Di Aceh Jaya: Puluhan Ribu Massa Sambut Ustadz Abdul Somad

7.233 dibaca
UAS saat memberi tausiah dslam acara isra Miraj di halaman Islamic Centre, Komplek Kantor Bupati Aceh Jaya, Rabu (3/4/2019) malam.
UAS saat memberi tausiah dslam acara isra Miraj di halaman Islamic Centre, Komplek Kantor Bupati Aceh Jaya, Rabu (3/4/2019) malam.

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH JAYA – Kunjungan Ustadz Abdul Somad, di Kabupaten Aceh Jaya, dalam rangka Tabligh Akbar menyambut Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan HUT Aceh Jaya ke-17, yang berlangsung di halaman Islamic Centre, Komplek Kantor Bupati Aceh Jaya, dalam pengawalan ektra ketat. Rabu (3/4/2019) malam.

Terlihat barisan aparat menggunakan seragam coklat membuat pagar betis setibanya UAS di lokasi bersama Bupati Aceh Jaya, Teuku Irfan TB, pukul 22.25 WIB. Dengan mengendarai Toyota Alpard, berkelir putih, Nomor Polisi, BL 1 W, UAS disambut Shalawat Badar dari masyarakat Kabupaten Aceh Jaya dan luar kabupaten.

Beberapa awak media yang hendak mengabadikan moment kedatangan ustadz kondang tersebut, sempat terjadi sikut menyikut dengan aparat berbaju coklat, begitu juga saat awak media akan mengambil dokumentasi untuk berita. Terkesan dibatasi.

Kapolres Aceh Jaya, AKBP Eko Purwanto, melalui Kabag OPS, Kompol Khairullah, kepada buanaindonesia.co.id, Kamis siang, (4/4/2019) menerangkan, pihaknya hanya melakukan pengamanan kepada tamu VVIP, sesuai protap, sedangkan protap dan lainnya, itu ada di pemda, “Tamu VVIP yang datang, untuk pengamannya ada di kita, agar tidak terjadi sesuatu hal kepada tamu.” Tegasnya.

Kekecewaan lainnya juga turut dirasakan beberapa awak media Aceh Jaya, maupun media dari luar kabupaten, saat akan melakukan wawancara cegat kepada ustadz kondang itu. Pihak panitia, khususnya dalam hal ini Kabag Humas Pemkab Aceh Jaya, menolak permintaan wartawan untuk melakukan wawancara cegat pintu (Door Stop) kepada Ustadz Abdul Somad, tanpa ada kejelasan. Padahal pihak media sudah menyampaikan keinginan itu, melaui Kasubag Humas Pemkab Aceh Jaya.

Musliadi Teunom salah satunya, Kontributor Puja Tv, kepada buanaindonesia mengaku, sebagai awak media yang bertugas dan turut serta meliput kegiatan Tabligh Akbar UAS, merasa kecewa,  “kecewa, Karena tidak diberikan kesempatan melakukan wawancara Door Stop kepada UAS“, kata Wartawan Puja Tv itu.

Bahkan, tambahnya, pihak panitiapun tidak menyediakan kartu peliputan khusus bagi wartawan yang meliput di acara tersebut “pasti kegiatan ini sudah jauh hari disiapkan dengan matang. Namun sayangnya untuk kartu liputan saja, tidak ada buat wartawan yang bertugas di Aceh Jaya. Padahal Tabligh Akbar ini, merupakan skala nasional dalam pemberitaan”, ujar dia.

Selain itu, Musliadi juga mengatakan, kejadian sikut menyikut yang terjadi saat pengambilan dokumentasi liputan kepada awak media, kami, kawan-kawan, juga merasa kecewa dengan kejadian itu. Sehingga saat akan mengabadikan momen untuk dokumentasi hasilnya tidak maksimal, terang Musliadi Teunom.

Kedepan, jika ada kegiatan sebesar ini, ia berharap panitia harus ada persiapan yang matang. Sehingga awak media yang meliput tidak kecewa dengan kejadian seperti ini, tukas Kontributor Puja Tv. “Harus ada evaluasi, sehingga kedepan tidak terjadi lagi hal seperti ini,” sebutnya kepada buanaindonesia.co.id.

