Kebersihan Toilet Di Sentra Kuliner Perikanan Tapaktuan Dikeluhkan Pengunjung

2.239 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH SELATAN – Beberapa pengunjung yang datang menikmati wisata kuliner di Sentra Kuliner Perikanan Kota Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, mengaku miris dengan keadan dan fasilitas Toilet atau wc umum yang ada. Pasalnya, kondisi kamar mandi atau toilet sangat berbsu pesing, serta tanpa air, membuat kecewa pengunjung yang sedang menikmati waktu santai bersama keluarga.

“Kalau tempat kulinernya sangat bagus. Namun sayangnya, toiletnya sangat bau serta tidak terawat dan air pukepadan tidak ada. Dari luar wc, aroma tak sedap itu sangat tercium, membuat kita mual”. Kata Mayasari, (27) wisatan lokal disela-sela sedang berkunjung di Aceh Selatan, sambil menikmati suasana malam di Kota Pala, Jumat (4/1/2019)

Seharusnya ujar dia, pihak pengelola di lokasi itujuan lebih memperhatikan sarana prasarana dari toilet tersebut. Apalagi, tambah dia, dengan ramainya pengunjung di tempat itu, pihak pengelola bisa lebih peduli akan kebersihan dan sarana prasarananya di tempat kuliner ini. “Masa untuk buang air kecil saja tidak ada air. Apalagi seperti saya, bawa anak, mau ke toilet, dengan kondisi seperti itu, jadi ga sreg”, imbuh Mayasari.

Senafa dikatakan Subandoyo, (45) pengunjung yang berasal dari Jakarta, kepada buanaindonesia menambahkan, dia pun mengaku kecewa dengan kondisi WC tersebut. ‘Tempatnya bagus sih, dengan pemandangan panorama lautnya, ditambah adanya jembatan yang dihiasi lampu kerlip yang berwarna-warni menambah keindahan malam, bila kita melihat dari tempat wisata kuliner ini, Namun sayang, ujar Subandoyo, kenyamanan pengunjung di tempat ini kurang diperhatikan, apalagi dukungan sarana-prasarana yang tidak memadai. Toilet ya seperti tidak terurus gitu. Baunya sangat menyengat, membuat kita mual saat memasuki tempat tersebut, dan air pun tidak ada”, tandas warga Jakarta itu.

Amatan buanaindonesia di toilet itu, saat kita memasukinya, sangat terasa bau aroma pesing yang membuat kita mual dan mau muntah, ditambah lagi dengan genangan air yang berada di lantainya. Tampak terlihat, bangunan toilet berwarna putih yang berada ditempat kuliner ini, terkesan seperti belum rampung, dengan fasilitas yang kurang memadai. Toilet itu terkesan dipaksakan jadi untuk dapat dipergunakan. Sehingga bangunan toilet tersebut, setelah digunakan, meninggalkan aroma yang tidak sedap.

Kepada salah satu counter penjual makanan yang berada ditempat kuliner tersebut saat ditanya pasal aroma tidak sedap yang tercium dari toilet itu, dia hanya mengatakan dengan singkat, “iya bang, memang belum dibersihkan toiletnya”, jawabnya.

Terpisah, Lukman, Kabid Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Selatan, saat dihubungi melalui telepon seluler, Sabtu, (5/1/2019) mengatakan, toilet dan lokasi kuliner itu sudah selesai pembangunannya. “Untuk prasarananya, seperti air, listrik dan lainnya ditempat tersebut sudah lengkap”, ungkap Lukman.

Menurut Lukman, pasal kebersihan dan kenyamanan toilet di tempat wisata kuliner perikanan itu, ia mengaku tidak tahu, terkait hal tersebut. Namun pihaknya akan meminta kepada para pemilik usaha yang ada ditempat itu untuk menjaga kebersihan serta fasilitas toiletnya, sehingga pengunjung dapat menikmati waktu santainya tanpa harus mencium aroma tak sedap, dan dapat menggunakan toilet yang berada ditempat itu.

Lukman juga mengatakan, akan segera turun untuk mengecek laporan itu, “Untuk pengawasan kebersihan di tempat tersebut,  sudah diserahkan kepada mereka, para pedagang yang berjualan di taman kuliner tersebut”, imbuh dia.

Selain itu, tambah Lukman, dia menghimbau kepada para pemilik usaha ditempat itu, agar dapat bersama-sama untuk menjaga kekompakan, dan saling menjaga kebersihan toilet ditempat lokasi wisata kuliner tersebut. “Bila perlu carikan orang untuk menjaga dan membersihkan toilet. Lalu petugas yang menjaga kebersihan tersebut digaji oleh mereka”, harapnya.a

lebih lanjut dikatakannya, pihajnya juga sudah mengatakan kepada pemilik usaha untuk pembuatan tong-tong sampah untuk di beberapa titik lokasi itu. sehingga tidak kotor, sehingga pengunjung yang datang bisa nyaman”. tutup Lukman.

Bagaimana Menurut Anda?