Pertemu Ketua KPPA Ajay Dengan Masyarakat Pante Cermen Menuai kesan

4.990 dibaca

BUANAACEH.COM, ACEH JAYA – Tgk.Kamaruddin yang akrab disapa Tgk. Kama, sebagai jurkam calon bupati/wakil bupati Aceh Jaya tampil memukau pada acara kampanye tertutup yang digelar di halaman menasah gampong Pante Cermen, kecamatan Jaya, kabupaten Aceh Jaya.

Dalam sambutannya, Tgk.Kama, yang terkenal sebagai Singa Podium, membuat massa yang memadati lapangan menasah Pante Cermen, sempat terpukau. Sebagai jurkam handal dan mantan anggota DPRK Aceh Jaya priode pertama setelah Aceh Damai, pasca komplik senjata antara RI dan GAM.

“Partai Aceh adalah partai yang senantiasa memikirkan kesejahtetaan dan kemakmuran masyarakat,  bukanla h partai munafik. Partai Aceh telah membuktikan kinerja yang istimewa, mendapat penghargaan dari mentri Sosial Republik Indonesia atas program yang dicetus serta dijalankan bupati Aceh Jaya Ir.H.Azhar Abdurrahman dengan program Tunlansia (tunjangan lanjut usia- 70 tahun keatas).

Maka untuk menyelamatkan program2 unggulan maka diwajibkan memenangkan T.Irfan TB/Abu Yus sebagai calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1, dan Mualem/TA.Khalid sebagai gubernur Aceh yang bernomor urut 5.”,pangkas T.Kama.

Sebelum kedua kandidat untuk menyampaikan visi-misinya di depan massa pendukung, Busaini, sang penyanyi Aceh dengan lantunannya yang begitu memukau. Dengan suara yang merdu bak, membuat para penonton bagaikan tenggelam dan hanyut irama syair lagu. Apalagi tatkala Busaini mendendangkan sair lagu PERJUANGAN, seakan membuat air mata ingin berlinang akan kisah saat masih berada di hutan saat GAM dan RI dikala komflik dulu.

Giliran calon wakil bupati yang diusung partai Aceh dan Demokrat, Tgk. Yusri S yang akrab disapa Abu Yus memaparkan orasi politiknya dengan tema Mengenang Sejarah Aceh Saat Menjadi Modal Kala Indonesia Merdeka pada tahun 1945.

Aceh yang merupakan daerah modal bagi RI, telah ikhlas menyumbangkan dua pesawat terbang sebagai Kenderaan Dinas Soekarno/Hatta pada saat Indonesia baru merdeka, namun setelah segalanya Aceh berkorban untuk Republik Indonesia, Aceh tetap dianaktirikan oleh presiden Soekarno, dan ketika Aceh menuntut hak- haknya dari Negara, malah dijawab dengan letusan senjata oleh Jakarta.

Lanjut Abu Yus, maka meletuslah Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang dideclerasikan oleh Tgk.Hasan Muhammad Ditiro pada tanggal 4 Desember 1976 di desa Jiem-Jiem,Pidie, yang semata-mata karena Aceh menuntut hak-hak yang diterlantarkan oleh Jakarta, dan pada tanggal 15 Agustus 2005, terciptalah diplomasi politik ditingkat internasional yang difasilitasi Anis Martisari di Helsingky, Fitlandia.

Dua tokoh yang bertikai antara RI dan GAM menandatangani perjanjian damai dengan sebutan,Momerandum of Understanding (MoU) dengan poin-poin yang menyangkut keistimewaan Aceh, diantara sekian banyak poin, yang lebih menonjol adalah Aceh dibolehkan mendirikan partai politik lokal, maka dari itulah lahirlah Partai Aceh harus terus berjaya.” ungkap Abu Yus.

T.Irfan TB juga yang merupakan calon bupati juga ikut menyampaikan visi-misinya di depan masyarakat Pante Cermen yang kian khitmat mendengar orasi politik yang dipaparkan oleh politisi-politisi partai Aceh.

Bagaimana Menurut Anda?