Polres Aceh Selatan Gelar Apel Gabungan Pengamanan Pemilu Tahun 2019

5.005 dibaca
Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedy Sadsono didampingi Dandim 0107/ Asel, Letkol Inf R. Sulistiya Herlambang. HB memeriksa kesiapan Anggota untuk pengamanan pemilu serentak 2019 dihalaman Mako Polres Aceh Selatan, Jum'at (22/3/2019)
Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedy Sadsono didampingi Dandim 0107/ Asel, Letkol Inf R. Sulistiya Herlambang. HB memeriksa kesiapan Anggota untuk pengamanan pemilu serentak 2019 dihalaman Mako Polres Aceh Selatan, Jum'at (22/3/2019)

BUANAINDONESIA.CO.ID,   ACEH SELATAN- Pemilu serentak tahun 2019 merupakan peserta demokrasi Indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah karena dilaksanakan secara serentak yakni 5 (lima) jenis pemilihan dalam waktu yang bersamaan.

“Sukses atau tidaknya perhelatan demokrasi ini sangat tergantung kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Tidak saja anggota Partai Politik dan masyarakat yang dituntut untuk taat dan patuh pada berbagai ketentuan yang ada”, tutur Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedy Sadsono dalam memaparkan sambutan Menko Polhukam dihalaman Mako Polres Aceh Selatan, Jum’at (22/3/2019).

Kapolres Dedy Sadsono menambahkan, Pemilu serentak tahun 2019 merupakan kesempatan berharga bagi rakyat Indonesia untuk memilih calon anggota legislatif yang akan memperjuangkan aspirasi rakyat dan sekaligus sarana untuk memilih pemimpin nasional guna mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia.

Pada ajang ini, sambung Dedy, bukanlah untuk membenturkan satu pihak dengan pihak lain atau ajang konflik antara yang satu dengan yang lain. Namun sejatinya Pemilu serentak tahun 2019 memilih pemimpin dan bukan mengadu pemimpin, “momen ini harus menjadi ajang untuk kompetensi, program dan kapabilitas untuk mendapatkan kepercayaan rakyat yang akan memilih menjadi pemimpin nasional,” ucapnya.

Kita ketahui bersama, lanjutnya, bahwa terkait penyelenggaraan pemilu serentak tahun 2019 masih terdapat ancaman gangguan hambatan dan tantangan yang dimungkinkan akan menghambat kelancaran penyelenggaraan. Untuk itu Bawaslu dan Polri telah mengeluarkan indeks kerawanan pemilu yang merupakan pemetaan terhadap kerawanan – kerawanan yang diprediksi akan timbul dalam penyelenggaraan pemilu di setiap daerah.

Karnanya, Kapolres Dedy Sadsono mengajak seluruh stakeholders terkait untuk segera mengenali, menemukan dan menetralisir serta mengatasi hambatan – hambatan tersebut yang bertanggung jawab langsung terhadap pengamanan jalannya Pemilu serentak tahun 2019.

“Apabila menemukan adanya kerawanan dan hambatan tersebut harus dapat mengambil suatu tindakan tegas sesuai dengan prosedur tetap dan aturan hukum yang berlaku sehingga tidak ada toleransi sekecil apapun bagi pihak-pihak yang akan mengganggu jalannya Pemilu serentak tahun 2019,” jelas Kapolres Dedy Sadsono ST.

Di kesempatan itu juga Dandim 0107/ Asel, Letkol Inf R. Sulistiya Herlambang. HB meyampaikan sambutan Menkopolhukam, dalam pengamanan pemilu serentak tahun 2019 keterlibatan personil TNI/Polri sebanyak 453.133 orang didukung oleh alutsista sesuai dengan potensi kerawanan yang ada.

“Hal ini,  kita laksanakan semata-mata menunjukkan bahwa negara yang didukung oleh rasanya sangat serius dan bertanggung jawab agar demokrasi berjalan dengan baik tanpa ada hambatan yang berarti memilih Calon Legislatif dan pemimpin nasional yang berintegritas sebagai prajurit TNI/Polri”. Tambah Dandi

Kita menyadari bahwa tugas mengamankan penyelenggaraan pemilu serentak tahun 2019 adalah formatan dan kebanggaan, karena sama nilainya dengan menjaga keutuhan bangsa atau menjamin terwujudnya keamanan dan kehidupan masyarakat,” tutur Dandim.

Ia berharap seluruh prajurit TNI/Polri dan komponen masyarakat yang dilibatkan agar melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi dan rasa tanggung jawab karena bagi prajurit Bhayangkari Negara tugas adalah kehormatan yang tidak ternilai harganya.

Dalam melaksanakan pengawasan penyelenggaraan pemilu serentak tahun 2019 agar seluruh prajurit TNI/Polri yang terlibat mempedomani seluruh prosedur tetap yang berlaku sehingga tindakan-tindakan yang dilakukan senantiasa terukur sesuai aturan hukum yang berlaku.

Kemudian, sambung Dandim Sulistiya Herlambang, wujudkan sinergitas antara TNI/Polri dalam penyelenggaraan pemilu yang seluruh komponen masyarakat agar setiap permasalahan yang muncul di lapangan dapat dihadapi, dikoordinasikan dan dipecahkan bersama.

Tidak kalah pentingnya seluruh prajurit TNI/Polri harus mampu mendewasakan masyarakat dalam berdemokrasi, tidak mudah terprovokasi, berita hoax dan menimbulkan kerusakan,”

Bagaimana Menurut Anda?