Forkab Minta Tak Jadikan Rakyat Sebagai Tumbal Politik

5.734 dibaca

BUANAINDONESIA.COM, ACEH – Dewan Pimpinan Pusat ( DPP ) Forum Komunikasi Anak Bangsa ( Forkab ) Aceh, meminta semua pihak pasca pilkada untuk bersatu kembali membangun daerah masing – masing. Kepada kandidat pemenang dan timsesnya masing – masing, secara khusus Forkab meminta untuk tidak dendam terhadap pihak – pihak yang kalah dalam pilkada.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum ( Ketum ) DPP Forkab Aceh Polem Muda Ahmad Yani melalui Jubirnya Mawardi alias Adi Keuangan. Menurut Forkab selama ini pihaknya banyak menerima laporan dari masyarakat pasca pilkada, kehidupan bermasyarakat di gampong – gampong menjadi terpecah belah, dimana persatuan dan kesatuan tidak lagi menjadi landasan utama dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pasca pilkada kita terima laporan, kehidupan bermasyarakat di gampong – gampong sudah terkotak – kotak, kita minta tidak boleh lagi seperti itu. Mari kita semua bersatu kembali, bersatu padu, saling merangkul dan bahu membahu untuk menata dan membangun daerah masing – masing, tidak boleh saling menyisihkan satu sama lain hanya gara – gara pandangan politik dipilkada kemarin, dan itu harapan kita semua”, ujar Adi Keuangan Rabu 28 Maret 2017 di Banda Aceh.

Adi Keuangan menambahkan, pasca pilkada banyak laporan masyarakat yang diterima pihaknya, seperti halnya terjadi pengelompokan di tengah – tengah masyarakat, penempatan dan pemindahan aparatur gampong dan PNS yang tidak sesuai ketentuan peraturan dan perundang – undangan yang berlaku. Hal itu semua terjadi karena perbedaan pandangan dan pilihan politik dipilkada yang telah berlalu.

“Banyak laporan seperti itu kita terima, seperti di Aceh Jaya. Ini kita harap tidak boleh lagi seperti itu. Kita harus bersatu, dimana perbedaan pandangan dan pilihan politik dipilkada yang sudah berlalu kita jadikan rahmat bagi dan untuk kita semua, kita semua bersaudara. Mulai hari ini dan kedepan kita semua saling mendorong satu sama lain untuk bersatu serta mengajak untuk saling mengisi dimana kekosongan demi kelanjutan pembangunan daerah kita masing – masing”, pungkas Adi.

Adi melanjutkan, Forkab mengajak semua pihak di Aceh untuk menghindari konfrontasi temporer yang dapat memicu kontroversi murahan sehingga memecah belah dan menjadikan masyarakat sebagai Tumbal dari politik. Hal yang perlu dilakukan pasca pilkada menurut Forkab adalah kembali menciptakan keadaan yang kondusif, aman dan nyaman. Sehingga semua target pembangunan daerah dapat dilakukan dengan sebaik – baik mungkin.

“Mari kita mencintai Aceh dan daerah kita masing – masing. Kejar target pembangunan, sehingga daerah kita maju dan sejahtera”. Tutup Adi Keuangan.

Bagaimana Menurut Anda?