Dari Pelestarian Penyu Menuju Destinasi Wisata Baru

9.247 dibaca
Destinasi Wisata Penyu

 KhadafiBUANAINDONESIA.CO.ID, CALANG-Tim Konservasi Aron Meubanja, bersama Komunitas Mahasiswa Penggiat Wisata dan relawan masyarakat sekitar, kembali melepas 149 ekor tukik (anak penyu) di Pantai Pasie Aron Panga, Keude Panga, Kecamatan Panga, Jumat, 26 Januari 2018.

“Sore ini, kita melepas 149 ekor tukik, dan diperkirakan hanya 5% dari jumlah tersebut yang selamat.” tutur Murniadi, Ketua Tim Konservasi Aron Meubanja.

Selama ini,  Dedi Penyu (sapaan akrab Murniadi)  dan kawan-kawannya melakukan konservasi penyu dengan hasil swadaya. Pemerintah setempat sendiri telah memberikan bantuan berupa pembuatan pondok dan pagar batas tempat lokasi telur penyu di tanam. Tim ini sudah berdiri sejak tahun 2012, dan bekerjasama dengan Conservation Organization WWF (World Wide Fund For Nature).

“Saat ini sudah lebih dari 10.000 ekor tukik yang ditetaskan dan dikembalikan ke habitatnya dengan menggunakan peralatan seadanya”. tambah dia.

Semenjak pertama berdiri, Konservasi Penyu Aron Meubanja hingga hari ini, mereka semua adalah relawan, tidak pernah menerima gaji serupiah pun.

“Keterbatasan personil juga menjadi permasalahan utama. Bila kita mau merekrut orang juga susah, karena statusnya hanya sebagai relawan.” lanjut dia.

Dedi Penyu menceritakan, pelestarian hewan langka ini bermula dia bersama teman-temannya prihatin melihat habitat penyu yang mulai langka, disebabkan perburuan yang dilakukan oleh para pemburu telur penyu.

“Padahal dahulunya, wilayah ini termasuk tempat habitat penyu berkembang biak. Jenis hewan penyu yang dilestarikan di sini, berjenis lekang dan belimbing.” jelas Dedi Penyu.

Lanjut Dedi Penyu, pihak Gampong juga saat ini sudah membuat Qanun Mukim, nomor 1 tahun 2016, tentang pelestarian penyu.

“Alhamdulilah saat ini 50 % masyarakat sudah mulai tumbuh rasa peduli dan menyadari bahwa penyu ini termasuk hewan langka dan dilindungi” lanjut dia.

Untuk lokasi kenservasi penyu, khususnya di Aceh Jaya, saat ini ada di tiga tempat berbeda. Di antaranya Keude Panga, Aluephiet dan Kuta Tuha. Konon Dedi Penyu pun akan membuka wilayah konservasi penyu baru di Kecamatan Krueng Sabee.

Dengan adanya lokasi konservasi ini, bersama kawan-kawan dan penggiat lainnya, Dedi berharap, lokasi ini dapat menjadi Destinasi Wisata baru bagi masyarakat.

“Semoga ke depannya, pemerintah lebih memperhatikan lokasi ini, sehingga selain menjadi tempat wisata, juga sebagai pusat riset kehidupan hewan langka seperti penyu.” tutup Dedi.

Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh Jaya, Ridwan, mengatakan pihaknya berterima kasih kepada kelompok masyarakat Aron Meubanja yang telah menumbuhkan kesadaran untuk melindungi satwa yang hampir punah ini.

“Kita sangat berterimakasih kepada kelompok masyarakat ini. Dengan adanya kesadaran masyarakat setempat untuk melestarikan penyu yang dikatakan hampir punah, kita dapat menyelamatkan ribuan ekor tukik lainnya, dengan mengembalikan ke habitatnya kembali.” tutur Ridwan.

Dia berharap, pihak pemerintah baik dari provinsi maupun kabupaten, agar memberikan perhatian yang serius kepada kelompok masyarakat yang ikut melestarikan lingkungan.

“Khususnya, perlindungan satwa yang hampir punah, sehingga dengan adanya perhatian pemerintah, kegiatan tersebut bisa dilakukan secara berkelanjutan.” pungkas dia.

Sementara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh, Ir. Teuku Diauddin, sangat mendukung konservasi penyu yang dilakukan oleh Tim Konservasi Aron Meubanja ini, apalagi mereka semua dari relawan suka rela, bekerja selama ini dengan hati yang tulus.

“Ini sangat penting. Selain menjaga ekosistem, juga dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat melalui parawisata, dan juga bisa dijadikan tempat praktik bagi mahasiswa.” tutup Ir. Teuku Diauddin.

Editor: NA

Bagaimana Menurut Anda?