Jembatan Sandar Sabang Ada Korba ini Kata Sulaiman

4.469 dibaca
Jembatan Sandar Sabang Ada Korba ini Kata Sulaiman
Pegiat Hukum Ketenagakerjaan, Sulaiman SH

BUANAACEH.COM, SABANG – Pegiat Hukum Ketenagakerjaan, Sulaiman SH yang juga seorang advokat pada Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), menilai bahwa korban asal Sumatera Utara yang meninggal pada hari senin 03 October 2016 dilokasi pekerjaan pembangunan jembatan sandar yang berada di Pulau Rubiah Gampong Iboih, kecamatan sukakarya Sabang, karena kecelakaan kerja tersebut berhak mendapatkan uang duka.

Namun perlu dipastikan terlebih dahulu apakah pengusaha telah menjalankan kewajibannya dengan mengikutsertakan karyawannya (korban)  dalam program jamsostek atau tidak. Jika karyawan yang menjadi korban terdaftar dalam program jamsostek maka kewajiban untuk membayar jaminan kematian tersebut kepada ahli warisnya menjadi tanggung jawab penyelenggara program Jamsostek.  Disamping itu, pengusaha juga diwajibkan untuk melaporkan kecelakaan kerja yang menyebabkan kematian karyawannya kepada instansi tenaga kerja dan badan penyelenggara jamsostek dalam jangka waktu paling lama 2×24 jam.

Setelah melaporkan kejadian tersebut pengusaha juga diwajibkan untuk Mengisi formulir laporan kecelakaan kerja dan mengirimkannya kepada penyelenggara program  Jamsostek tidak lebih dari 2×24 jam sejak tenaga kerja dinyatakan meninggal oleh dokter.

Selanjutnya besaran ganti rugi dan atau santunan kematian tersebut baik berupa uang duka, biaya pemakaman serta santunan berkala, akan dihitung dan dibayar oleh penyelenggara program Jamsostek kepada ahli warisnya berdasarkan ketentuan  Peraturan Pemerintah No 53 tahun 2012. “Namun apabila ternyata korban sama sekali tidak diikutsertakan oleh pengusaha dalam program jamsostek maka perusahaan yang mengontraknya diwajibkan  membayar uang jaminan kematian tersebut kepada ahli warisnya. Ketentuan ini diatur dalam Pasal 18 ayat (3) UU No. 3 Tahun 1992 tentang Jamsostek,” Cetus Sulaiman

Kemudian jika mengacu pada instrumen hukum lain yaitu berdasarkan Pasal 31 ayat (1) dan Ayat (2) Undang-Undang No. 40 Tahun 2004, Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, disebutkan bahwa pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dan mengakibatkan dirinya meninggal dunia, Maka ahli warisnya berhak mendapatkan manfaat berupa uang tunai sebagai jaminan kecelakaan kerja. Selain itu, berdasarkan ketentuan Pasal 166 Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Dalam hal hubungan kerja berakhir karena pekerja/buruh meninggal dunia, kepada ahli warisnya diberikan sejumlah uang yang besar perhitungannya sama dengan perhitungan 2 (dua) kali uang pesangon sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (2), 1 (satu) kali uang penghargaan masa kerja sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (3), dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4).

“Oleh karena itu baik penyelenggara program Jaminan sosial tenaga kerja  atau pengusaha tidak bisa lari dari kewajibannya untuk memenuhi hak-hak pekerja yang menjadi korban akibat terjadinya kecelakaan kerja tersebut,” kata Mantan Ketua Umum Pengurus Besar IKatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Sabang (PB-IPPEMAS) Periode 2011 – 2013.

Bagaimana Menurut Anda?