Menyangkut Pungutan Biaya Rujukan & kekurangan Obat Ini Tanggapan Keppus Tangse

5.615 dibaca

BUANAACEH.COM, ACEH PIDIE – Menyangkut dengan pungutan biaya Ambulance untuk Pasien rujukan, dan kekurangan Obat-Obatan di Puskesmas Kecamatan Tangse, Kabupaten Aceh Pidie, ini tanggapan Kepala Puskesmas.

Paisal,S.km, kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) kecamatan Tangse saat di komfirmasi BUANAACEH, terhadap pungutan biaya Ambulance serta kekurangan Obat-Obatan di Puskesmas tersebut, Jumat 23 Desember 2016, di ruang kerjanya di Puskesmas tersebut.

Tidak ada istilah uang gantung di Puskesmas, menurutnya setiap istilah uang gantung setelah berkasnya rampung sesuai aturan BPJS uangnya langsung di kembalikan, karena ada uang talangan, namun di Puskesmas tidak ada Uang talangan untuk pengembalikan uang yang di pungut untuk biaya Ambulan untuk setiap pasien yang di rujuk.

Kami kihak Puskesmas di Kecamatan Tangse selalu menyiapkan berkas di setiap tahunnnya, berkas tersebut kami kirim ke kantor Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) untuk proses pembayaran, dan pihak BPJS membayarnya melalui rekening BANK Puskesmas, namun pihak Puskesmas harus menyetor uang tersebut ke ke Pemerintah Kabupaten Pidie untuk di masukkan dalam kas Daerah sesuai dengan aturan Daerah, ungkap Paisal.

Paisal menambahkan, untuk proses pengembalian pihaknya harus mengajukan kembali kepada Pemerintah Daerah, itulah penyebabkan lambannya pengembalian uang  biaya Ambulan yang telah mereka pungut dari masyarakat, itulah yang menjadi kedala pengembaliannya harus menunggu waktu berbulan- bulan, terkadang hingga bertahun-tahun, pihak puskesmas mengakui proses pengamprahan untuk setiap pasien yang dipungutan biaya Ambulan disetiap rujukan, pihak telah mengembalikan higa batas bulan mai 2015,  untuk pengamprahan selanjudnya tahun 2015, pihak Puskesmas belum dapat memastikan, pasalnya pihak pemerintah Kabupaten belum mengirim uang tersebut ke Puskesmas, dan untuk tahun 2016 pihak BPJS belum melakukan pembayaran sama sesekali.

Sambung Paisal, Puskesmas tidak punya cara lain untuk mengatasi pungutan biaya Ambulan, dengan dalih Puskesmas tidak memiliki uang talangan yang jumlahnya sangat besar, contoh dalam satu bulan saja sampai tiga puluh orang yang di rujuk, setiap satu  rujukan biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk  ambulan,  dua ratus lima pulu ribu rupiah, kalikan dalam satu Tahun mungkin akan mencapai 7200,0000(Tujuh Puluh Dua Juta) dari itu kami harus membebankan pada masyarakat, dan Puskesmas berjanji akan di mengemmbalikan uang tersebut dengan batas waktu yang tidak kami pastikan.

Masalah kekurangan obat-obatan pihak menejemen Puskesmas selalu mengajukan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie di setiap awal bulan, namun piham Dinas memberikan tidak sesuai dengan kebutuhan yang kami ajukan, paparnya.

Puskesmas memiliki dana talangan untuk pembelian obat-obatan, akan tetapi harga pasaran di Daerah tidak sesuain dengan harga yang telah di tentukan oleh E katalog, sehingga puskesmas membiarkan kekosongan obat untuk sementara waktu, begitu juga untuk barang habis pakai lainnya.

Untuk pengembalian uang rujukan terhadap saudari Rosdiani yang di pungut pada tahun 2012 dirinya mengaku tidak tahu, karena dirinya baru satu tahun menjabat sebagai Kepala Puskesmas Kecamatan Tangse, imbuh Paisal.

Bagaimana Menurut Anda?