DPD PSI Aceh Utara Mendukung Keputusan Bupati Menolak KEK

7.172 dibaca

BUANAINDONESIA.COM, ACEH – Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib alias Cek Mad, menolak untuk mendukung kebijakan Gubernur Aceh Zaini Abdullah terkait Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Gubernur Zaini sebelumnya menolak KEK dilaksanakan oleh konsorsium BUMN, dan meminta Presiden merevisi PP Nomor 5 tahun 2017 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe.

Cek Mad menilai kebijakan gubernur bisa berimbas kepada proses pembangunan Aceh, terutama Aceh Utara dan Lhokseumawe ke depan. Dikhawatirkan hasilnya seperti Perta Arun Gas (PAG) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), di mana Aceh tidak mendapatkan “apa-apa” dari kedua anak perusahaan Pertamina tersebut.

Oleh karena itu, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Kabupaten Aceh Utara, Selasa 4 April 2017, kapada Media mengungkapan, mendukung kebijakan Cek Mad, dengan alasan mendukung Cek Mad melihat daerah Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe sebagai wilayah utama yg menjadi KEK tersebut, dan sebelum KEK di simpulkan berjalan di daerah ini kita melihat sebelumnya bahwa letak perusahaan nasional PT. Perta Arun Gas (PT. PAG) pengganti PT. Arun NGL dan jg perusahaan sebelumnya Exxon Mobil Oil.

“Saya menganggap sekarang menjadi PHE tidak menjadikan kedua daerah ini sebagai objeck bagi mereka, yang namum cuma kita di jadikan sebagai penonton dari kedua perusahaan yang telah ada tesebut oleh karena itu PSI Aceh Utara tidak menginginkan pengalaman seperti ini kembali di ulang oleh kebijakan-kebijakan yang menguntungkan daerah serta masyarakat sekitar perusahaan.” Kata Khaidir.

Bupati Aceh Utara mengaku dalam pertemuannya dengan tim pusat telah disepakati bahwa Aceh, Aceh Utara dan Lhokseumawe mendapatkan “saham kosong” sekian persen. Kemudian, kata dia, dan kebijakan-kebijakan yang tidak bermamfaat untuk daerah serta masyarakat sekitar perusahaan KEK.

Bagaimana Menurut Anda?