Mencari Kerang di Krueng Lageun, Satu Orang Warga Nagan Raya Tenggelam

4.755 dibaca

BANAINDONESIA.CO.ID, ACEH JAYA – Naas nasib yang dialami Mustafa Herin, (21) warga Desa Gunung Pungki, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, ia tenggelam saat mencari kerang di sungai Lageun, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, Rabu, (2/1/2019), sekira pukul 11.45 WIB.

Menurut Informasi yang dihimpun media ini, korban sebelumnya tengah mencari kerang di sungai Lageun bersama Ibnu Hajar (abang ipar) dan kakaknya, warga Sawang Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, tiba-tiba korban tenggelam. Lalu saudara korban langsung meminta bantuan kepada warga setempat. Setelah dilakukan pencarian dengan menyelam di Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban ditemukan dalam kondisi kritis.

Selanjutnya dari pihak Polsek Setia Bakti, sesaat mengetahui kejadian tersebut langsung berkoordinasi dgn pihak Puskesmas Lageun, untuk penanganan medis dan korban langsung di rujuk ke RSUD Teuku Umar, Calang, guna penanganan medis. Sayangnya, mesti telah dilakukan pertolongan oleh tim medis di RSUD Teuku, nyawa korban tidak bisa tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Terpisah, Kapolsek Setia Bakti, Iptu Sabri Ilyas, saat dihubungi buanaindonesia, membenarkan kejadian tersebut. Atas kejadian itu, Iptu Sabri memghimbau, kepada warga setempat dan sekitarnya, khususnya warga yang mencari kerang, agar berhati-hati. “Jangan pernah pergi sendiri saat mencari kerang. Karena sebelumnya juga pernah terjadi warga yang tenggelam di Krueng Lageun itu”. Harapnya.

Selain itu ujar Kapolsek, kurangnya himbauan oleh Aparatur Desa Sawang terhadap nelayan atau pencari kerang terhadap bahaya dan seringnya terjadi kejadian serupa di Krueng Lageun. “Pencari kerang sebagian merupakan warga pendatang, tanpa adanya himbauan atau papan peringatan di lokasi tersebut oleh pihak Aparatur Desa Sawang, menjadi satu potensi kedepan, sehingga kejadian-kejadia serupa terulangi lagi. Karna itu Pihak desa harus dengan tegas mewajibkan atau mengarahkan bagi para pendatang, agar melapor kepada aparatur desa setempat”, tutup Iptu Sabri.

Bagaimana Menurut Anda?