Palaku Pembacokan ini Tertangkap Karna Dipancing Dengan Istri Korban

2.683 dibaca

BUANAACEH.COM, LHOKSEUMAWE – Polisi Lhokseumawe akhirnya berhasil menangkap pelaku pembacokan yang menewaskan Tarmizi warga pulo rungkom Kecamatan Dewantara, Lhokseumawe. Itu setelah petugas memancing pelaku menggunakan istri korban. (Baca: Tamizi Warga Pulo Rungkom di Bacok Oleh Pria Selingkuhan Sang Istri).

Sekitar pukul 7.00 hari Minggu tanggal 25 Desember 2016 ada laporan dari masyarakat, telah terjadi pembunuhan. melakukan olah TKP, pelaku pembunuhan adalah seorang yang memang masuk ke rumah namun diketahui oleh pemilik rumah.”kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman saat menyampaikan press release kemarin.

Dikatakan Hendri, dari olah TKP, Selanjutnya Polisi melakukan pengejaran, dan sekitar pukul 22.00 pada hari yang sama, pelaku berhasil ditangkap di SPBU Gebang daerah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

“kami menggunakan istri korban untuk memancing pelaku. di situlah kami melakukan penangkapan.” sanbung Hendri.

Dari Hasil pengembangan terhadap pemeriksaan, pelaku sambung Kapolres, pembunuhan tersebut memang sudah direncanakan antara istri korban dengan pelaku. di mana istri korban dan pelaku itu menjalin hubungan perselingkuhan.

“Mereka sudah merencanakan beberapa hari sebelumnya. Ini terlihat dari ketersediaan alat yang digunakan. Bahkan, dari hasil pemeriksaan bahwa, pelaku  sudah tiga hari tinggal di rumah itu. Karna, suaminya  jarang pulang dan sudah sering cekcok, sehingga terjadilah hubungan perselingkuhan. dimana kost pelaku tidak jauh.”kata Kapolres.

Pada saat menjelang peristiwa terjadi papar Hendri, perempuan sudah menghubungi pelaku untuk datang ke rumahnya, karena semuanya sudah tidak ada. Pada saat pertemuan ini keduanya berencana menghabisi korban. Awalnya melakukan pembunuhan dengan diracuni. Namun rencana gagal. karena, korban keburu datang pada saat subuh dan Melihat pasangan selingkuh ini tidur bersama di ruang tamu kemudian pagi sekitar jam 05.00 wib.

“Sempat terjadi percekcokan antara suami istri tersebut, korban juga sempat menempeleng istrinya 2 hingga tiga kali. disini pelaku membantu istri korban, dengan pemukulan pertama dengan tongkat yang sudah disiapkan kemudian selanjutnya melakukan penikaman, Karena pada saat itu memang pelaku sendiri agak sedikit terdesak, memang sudah direncanakan karena korban badannya besar dipukul pertama kali itu masih berdiri kemudian melakukan penikaman sebanyak 6 kali pada saat bergumul, setelah jatuh karena tidak yakin korban mati kemudian ditikam lagi dari belakang sebanyak 3 kali, sehingga korban tidak bergerak.”urainya.

“Atas peristiwa ini keduanya dikenakan pasal  340 KUHP junto pasal 338 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara minimal 8 tahun.” Tukas Hendri.

Bagaimana Menurut Anda?