/10\/2016).<\/p>\n<p class=\"entry\" style=\"text-align: justify;\">Sebelum dibawa pulang ke kampung halaman masing-masing, ketiganya bertemu dengan gubernur di Pendopo Gubernur. Abu Doto yang langsung menyambut para TKW itu di Tanah memberikan petuah dan untuk ketiganya.<\/p>\n<p class=\"entry\" style=\"text-align: justify;\">Menurut Kadinsos Aceh Al-Hudri, Pemerintah Aceh mendapat informasi tentang keberadaan para TKW ini beberapa waktu lalu. Setelah semua dokumen selesai diurus, baru hari ini mereka dapat dibawa pulang.\u201cKita dihubungi oleh KBRI Kuala Lumpur. Sebenarnya ada enam TKW di sana. Tapi karena baru tiga ini yang siap dokumennya, makanya baru tiga kita bawa pulang,\u201d kata Al-Hudri.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BUANAACEH.COM, BANDA ACEH &#8211; Salah satu tenaga kerja wanita (TKW) asal Aceh terlihat duduk terpaku di depan Gubernur Aceh Zaini Abdullah. Wajahnya berkali-kali menoleh ke belakang. Terlihat jelas raut ketakutan tergambar di wajahnya. Wahyuni, perempuan asal Pante Raja, Kabupaten Pidie Jaya itu masih terlihat mengalami trauma berat. Bagaimana tidak, dirinya mengaku dibuang ke tengah jalan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":78,"featured_media":1516,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[195],"tags":[198,92,227],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2016\/10\/TKW-Asal-Aceh-saat-Curhat-Pada-Gubernur.jpg?fit=640%2C320&ssl=1","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/aceh\/menyedihkan-tkw-aceh-curhat-pada-gubernur\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menyedihkan, TKW Aceh Curhat Pada Gubernur - berita62.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BUANAACEH.COM, BANDA ACEH &#8211; Salah satu tenaga kerja wanita (TKW) asal Aceh terlihat duduk terpaku di depan Gubernur Aceh Zaini Abdullah. Wajahnya berkali-kali menoleh ke belakang. Terlihat jelas raut ketakutan tergambar di wajahnya. Wahyuni, perempuan asal Pante Raja, Kabupaten Pidie Jaya itu masih terlihat mengalami trauma berat. Bagaimana tidak, dirinya mengaku dibuang ke tengah jalan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/aceh\/menyedihkan-tkw-aceh-curhat-pada-gubernur\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"berita62.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-10-19T02:14:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2016-10-19T02:28:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2016\/10\/TKW-Asal-Aceh-saat-Curhat-Pada-Gubernur.jpg?fit=640%2C320&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"320\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/\",\"name\":\"berita62.id\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/aceh\/menyedihkan-tkw-aceh-curhat-pada-gubernur\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2016\/10\/TKW-Asal-Aceh-saat-Curhat-Pada-Gubernur.jpg?fit=640%2C320&ssl=1\",\"width\":640,\"height\":320,\"caption\":\"TKW Aceh Saat Curhat Pada Gubernur\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/aceh\/menyedihkan-tkw-aceh-curhat-pada-gubernur\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/aceh\/menyedihkan-tkw-aceh-curhat-pada-gubernur\/\",\"name\":\"Menyedihkan, TKW Aceh Curhat Pada Gubernur - berita62.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/aceh\/menyedihkan-tkw-aceh-curhat-pada-gubernur\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2016-10-19T02:14:46+00:00\",\"dateModified\":\"2016-10-19T02:28:03+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/#\/schema\/person\/052885a997136dad6e882c8d5770892e\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/aceh\/menyedihkan-tkw-aceh-curhat-pada-gubernur\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/#\/schema\/person\/052885a997136dad6e882c8d5770892e\",\"name\":\"Hamdani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ab680063c8fba4b0140f55079159fd23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Hamdani\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":12838,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/polem-muda-ahmad-yani-tuduhan-kepada-plt-gubernur-aceh-sangat-disayangkan\/","url_meta":{"origin":1514,"position":0},"title":"Polem Muda Ahmad Yani: Tuduhan Kepada Plt Gubernur Aceh, Sangat Disayangkan","date":"2 Mei 2019","format":false,"excerpt":"BERITA62.ID, BANDA ACEH - DPP Forkab Aceh, sangat menyayangkan segala tuduhan Abu Alek, yang ditujukan kepada Plt Gubenur Aceh, Bapak Nova Iriansyah, \"Apa yang disampaikan Abu Alek tentang Plt Gubernur Aceh, abai dan ikut menelantarkan relawan Irwandi-Nova. Tidak lah benar. sebab, Plt Gubenur itu sangat welcome. serta menerima aspirasi dan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Banda Aceh&quot;","img":{"alt_text":"Ketua FORKAB Aceh Jaya","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2019\/05\/aceh.jpg?fit=640%2C428&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":12789,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/forkab-aceh-capres-01-jokowi-amin-harus-menang-di-aceh\/","url_meta":{"origin":1514,"position":1},"title":"FORKAB