Dekranas Aceh Kunjungi Desa Panton Teunom Aceh Jaya

5.236 dibaca
Bupati Aceh Jaya Teuku Irfan TB. didampingi Ketua Dekranasda Aceh Jaya saat bincang-bincang bersama Tim Penilai Dekranas Aceh
Bupati Aceh Jaya Teuku Irfan TB. didampingi Ketua Dekranasda Aceh Jaya saat bincang-bincang bersama Tim Penilai Dekranas Aceh

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH JAYA – Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Aceh, melakukan kunjungan dan penilaian di Desa Panton, KecamatanTenom, Kabupaten Aceh Jaya, sebagai desa kerajinan binaan Dewan Kerajinan Nasional Aceh Jaya, Minggu (04/11/18).

Kegiatan penilaian dilakukan Dekranas Aceh setiap satu tahun sekali, sebagai bentuk pembinaan dan penilaan terhadap hasil kerajinan yang dilakukan warga desa setempat.

Ketua tim penilaian, H. Asari Basyar, kepada media menuturkan, tim penilaian dari Dekranas Aceh ini akan melakukan penilaian terhadap produk yang sudah dihasilkan para perajin di daerah-daerah.

Pihaknya telah melakukan pembinaan terhadap perajin-perajin tersebut, kedepan, para perajin ini diharapkan dapat melahirkan inovasi – inovasi baru dalam menciptakan sebuah produk yang unggul, tandasnya.

Selain itu, ujar Asari, kami dari tim penilai sangat mengapresiasi terhadap perajin di Aceh Jaya, yang ada di Desa Panton ini. “Kami bangga melihat mereka mampu menciptakan produk-produk inovatif baru”, sebutnya.

Seperti Kasap, tambah Asari, yang menjadi produk spesial di Desa Panton Ini. Kasap sudah menjadi barang langka, dan sangat diminati oleh orang – orang luar. Banyak pesanan – pesanan kasap yang datang dari luar Aceh untuk memiliki kasap. Ini menjadi satu peluang bagi Aceh Jaya, untuk mengembangkan tradisi kasap.

Bahkan, Sambung dia, selama ini, untuk kemajuan – kemajuan hasil produksi perajin di Aceh Jaya sudah sangat baik. “Aceh Jaya, sudah mendapat predikat nomor dua, se Aceh. Dengan adanya hasil inovasi – inovasi dan produk baru yang dilakukan perajin di sini, menggambarkan Aceh Jaya sedang bangkit. Bangkitnya Aceh Jaya ini, menjadi harapan bagi kami di Provisi Aceh, bahwa disini nanti akan menjadi tempat berkembangnya produk – produk baru”. tandas Asari.

Ernani Wijaya, Ketua Dekranasda Kabupaten Aceh Jaya kepada awak media menambahkan, dari penglihatannya, di Desa Panton, terdapat perajin -perajin kasap yang sampai saat ini terus dikembangkan oleh warga, sehingga pada kegiatan itu pihaknya memilih Desa Panton, sebagai Desa binaan.

“Banyak hasil – hasil produksi yang dilakukan masyarakat di desa ini, seperti produk – produk inovatif yang dipamerkan saat ini, bukan hanya kasab dan makanan saja, ada beberapa produk lainnya, seperti, sabun muka, lilin aroma terapy, minyak wangi, yang semuanya berbahan racikan dari minyak nilam”. jelas Ernani.

Sementara, Bupati Aceh Jaya, Teuku Irfan TB mengatakan, saat ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, sedang mengupayakan hasil – hasil produk tradisional. Hasil kerajinan yang dibuat masyarakat ini, nantinya akan dijadikan prioritas di event pemerintahan, baik provinsi maupun kabupaten.

Saat ini banyak hasil – hasil kerajinan dengan inovasi dan produk – produk baru, sebut Irfan TB, kalau dulu hanya tenun, kain songket, bahan jadi yang dibuat menjadi tas, sekarang ada beberapa produk lainnya yang dipamerkan, berasal dari turunan minyak nilam.

Bupati menambahkan, pihaknya juga telah menyampaikan kepada Dekranasda dan seluruh SKPK, untuk memperioritaskan hasil – hasil kerajinan masyarakat, kata dia. Nantinya itu dapat kita berikan sebagai oleh – oleh bagi tamu yang berkunjung.

Bagaimana Menurut Anda?