Kunjungan Kerja Berakhir, Gubernur Aceh Mempiloti Pesawat

15.562 dibaca
Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, berhasil mendarat dengan mulus di bandara buatan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, Lapangan Padang, Kecamatan Krueng Sabee, Sabtu, 17 Februari 2018.

Khadafi
BUANAINDONESIA.CO.ID, CALANG-Pesawat berawak penumpang dua orang yang dipiloti oleh Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, berhasil mendarat dengan mulus di bandara buatan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, Lapangan Padang, Kecamatan Krueng Sabee, Sabtu, 17 Februari 2018.

Menurut informasi yang dihimpun, kehadiran orang nomor satu aceh tersebut, dalam rangka berakhirnya kunjungan kerja di seluruh kabupaten atau kota yang ada di Kabupaten Aceh Jaya.

Kedatangan Gubernur Aceh tersebut, disambut langsung oleh Bupati Aceh Jaya, Teuku Irfan TB, bersama jajarannya dan didampingi Dandim Aceh Jaya dan Kapolres Aceh Jaya.

Di lokasi kunjungan kerja pertama, Gubernur Irwandi menuturkan ingin melihat langsung kesiapan pembangunan jembatan di Kecamatan Teunom yang diperkirakan akan selesai di bulan Mei 2019, bersumber dari dana APBN.

Lalu bersama rombongan, ia melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Panga, Desa Alue Abet, mengunjungi Koperasi Industri Nilam Aceh (KINA) yang bergerak khusus di minyak nilam, yang didirikan tahun 2011.

“Nilam saat ini menjadi komoditas andalan masyarakat di Aceh Jaya. Untuk minyak nilam Aceh, saat ini adalah yang terbaik di dunia,” tutur Hendra selaku ketua KINA.

Hendra berharap, untuk ke depannya harga minyak nilam ini bisa lebih tinggi, apalagi bila didukung dengan adanya labotarium minyak nilam yang dibangun di Provinsi Aceh.

Sementara menurut Gubernur Irwandi, peluang pertumbuhan ekonomi di Aceh Jaya sangat banyak. Seperti nilam, sawah, dagang, kebun dan ikan. Untuk nilam perlu adanya pengembangan dan pemberian modal, sehingga ke depanya petani nilam bisa lebih baik lagi.

Irwandi menambahkan, ia berencana di wilayah pantai Barat sampai Selatan dapat dibangun rel kereta api, dimulai dari Subulussalam hingga Banda Aceh. Minimal sampai Lamno.

Gubernur Irwandi juga mendapat pengaduan dari masyarakat, yaitu dangkalnya tempat – tempat pendaratan ikan setiap tahunnya. Irwandi mengaku sudah memerintahkan untuk membeli kapal keruk.

“Satu untuk pantai Barat, satu untuk pantai Timur, dan satu lagi standbay di Banda Aceh. Kemana yang perlu darurat diperlukan dapat dikirim. Kapal akan datang langgsung mengeruk lokasi pendangkalan yang dilaporkan,” lanjur Irwandi.

Di tempat yang sama, saat disinggung kemungkinan dana Otsus (Otonomi Khusus) dapat kembali ke kabupaten, Irwandi mengatakan, dana tersebut tidak akan kembali ke kabupaten atau kota lagi.

“Yang membawa dana Otsus ke provinsi, juga bukan saya,” tukasnya.

Dana Otsus akan berakhir di tahun 2022. Irwandi berterimakasih kepada Mualem, sapaan akrab Muzakir Manaf, mantan Wakil Gubernur Aceh, yang telah menarik dana Otsus tersebut ke provinsi, sehingga provinsi dapat melakukan hal – hal besar dengan dana tersebut.

“Saya akan mempersiapkan irigasi ahar bisa selesai, menyiapkan jalan lintas tengah dari Tongra ke Aceh Timur, sudah didanai. Ternyata apa yang dibangun hanya ada sedikit – sedikit yang terlihat,” tandasnya.

Editor: NA

Bagaimana Menurut Anda?