Politis Muda Barat Selatan Harapkan Penganiaya Pongo Abelii Segera Terungkap

3.165 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDA ACEH – Politisi Muda Partai Daerah Aceh (PDA) Nasri Saputra. Mengharapkan pihak berwenang bekerja ekstra keras untuk mengungkap kasus penganiayaan terhadap Pongo Abelii (Orang hutan Sumatera) yang ditembak oleh orang tak dikenal, sampai 74 peluru menembus dibadan. Pada Rabu malam (13/3/2019).

“Nasri meminta, dan mendesak pihak berwenang dapat bekerja ekstra keras untuk mengungkapkan kasus penganiayaan terhadap Pongo Abelii (Orang hutan Sumatera) yang ditembak 74 Peluru”, ucapnya.

Dia mengaku sangat prihatin, dan mengecam serta mengutuk keras atas penganiyanyaan terhadap satwa liar yang dilindungi itu, “Tindakan pelaku tidak bisa dimaafkan dan ditoleril. jika kasus ini terungkap, pelaku harus dihukum sesuai perundang – undangan yang berlaku”, tegas Nasri Saputra.

Kata dia. Terkadang manusia menganggap satwa liar yang dilindungi itu sebagai hama. Padahal, hama sebenarnya adalah manusia yang punya otak, tetapi tidak bisa mengendalikan akal sehat dan pikirannya.

Nasri mengapresiasi BKSDA Aceh, WCS-IP dan HOCRU-OIC, Pusat Karantina Orang Hutan di Sibolangit, atas langkah dan respon cepat dalam mengevakuasi dan upaya penyelamatan terhadap Pongo Abelii yang sedang kritis itu.

“Kedepan, diharapkan, hal seperti ini tidak terulangi lagi. Maka dari itu, pihak berwenang dan pemerintah harus pro aktif melakukan sosialisi perlindungan terhadap satwa liar’, pungkas

Dia menambahkan, satwa – satwa liar itu juga berhak untuk hidup, “Terkadang kita manusia terlalu tamak, serakah, dan jahat terhadap alam. Padahal, alam dan likungan itu tidak akan kenapa – napa tanpa manusia. Tapi manusia itu sangat ketergantungan terhadap alam dan lingkungan. Hal ini yang harus betul – betul dipahami, tutup pria, yang akrap disapa Poen Che’k.

Sebelumnya di informasikan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melakukan evakuasi orangutan sumatera (Pongo abelii) di kebun warga, Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

Setelah mendapat laporan dari masyarakat, Sabtu (9/3).
Tim BKSDA Aceh bersama dengan personel WCS-IP dan HOCRU-OIC turun ke lokasi dan berhasil mengevakuasi dua individu orang utan terdiri dari anak dan induknya.

Dari pemeriksaan awal di lapangan, diketahui bahwa induk orangutan dalam kondisi terluka parah karena benda tajam pada tangan kanan, kaki kanan serta punggung. Selain itu didapati juga kedua mata induk orangutan terluka parah karena tembakan senapan angin. Sedangkan bayi orangutan yang berumur 1 bulan, dalam kondisi kekurangan nutrisi, parah dan shock berat.

Tim kemudian bergegas membawa kedua orangutan tersebut ke Pusat Karantina Orangutan di Sibolangit, Sumatera Utara, yang dikelola Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), melalui Program Konservasi Orangutan Sumatera (SOCP), untuk dilakukan perawatan intensif. Namun dalam perjalanan anak orangutan mati diduga karena malnutrisi.

Dari hasil pemeriksaan x-ray di Pusat Karantina Orangutan, ditemukan peluru senapan angin sebanyak 74 butir yang tersebar di seluruh badan. Kondisi orangutan masih belum stabil sehingga masih akan berada di kandang treatment untuk mendapatkan perawatan intensive 24 jam.

Induk orangutan sumatera berusia sekitar 30 tahun tersebut selanjutnya diberi nama HOPE yang berarti “HARAPAN”, dengan harapan, Hope bisa pulih dan bisa mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik.

KLHK mengecam keras tindakan biadab yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang menganiaya satwa liar yang dilindungi undang-undang yaitu orangutan sumatera (Pongo abelii). BKSDA Aceh telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum LHK, melalui Balai Penegakan Hukum LHK Wilayah Sumatera, untuk mengusut tuntas kasus kematian bayi orangutan sumatera dan penganiayaan induknya, di Subulussalam ini.

“KLHK mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra dan masyarakat yang membantu dalam evakuasi orangutan HOPE. Kita juga meminta pertanggung jawaban Pemko Subulussalam yang dinilai gagal menjalankan perannya dalam hal perlindunga Satwa Liar yang dilindungi.

Bagaimana Menurut Anda?