Kapal Pesiar Raksasa Islamic Cruise Akan Hadir di Sabang

4.084 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, SABANG – Tim Percepatan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (RI) bersama agen atau trevel asal Malaysia, minggu (16/07) melakukan rapat dengan instansi pemerintah serta lembaga terkait, dalam rangka rencana kedatangan kapal pesiar Islamic Cruise di Kota Sabang.

Rapat yang bertempat di ruang rapat lantai II kantor Badan Pengusahan Kawasan Perdagangan Bebas Dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) Jln. T. Panglima Polem, Gampong Kota Bawah Barat, Kec. Sukakarya Kota Sabang itu berjalan lancar.

Rapat tersebut dihadiri antara lain : Ketua Percepatan Wisata Kemenpar Aji Sularso, Direktur Kapal Islamic Cruise/Malaysia, Sdr. Suhaemi.

Kemudian Danlanal Sabang, diwakili Palaksa Lanal Sabang, Letkol Laut (KH) Heri Supriyanto, Kapolres Sabang, diwakili Kasat Airud Ipda M. Nasaruddin.

Selanjutnya perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jakarta, Andreas, Kadis Perhubungan Aceh, diwakili, Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata Aceh, diwakili.

Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata Sabang, Zulfi Purnawati, Plh Kantor Syahbandar Kota Sabang, Kapten Heru Kurniawan.

Deputi Komersial dan Invenstasi BPKS Sabang, Syarifuddin Chan, Ketua Panitia Daerah Fauzi Umar, Perwakilan Kantor Bea & Cukai, Perwakilan PT. ASDP Husaini, Perwakilan Imigrasi Saed.

Perwakilan Organda Kota Sabang. Ketua KONI M. Isa, Perwakilan RAPI dan Perwakilan PWI Sabang Jalaluddin Z Ky. Sementara Walikota Sabang yang juga telah diundang tidak terlihat pada rapat tersebut.

Direktur Kapal Islamic Cruise/Malaysia, Sdr. Suhaemi menyampaikan pihaknya memberi pilihan bagi umat islam dalam pencarian percutian yg unik, mewah dan berkesan.

Trevel yang dipimpinnya nengajak umat islam melihat kehebatan ciptaan Allah dalam sudut berbeda yaitu lautan. Dimana laut dapat memberi keseronokan nikmat dunia sambil tidak melupakan akhirat.

Selain itu juga dapat melahirkan insan yang positif dan lebih menghargai dengan pengisian-pengisian yang boleh diirencanakan.

Faedahnya dengan persetujuan program ini maka pihak Tourism Indonesia akan mendapat peluang bahwa, Tourism Indonesia akan dipamerkan disemua cetakan poster, banner, bunting & backdrop dibawah payung kerjasama / sokongan.

Pada pelayaran Islamic Cruise yang direncanakan bulan Nopember 2017 mendatang dikuti 2.300 passenger permulaan, dengan tujuan Sabang dan kota Banda Aceh sebagai pusat pelayaran Islamic.

Kegiatan yang diikutserta para pemuka agama islam, akan membuka mata kapal-kapal mewah walaupun islam sering di definasikan sebagai *”Terorist/”IS”* , tetapi mereka lihat pelayaran Islamic sebagai perniagaan yang menguntungkan dan peluang menembusi pasaran muslim Dunia., kata Datok Suhaimi.

Dijelaskan Indonesia mempunyai pesisir pantai yang panjang serta banyak destinasi indah di pesisirnya menjadi Port Singgah dan Home Port bagi kapal-kapal mewah dunia yang selama ini diboloti oleh Singapura, Malaysia dan Thailand.

Sesampai di Banda Aceh nantinya 2300 mereka melawat ke Masjid Baitul Rahman, Muzium Tsunami Kapal Tergantung dan membeli barang belah.

Mereka akan dipandu
58 orang pemandu Pelancong yang Profesional dan mesra Pelancong untuk setiap Bus. Kapal pesiar raksasa yang membawa peserta islamic adalah Costa Victoria berbendera Bahamas, jelasnya.

Sementara Ketua Percepatan Wisata RI Aji Sularso, menambahkan
kapal yang membawa turis islamic itu akan tiba di Kota Sabang pada tanggal 27 November 2017.

Untuk kesuksesan acara tersebut dibutuhan kapal ferry cepat untuk mengangkut penumpang Islamic Cruise sebanyak 2300 penumpang menuju Banda Aceh

Kemudian teknik penyandaran kapal dan penyambutan Kapal Islamic Cruise, pihak islamic cruise meminta satu mil sebelum masuk Teluk Sabang di kawal 2 kapal perang dan di sambut penembakkan water canon oleh kapal water canon sesaat akan menyandar di pelabuhan., tambah Aji Sularso.

Pihak Lanal Sabang Letkol Laut (KH) Heri Supriyanto, menyampaikan dari penyambutan akan menggunakan Alutsista Lanal Sabang, Yaitu Kal dan Searider.

“Pada prinsipnya Lanal Sabang siap dan mendukung sepenuhnya, pelaksanaan pelayaran islamic cruise”., kata Palaksa.

Bagaimana Menurut Anda?