Jubir Partai Aceh Sesalkan sikap MK

6.419 dibaca

BUANAINDONESIA.COM, ACEH – Suadi Sulaiman, yang akrab disapa Adi Laweung, sebagai Juru bicara Partai Aceh sangat menyesalkan sikap yang diambil Mahkamah Konstitusi. Hal itu disampaikan Adi, kepada Buana Indonesia, Selasa 4 April 2017.

Ungkap Adi Laweung, keputusan lembaga itu, menurut Adi sudah menghancurkan proses perdamaian Aceh yang berlangsung selama 11 tahun.

Sebut Adi, Langkah yang diambil justru bisa melahirkan konflik baru di Aceh. Hal ini disampaikannya, saat menanggapi penolakan MK terhadap gugatan pasangan Muzakir Manaf-TA Khalid, kandidat gubernur pada pemilihan kepala daerah aceh 2017 lalu.

Adi menilai penolakan itu sebagai pelanggaran konstitusi. Jelas ia, seharusnya sengketa pilkada di Aceh diselesaikan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Sebut Adi Laweung tegas.

Papar Adi Laweung, hal ini jelas bertentangan dengan pesan Mualem (Muzakkir Manaf), mengajak rakyat Aceh untuk memelihara perdamaian dan demokrasi.

Sedangkan Mualem sendiri, juga meminta rakyat aceh, bahu membahu menjaga keamanan lingkungan. Pemerintahan Aceh terus melakukan upaya dalam memulihkan citra aceh, ujar Adi.

Sambung Adi, hanya dengan perdamaian Demokrasi Aceh dapat menjadi daerah yang makmur dan sejahtera.

Mualem juga, kata Adi, meminta rakyat aceh untuk bahu membahu menjaga keamanan lingkungan. Pemerintah Aceh terus melakukan upaya dalam memulihkan citra Aceh, tutupnya kepada media ini.

Sebelumnya, Pilkada 2017 di Aceh, Muzakir Manaf-TA Khalid, memperoleh  766.427 suara. Sedangkan pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah, memperoleh 898.710 suara.

Pengajuan gugatan yang dilakukan pasangan Muzakir Manaf-TA. Khalid, kepada Makamah Konstitusi. MK menolak gugatan tersebut, karena tidak memenuhi syarat soal ambang batas, seperti yang tertuang dan diatur dalam UU Pilkada.

Bagaimana Menurut Anda?