Dua Santri Pesantren Budi Lamno terhempas Ombak Saat Memancing

5.458 dibaca
ilustrasi mancing

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH JAYA – Muhammad Reza (25), Santri Pesantren Budi Lamno, Kabupaten Aceh Jaya, hilang terhempas ombak saat sedang memancing bersama temannya Razali (23), di batu karang belakang kuburan Photemerehom, Desa Gle Joeng, Kuala Daya, Kecamatan Jaya, Lamno, Sabtu petang, pukul 18.30 WIB.

Menurut informasi yang dihimpun dari Ismail, Kabid pencegahan dan kesiapsiagaan BPBK ACEH JAYA, korban saat itu sedang memancing bersama temannya di belakang kuburan Photemerehom, tepatnya di batu karang yang berada di pinggir laut. Namun naas ombak besar menghatam keduanya, kata dia.

“Satu orang selamat, berhasil berenang ketepian. Sedangkan korban hingga saat ini belum ditemukan. Infonya, tutur Ismail, tim BASARNAS Banda Aceh, sedang bergerak ke TKP.”

Sementara, M. Yanis, petugas Damkar Aceh Jaya, wilayah Lamno, saat dihubungi, tadi, bersama masyarakat, pihaknya sudah melakukan penyisiran di lokasi korban terhempas ombak, tetapi akibat cuaca buruk, hujan deras dan gelombang besar, untuk sementara pencarian dihentikan, sambil menunggu tim Basarnas, kata Yanis.

Kronologisnya, jelas dia, korban petang tadi pergi memancing berdua dengan temannya, saat memancing ada ombak besar menghantam mereka dan terseret. Sedangkan temannya, Razali, berhasil selamat dengan berenang, ke bibir pantai, terang M. Yanis.

Namun naas, Muhammad Reza, tempat tanggal lahir, Rumoeh rayeuk, 25 Agustus 1996, Kecamatan Langkahan, Pantoen Labu, Kabupaten Aceh Utara, Santri Budi Lamno, hilang terseret ombak besar. Hingga saat ini belum ditemukan, papar Yanis.

Terpisah, Lembaga Panglima Laot Aceh Jaya, melalui Sekjend Panglima Laot, Tgk. Azwar Anas, saat menghubungi media ini, Minggu (28/4/2019) mengeluarkan intruksi, kepada seluruh nelayan Aceh Jaya untuk lebih berhati-hati melaut dalam beberapa hari ini, katanya.

“Karena, cuaca, angin kencang dan gelombang besar. Kepada para pemancing darat, dia menghimbau untuk menjauhi daerah tebing dekat laut yang berbahaya, karena gelombang besar,” himbau Tgk. Azwar Anas.

Bagaimana Menurut Anda?