Kabag Humas Pemkab Aceh Jaya, Safrizal, saat dikonfirmasi pasal tidak ada izin memberikan waktu wawancara Door Stop kepada awak media, “ini sudah sesuai prosedur dan ketentuan yg diarahkan oleh tim manajemen UAS,” cetus dia.

Dia mengatakan, bahwa, UAS tidak pernah melakukan wawancara dengan pihak media setelah ceramah. “Mengingat begitu antusiasnya warga untuk bersalaman dengan UAS,” tulis Safrizal, melalui WhatshaApnya, Kamis siang.

Selain itu, sambung Safrizal, untuk konfirmasi lebih lanjut, disarankan menghubungi pihak manajemen UAS, “Wawancara itu, bukan larangan dari panitia kita, ataupun dari Kabag Humas,” katanya.

Untuk di ketahui: Wawancara cegat pintu (Door Stop), merupakan wawancara dengan cara mencegat narasumber di tempat acara. Kelebihan door stop, yaitu mendapatkan jawaban yang spontan. Karena narasumber menjawab pertanyaan tanpa adanya persiapan.

Berdasarkan Pasal 1 angka 1 Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers (“UU Pers”), pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis uraian yang tersedia.

Pada dasarnya pers mempunyai kemerdekaan dalam menjalankan profesinya. Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hal mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi (Pasal 4 ayat (3) UU Pers). Ini berarti pers tidak dapat dilarang untuk menyebarkan suatu berita atau informasi jika memang hal tersebut berguna untuk kepentingan publik.

Tabligh Akbar UAS Di Aceh Jaya. Puluhan Ribu Massa Tumpah Ruah Di Halaman Kantor Bupati Aceh Jaya.

Pantaua buanaindonesia.co.id, di lokasi kegiatan, terlihat puluhan ribu masyarakat, baik dari kabupaten setempat serta dari luar kabupaten, berduyun-duyun mendatangi lokasi Tabligh Akbar, Ustadz Abdul Somad, sejak sore hari, pukul 16.00 WIB. Menurut info yang diterima, ini, kali kedua kunjungan Ustadz Abdul Somad, ke Kabupaten Aceh Jaya.

Sedangkan di beberapa tempat lain, buanaindonesia melihat, seperti di Teunom, Keude Krueng Sabee, dan Kota Calang, aktifitas masyarakat tampak sepi. Hal itu disebabkan, masyarakat di kabupaten itu, baik laki-laki dan perempuan sejak sore hari, sudah memadati lokasi Tabligh Akbar, Ustad Abdul Somad, yang berlangsung di halaman Islamic Centre, Kantor Bupati Aceh Jaya.

Bupati Aceh Jaya, T. Irfan TB saat sambutan, manghaturkan permintaan ma’af, tidak ada penyambutan spesial yang dilakukan. Serta menghaturkan ucapan terimakasih atas kedatangannya. ”Kami sangat berterimakasih, Ustadz Somad, berkenan hadir dan meluangkan waktunya untuk datang di kabupatekami ini”. Latanya

Irfan TB menambahkan, Dirinya atas nama  masyarakat Aceh Jaya,enguvapka turut berbela sungkawa atas berpulangnya kerahmatullah Ibunda dari Ustadz Abdul Somad, beberapa waktu lalu,

Sementara, Tausiah yang bertema “Mari Kita Syi’arkan Dan Amalkan Amar Makruf Nahi Mungkar,” yang di sampaikan UAS, dihadapan kaum muslimin, adalah tentang Isra dan miraj. “pesan yang terbesar dalam Isra Miraj ini, adalah shalat. Kita shalat, ibaratkan membangun rumah di pinggir sungai,” katanya.

Selain itu, Ustadz Abdul Somad dalam tausiahnya, seorang pemimpin itu punya peran penting dalam melarang kemungkaran. Itulah kenapa orang banyak ingin jadi penguasa. Karena mereka ingin menegakkan amal ma’ruf nahi mungkar. “Mari kita semua, untuk menegakkan amal ma’ruf nahi mungkar, dimanapun, bila melihat kemungkaran,” ajak UAS.

Bagaimana Menurut Anda?