Isu Ada Mahar di DPW Partai PNA Aceh Jaya. Ini Kata Sekjend DPW PNA

13.368 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH JAYA – Perihal isu yang merebak di beranda Media sosial (Medsos) tentang adanya mahar dalam proses Bakal calon di Partai Nangroe Aceh (PNA) Kabupaten Aceh Jaya, sehingga berakibat adanya pengunduran diri dari dalah satu bakal caleg, mendapat tanggapan dari Sekjend DPW PNA Aceh Jaya, Tgk. M. Nasir Bin Razali, alias Tgk. Acut.

Dalam tanggapannya Tgk Acut, membantah keras terdapat isu tersebut. “Tidak benar, isu itu. PNA tidak pernah menerapkan mahar apapun kepada bacalegnya”. Katanya pada wartawan Sabtu (14/07/18).

Meski demikian Tgk Acut mengakui bahwa ada persyaratan yang harus dilengkapi oleh  bakal calon legislatif. Diantaranya hasur  menyiapka. Dana sebesar 75 juta. Namun dana tersebut bukan untuk partai akan tetapi untuk bacaleg itu sendiri, sebagai syarat utama sebagai finansial bacaleg sendiri. “Yang dimaksud mahar tersebut, bukanlah mahar. Tetapi sebagai syarat utama sebagai finansial bacaleg sendiri, Bahwa mereka mempunyai bukti kepemilikan dana direkeningnya, ditunjukan kepada DPW. Dan itu untuk kesiapan bacaleg sendiri,” tutur Sekjend.

Menurutnya dana sejumlah Itu, untuk minum -minum kopi mereka sendiri saat dilapangan nanti bertemu masyarakat. “PNA tidak pernah meminta. Sekali lagi, yang dikatakan mahar tersebut, bukan mahar dan juga bukan permintaan dari partai, tetapi untuk bacaleg itu sendiri”, tegas Tgk. Acut.

Sekjend DPW PNA Aceh Jaya menambahkan, bagi bacaleg yang tidak memiliki rekening dengan jumlah minimal yang dikatakan, tidak akan lolos saat verifikasi yang dilakakukan DPW partai, untuk dimasukan sebagai caleg 2019 nanti.

“Bila tidak ada dana dari bakal caleg, setidaknya ada dana dari pihak sponsor yang menjamin bacaleg tersebut untuk maju”. Katanya.

Dan ini hanya berlaku untuk wilayah DPW Aceh Jaya. Sedangkan pihak DPP, hanya menganjurkan, setiap bacaleg yang akan maju, harus mempunyai finansial. “Karena Partai tidak menanggung segala kebutuhan dari bacaleg tersebut,” tutup Sekjen DPW PNA Aceh Jaya.

Sebelumnya Jumat 13 Juli 2018, beredar isu pengunduran diri dari Bacaleg. Diduga karena adanya permintaan mahar sebesar Rp. 75.000.000.

Menurut informasi yang dihimpun, isu tersebut beredar gegara para bacaleg yang akan maju saat Pileg 2019 nanti, diharuskan memiliki saldo direkening seperti jumlah yang disebutkan.

“Persyaratan tersebut dipinta sebagai syarat untuk maju sebagai caleg DPRK Aceh Jaya,” ungkap sumber yang minta dirahasiakan namanya kepada awak media.

Kata dia, 75 juta syarat yang diminta. Makanya tidak mungkin sanggup, ucapnya. “Syarat pencalonan, salah satu syaratnya wajib ada saldo sejumlah tersebut yang dipinta partai. Kalau uang sebesar itu, lebih baik untuk buka usaha saja,” beber sumber.

Bagaimana Menurut Anda?