Dua Tersangka Kasus Mark Up Mobiler Dinas Pendidikan Aceh Jaya, Resmi Ditahan

6.642 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH JAYA – Kejaksaan Negeri Aceh Jaya, melaui Tim Penyidik Khusus, menahan dua tersangka, MY (57) dan Fs (40), tersangka kasus tindak pidana korupsi penggelembungan harga pengadaan Mobiler Sekolah di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Jaya, sumber anggaran APBK – OTSHUS, tahun 2016, dengan kerugian, negara sebesar Rp.2.362.000.000,-.

Suyanto, SH, MH, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Jaya, melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Yudi Saputra, SH, menerangkan, penyidik melakukan penahanan kepada dua tersangka usai memeriksa. Dua tersangka itu memenuhi panggilan penyidik dan dilakukan pemeriksaan dengan didampingi kuasa hukumnya,

Saat ini, kata dia, penyidik menjebloskan ke dua tersangka ke Rumah Tahanan (Rutan) Negara, Cabang Meulaboh, di Calang, Aceh Jaya. “Kedua tersangka ditahan selama 20 (dua puluh) hari kedepan, terhitung hari ini, Rabu 7 November, hingga 26 November 2018”, terang Yudi, kepada media Rabu (7/11/2018).

Penahanan kepada dua tersangka itu, sambung Kasi Pidsus, berdasarkan surat perintah penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Jaya, nomor: Print – 01/N. 1.24/Fd. 1/11/2018/tanggal 7 November 2018, kepada tersangka MY. Sedangkan untuk tersangka Fs, berdasarkan surat perintah penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Jaya, dengan nomor: Print – 02/N. 1.24./Fd.1/11/2018/tanggal 7 November 2018.

Penahanan yang dilakukan kepada kedua tersangka MY dan Fs,, dengan pertimbangan alasan objektif. Yakni, kedua tersangka diancam pidana penjara, lebih dari lima tahun. Alasan objektif selanjutnya, kedua orang tersangka, dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti, dan atau mengulangi tindak pidana.

Untuk tersangka MY ini, kata Yudi, merupakan bekas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Aceh Jaya, tahun 2016. ‘Saat ini menjabat sebagai Kadis Dinas Sosial, Aceh Jaya. Tahun 2016, tersangka MY, sebagai pengguna anggaran di dinas tersebut, dan juga bertindak selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)”. ungkapnya.

Sedangkan untuk tersangka Fs, masih kata Yudi, merupakan Direktur dari Cv. Kuala Calang, sebagai pelaksana/penyedia barang dan jasa pengadaan di dinas terkait. Dalam hal ini, kedua tersangka diduga telah bekerjasama menyusun HPS, sehingga HPS yang ditetapkan oleh tersangka MY, jauh lebih tinggi dari harga pasar setempat.

Untuk mengungkap kasus tindak pidana korupsi ini, lebih lanjut diungkap dia, tim Kejaksaan Negeri Calang, memeriksa duapuluh lima (25) orang saksi, dan dua (2) orang ahli, ucapnya. “Dari aksi perbuatan kedua tersangka ini, negara mengalami kerugian sebesar, Rp.2.362.000.000,- sesuai dengan hasil audit, Penghitungan Kerugian Keuangan Negara yang dilakukan BPKP perwakilan Aceh”, tandasnya.

Oleh karena itu, kata dia, tim penyidik menyangkakan para tersangka telah melanggar Pasal 2, ayat 1, Pasal 3, Undang – Undang Nomor 31, tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang Nomor 20, tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana , juncto 55, ayat (1) ke – 1 KUHP.

Bagaimana Menurut Anda?