Pemilik Galian C Bantah Tak Miliki Izin

6.827 dibaca
Kamarudin (48) Pemilik usaha galian C pasir batu. di Kecamatan Indra Jaya.
Kamarudin (48) Pemilik usaha galian C pasir batu. di Kecamatan Indra Jaya.

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH JAYA – Kamarudin (48) Pemilik usaha galian C pasir batu. dengan luas delapan hektare, di Kecamatan Indra Jaya. membantah keras, bahwa lokasi usaha miliknya terletak di Desa Kareung Ateuh, atau Medhang Ghon,.”Galian C yang saya buat itu milik pribadi. tanah pribadi, bukan milik desa. Saya tidak senang dengan kejadian seperti yang dilakukan massa pada Jumat lalu,” ucapnya. Kepada buanaindonesia, Selasa (11/09/18).

(Baca : Sengketa Tapal Batas Antara dua Gampong Geuchik Meudhang Ghon Minta Ketegasan Camat Indra Jaya )

Dikatakannya, Delapan hektar lahan yang ada ditempat tersebut adalah milik pribadi, terdiri dari lima warga, dan satu warga yang sudah terdaftar. “Sebelum saya mendirikan galian C, ada tim yang turun ke lokasi, sebelum izin galian C dikeluarkan”, tandasnya.

Diterangkanya, lokasi galian C tersebut dimiliki beberapa warga dari dua desa yaitu, Kareung Ateuh dan Medhang Ghon. Sedangkan untuk beroperasinya baru berjalan 1 bulan.

Dia mengaku tidak tahu pasti apa permasalahan yang terjadi, sehingga menyisir kepada galian C miliknya. Setahu dia, turunnya massa yang terjadi pada Jumat 7 September 2018 lalu di Kantor Camat Indra Jaya, karna permasalahan tapal batas antar dua desa yang telah lama. Namun tidak kunjung selesai, ” setau saya bukan permasalah dari galian C”. Tambahnya.

Baca : Tapal Batas Desa Tak Kunjung Usai Ratusan Massa Serbu Kantor Camat Indra Jaya )

Kamarudin menduga, “menyisirnya’ warga kepada galian c itu, dipicu oleh ulah sekelompok orang yang merasa tidak senang dengan aktifitas galian C yang dikelolanya. Sehingga, menyasar pada permasalahan lain, diantaranya, pemberian setoran kepada oknum – oknum tertentu. “Apakah itu ada buktinya, Mana buktinya, mana kwitansinya, ada saksinya?, Kalau hanya sekedar bayar kopi dan rokok, itu biasa saja. Apa iya kita duduk di warung kopi, ketemu orang yang kita kenal, tidak dibayar”. imbuhnya.

Sedangkan untuk dua desa di lokasi tersebut, Kamarudin mengakui, turut memberikan sumbangan kepada pihak desa, termasuk Mesjid.

Baca : Tapal Batas Desa Tak Kunjung Usai Ratusan Massa Serbu Kantor Camat Indra Jaya )

Kamarudin menjelaskan, tanah sirtu (pasir batu) itu ia beli seharga Rp 30 ribu per mobil dari lima warga pemilik tanah tersebut. Sementara Kepada Desa Kareung Ateuh dan Desa Meudang Ghon, dia memberikan Rp 10 ribu per mobil.

Selain itu, kata dia, tidak ada alasan massa yang turun ke kantor camat meminta untuk menutup usahanya tersebut. “Jika menurut masyarakat galian C dapat merusak lingkungan, saya meminta kepada Dinas KLH untuk turun dan mengecek kembali. Galian C itu sudah ada izin, bukan legal,” tambahnya.

Pasca aksi warga tersebut, dia mengaku tidak bisa melakukan aktifitas apapun di lokasi galian C miliknya. Bahkan warga pun memintanya untuk memindahkan alat berat dari lokasi galian. “Kalau seperti ini ceritanya, saya yang rugi. Dan saya tidak terima. Usaha saya itu punya izin,” tutupnya.

Bagaimana Menurut Anda?