Menciptakan Pilkada Damai,Kapoleres Ajay Melakukan Kopi Bareng

4.625 dibaca

 

BUANAACEH.COM, ACEH JAYA – Ngopi bareng (minum kopi bersama) antara pendukung calon bupati wakil bupati pasangan T.Irfan TB/Abu Yusri yang diusung partai Aceh dan pendukung pasangan Ir.Junaidi/Bustami Syarbini,ST diusung partai Golkar yang dilaksanakan oleh polres Aceh Jaya, di gampong Krueng Sabe, kecamatan Krueng Sabe,kabupaten Aceh Jaya pada hari Senin tgl 22 November 2016 acara dimulai jam 20.00 dan berakhir 23.30 WIB dengan tujuan mempererat silaturrahmi demi menciptakan suasana damai dan aman menuju pilkada 2017mendatang.

Acara yang sangat sederhana tapi memiliki tujuan yang mulia membuat kita bangga atas inisiatif polres setempat untuk menciptakan suasana damai di kalangan masyarakat Aceh Jaya, walau berbeda pandangan politik dalam menentukan calon pemimpin dan kursi pimpina satu Aceh Jaya ke depan.

Ketua Satgas dan Relawan Tim Pemenangan calon bupati/wakil bupati yang diusung partai Golkar Ir.Junaidi/Bustami Syarbini,ST, Ngoh Tada, sangat mengapresiasi atas inisiatif kepolisian (polres) Aceh Jaya yang melaksanakan kegiatan ngopi bareng dengan tujuan yang sangat mulia, yaitu ingin menciptakan suasana Pilkada damai di Aceh Jaya

“Saya selaku ketua satgas / ketua relawan tim pemenangan Yah Gam (panggilan akrab Ir.Junaidi) dan Bustami Syarbini,ST sangat mengapresiasi seluruh program polres Aceh Jaya, untuk menciptakan suasana damai, namun saya juga menyesali cara-cara pelaksanaanya yang terkesan tidak netral. Hal itu terbukti dengan menggunakan tenda teratak milik partai Aceh yang merupakan sumbangan Dra.Maryati, anggota DPRA dari partai Aceh. Yang kedua, para pelayan ngopi bareng juga dari orang-orang partai Aceh.Bukankah ini terkesan polres tidak bersikap netral, yang seharusnya hal-hal yang berbau partai, baik warna atau logo tidak digunakan pihak penyelenggara, apalagi yang jelas-jelas itu memang punya partai  Aceh, terkecuali pihak penyelenggara juga memakai logo dan salah satu terataknya dari partai Golkar, itu baru adil, dan apa yang terjadi malam ini membuat pihak kami sangat menyesalkannya.” ucap Ngoh Tada, kepada BUANAACEH di warung kopi Pay Calang.

Kapolres Aceh Jaya  AKBP Rizayulianto, saat di komfirmasi BUANAACEH mengatakan bahwa keinginannya untuk melaksanakan program Kopi Bareng Gratis bersama jajaran pemda, masyarakat dan pendukung Paslon bupati dan Wakil Bupati periode 2017-2022 adalah salah satu metode upaya mempertahankan pemilukada damai yang telah sama-sama diikrarkan oleh kedua paslon bupati_wakil bupati Aceh Jaya.

 Dengan alasan kabupaten Aceh Jaya dan kabupaten pidie merupakan daerah yang sempat terjadi pelanggaran pilkada yaitu pembakaran bendera partai oleh lawan politik masing-masing, dan secepatnya dapat diantisipasi oleh Jajaran Kepolisian Polres Aceh Jaya, serta Kita Juga yang mengupayakan dimediasi bersama panwaslih, aksi yang berbau anarkhis segera dapat dilerai dengan penandatangani bersama pencabutan laporan.

Hal ini mendapat penghargaan yang istimewa dari PLT Gubernur Aceh Soedarmo, terhadap keberhasilan kedua kapolres ini menangani kasus pelanggaran pilkada.
” Saya membuat acara kegiatan Ngopi Bareng Gratis ini adalah satu upaya untuk menjaga kerukunan dan kedamaian yang telah kita sepakati bersama antara dua dua pasangan calon yang berseberangan jalur politik, tujuannya Hanya untuk mempertahankan suasana yang damai di Kabupaten  Aceh Jaya. Karena biasanya mempertahankan yang sudah ada lebih sulit dari pada membuat yang baru.” ucap Kapolres sambil tersenyum.

“Terkait kejadian kesalah-pahaman  semalam di Krung Sabe, pada acara kopi bareng gratis yang dilaksanakan pihak Polres dan juga dibantu polsek serta camat setempat itu hanya kebetulan saja, itu juga sekedar mengurus tempat dan penyediaan kebutuhan serta area, kita beri wewenang camat dan polsek di sana.

Kebetulan saya dan beberapa anggota mengadakan kopi bareng di Sampoinieb, Lhok Krut, yang juga dihadiri pemda,setcam, masyarakat dan istimewa kepada para pendukung dari timses masing-masing pasangan calon, Saya beserta  rombongan baru tiba ke Calang sehabis magrib. Dan langsung menuju Krung Sabe ke lokasi ngopi bareng tersebut.

Kami dari pihak polres hanya menyediakan kopi sekitar 300 gelas, kursi serta meja. Berhubung cuaca di Aceh Jaya sering hujan, maka pihak polsek, camat dan masyarakat setempat mempersiapkan tenda sebagai persiapan apabila turun hujan. Untuk mengambil jalan pintas, ya mereka pinjam tenda (teratak) milik masyarakat gampong Krueng Sabe, berbubung acaranya juga di Krueng Sabe. Teratak tenda yang dipakai itu milik masyarakat krung sabe bukan milik polres, yang memang merupakan bantuan dari salah seorang anggota DPRA dari partai Aceh sudah kurang lebih setahun yang lalu.” ucap AKBP Rizayulianto.

” Sekali lagi soal anggapan pak Ngo Tada, terkait polres memihak kepada salah satu partai, itu tidak benar. Cuma kesalahpahaman saja. Niat kami tulus demi suasana nyaman dan aman di Aceh Jaya.” Ucap Kapolres Aceh Jaya.

Bagaimana Menurut Anda?