Aceh: Capres 01, Jokowi-Amin Harus Menang Di Aceh","date":"10 April 2019","format":false,"excerpt":"BERITA62.ID, ACEH JAYA -Ribuan masyarakat tampak hadir saat Forum Komunikasi Anak Bangsa (FORKAB) Aceh, menggelar kampanye kepada pasangan Calon Presiden RI 01, Jokowido-Ma'ruf Amin, bertempat di Aula bekas kampus Serambi, Desa Panton, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, Senin sore, (8\/4\/2019) Amatan buanaindonesia di lokasi kampanye, tampak dari ribuan masyarakat yang\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Aceh Jaya&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2019\/04\/aceh-3.jpg?fit=640%2C320&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":12825,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/dua-santri-pesantren-budi-lamno-terhempas-ombak-saat-memancing\/","url_meta":{"origin":1514,"position":2},"title":"Dua Santri Pesantren Budi Lamno terhempas Ombak Saat Memancing","date":"28 April 2019","format":false,"excerpt":"BERITA62.ID, ACEH JAYA - Muhammad Reza (25), Santri Pesantren Budi Lamno, Kabupaten Aceh Jaya, hilang terhempas ombak saat sedang memancing bersama temannya Razali (23), di batu karang belakang kuburan Photemerehom, Desa Gle Joeng, Kuala Daya, Kecamatan Jaya, Lamno, Sabtu petang, pukul 18.30 WIB. Menurut informasi yang dihimpun dari Ismail, Kabid\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Aceh Jaya&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2019\/04\/ilustrasi-mancing.jpg?fit=640%2C474&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":12725,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/pemkab-aceh-jaya-persiapkan-kedatangan-uas\/","url_meta":{"origin":1514,"position":3},"title":"Pemkab Aceh Jaya Persiapkan Kedatangan UAS","date":"2 April 2019","format":false,"excerpt":"BERITA62.ID, ACEH JAYA - Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, melaksanakan pertemuan bersama awak media yang bertugas di Kabupaten Aceh Jaya, beretempat di ruang konpres pemkab, lantai III, Kantor Bupati Aceh Jaya, Selasa (2\/4\/2019). Teuku Irfan TB, Bupati Aceh Jaya, yang didampingi, Sekda Mustafa, Kepala SKPK dan Kacab BPD Aceh Jaya mengatakan,\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Aceh Jaya&quot;","img":{"alt_text":"Bupati Aceh Jaya (tengah) Bersama Sekda Mustafa (Kanan) didampingi Kepala Satpol PP Aceh Jaya( Kiri kedua) dan Kadis Infokom (Kiri pertama) saat konpres di hadapan wartawan Aceh Jaya (Balai PWI Aceh Jaya).","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2019\/04\/aceh.jpg?fit=640%2C396&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":12868,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/buka-puasa-polres-aceh-jaya-bersama-anak-yatim\/","url_meta":{"origin":1514,"position":4},"title":"Buka Puasa Polres Aceh Jaya Bersama Anak Yatim","date":"15 Mei 2019","format":false,"excerpt":"BERITA62.ID, ACEH JAYA - Keluarga besar Polres Aceh Jaya melaksanakan buka puasa bersama dengan anak yatim, Forkopimda, PWI Aceh Jaya, tokoh masyarakat, dan masyarakat setempat di Mapolres Aceh Jaya, Selasa (14\/5\/2019) petang. Kapolres Aceh Jaya, AKBP Eko Purwanto, melalui Kabag Sumda, Akp. Yusuf Hariadi, kepada buanaindonesi.co.id, menjelaskan, buka puasa bersama\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Aceh Jaya&quot;","img":{"alt_text":"Kapolres Aceh Jaya AKBP Eko Purwanto saat memberikan uang santunan kepada anak yatim","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2019\/05\/kapolres-1.jpg?fit=640%2C406&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":12816,"url":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/pesta-demokrasi-berlangsung-aktifitas-masyarakat-sepi-di-meulaboh\/","url_meta":{"origin":1514,"position":5},"title":"Pesta Demokrasi Berlangsung, Aktifitas Masyarakat Sepi Di Meulaboh","date":"17 April 2019","format":false,"excerpt":"BERITA62.ID, ACEH BARAT - Ajang Pesta Demokrasi Rakyat yang di gelar hari ini, serentak di seluruh Indonesia, aktifitas masyarakat Kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, tampak sepi. Pengamatan buanaindonesia di beberapa titik ruas jalan dalam Kota Meulaboh, hilir mudik kendaraan yang lalu lalang tidak terpantau padat. Sebagian toko-toko tutup dan sepi\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Aceh Barat&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2019\/04\/aceh-5.jpg?fit=640%2C320&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1514"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/users\/78"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1514"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1514\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1519,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1514\/revisions\/1519"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1516"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1514"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1514"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/62\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1514"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}