Pemkab Aceh Jaya Bersama ARC Unsyiah Dan Kemenristekdikti RI, Sepakat Mengembangkan Produk Inovasi Minyak Nilam

1.647 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH JAYA – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, bekerja sama dengan Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, sepakat untuk mengembangkan Produk Inovasi Minyak Nilam.

Hal tersebut dituturkan Bupati Aceh Jaya, Teuku Irfan TB, saat acara Focus Group Discussion (FGD) Nasional Nilam Aceh, yang diselenggarakan oleh ARC dan Kemenristekdikti, bertempat di Ruang Senat Unsyiah Banda Aceh, Rabu, 31 Oktober 2018.

Bupati Aceh Jaya, Teuku Irfan, saat acara menyampaikan, terima kasih yang setinggi – tingginya kepada pihak ARC Unsyiah, yang telah memfasilitasi kegiatan ini, sehingga melahirkan kesepakatan untuk mengembangkan klaster inovasi minyak nilam Aceh. Khususnya Kabupaten Aceh Jaya, yang didukung penuh oleh Kementerian Risetdikti Republik Indonesia, tukas Bupati.

“Pembinaan yang telah dilakukan kepada para petani nilam di Aceh Jaya selama ini, sehingga kata Bupati Irfan, telah menghasilkan beberapa produk turunan minyak nilam, seperti Sabun, bahan wangi – wangian, Aroma Therapi, Parfum (Minyak Preet)”.

Menurut Bupati, hampir seluruh wilayah di Kabupaten Aceh Jaya, kondisi tanahnya sangat cocok untuk ditanami nilam, terangnya. Dengan adanya pembinaan dari ARC Unsyiah yang didukung oleh kemenristek dikti ini, semoga dapat meningkatkan kembali gairah petani untuk menanam nilam sebagaimana yang pernah mengalami masa ‘kejayaan’ minyak nilam di Aceh Jaya beberapa tahun lalu, harapnya.

Akhir – akhir ini, sambung Teuku Irfan TB, petani nilam banyak yang pesimis menanam nilam, dikarenakan adanya penyakit virus yang menyerang tanaman nilam atau yang lebih dikenal dengan pakuk/budoek, serta fluktuasi harga, pungkas Irfan, kepada buanaindonesia.com.

Dengan adanya pembinaan dari Phak ARC Unsyiah ini, masih kata Irfan, perlahan-Lahan kini telah meningkatkan kembali semangat menanam komoditi tersebut, imbuhnya.

Sementara, Direktur Inovasi Industri Kemenristekdikti, Ir. Santosa Yudo Warsono, MT, menambahkan, mengapa pihaknya sangat mendukung program klaster inovasi minyak nilam ini, karena banyaknya keluhan pelaku usaha yang selalu mengimport bahan baku produk kecantikan dari luar negeri, tukasnya.

“Padahal, bahan mentahnya banyak terdapat di Indonesia, seperti yang terdapat di Aceh ini”.

Untuk itu Santosa berharap, agar dalam waktu 3 tahun kedepan sudah ada hasil yang diperoleh dari program ini, katanya, yaitu berupa penghasilan yang berkelanjutan.

“Terutama bagi petani nilam dan para pelaku usaha klaster minyak nilam itu sendiri, sehingga akhirnya, kebutuhan bahan baku produk kecantikan dalam negeri dapat disediakan oleh petani lokal, dan tidak perlu lagi impor”, tandas

Direktur Inovasi Industri Kemenristekdikti, Ir. Santosa.

Amatan media, dalam acara itu, turut diserahkan produk klaster inovasi nilam. Berupa satu unit ketel steel dari Unsyiah kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya.Di serahkan secara simbolis oleh Wakil Rektor IV Unsyiah, Dr. Hizir, diterima langsung Bupati Aceh Jaya, Teuku Irfan TB.

Bagaimana Menurut Anda?