PWI ACEH : Wartawan Haram Jadi Pengurus Parpol

4.540 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH TIMUR – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Aceh, Tarmilin Usman SE, M.Si, menegaskan, wartawan dilarang keras menjadi pengurus partai politik, baik lokal maupun partai nasional.

“Kalau jadi pengurus partai, lebih-lebih ketua parpol, itu jelas berseberangan dengan kode etik jurnalistik (KEJ). Itu ‘haram’. Tapi kalau sekedar menjadi anggota parpol atau mau nyaleg, boleh – boleh saja,” kata Tarmilin saat menjadi Pemateri pada Pelatihan Jurnalistik kerjasama PWI Aceh Timur dan PT Medco E&P Malaka, di The Royal Hotel Idi, Sabtu (28/10).

Penguji Uji Kompetensi Wartawan PWI Pusat ini menjelaskan, hak seseorang untuk berpolitik tidak tercabut karena berprofesi sebagai wartawan. Namun, hak itu harus dimanfaatkan secara bijak supaya tidak mengganggu profesionalitas dan terbentur dengan kode etik jurnalistik (KEJ).

“Kalau seorang wartawan merangkap pengurus parpol, rentan menyalahgunakan profesi untuk kepentingan partai. Mereka mustahil bisa bersikap independen dan menjaga kemurnian itikad baik ketika membuat karya jurnalistik yang terkait dengan partainya,” papar Tarmilin.

Sementara wartawan yang ingin menjadi anggota parpol atau nyaleg, sambung mantan anggota DPRK Pidie ini, masih diperbolehkan lantaran peran mereka di parpol tidak dominan dan potensi pelanggaran KEJ juga relatif lebih kecil dibanding menjadi pengurus parpol.

“Lagi pula, perwakilan wartawan di parlemen atau pemerintahan juga perlu untuk memperjuangkan kepentingan umum komunitas wartawan. Pun demikian, khusus wartawan yang nyaleg, ketika sudah lolos, sebaiknya non-aktif dulu dari profesi wartawan, dan setelah masa jabatannya habis, baru aktif lagi,” imbau Tarmilin.

Pelatihan jurnalistik kerjasama PWI Aceh Timur dan Medco ini diikuti sekitar 50 wartawan media cetak, elektronik dan online, yang bertugas di wilayah liputan Aceh Timur. Pelatihan digelar dua hari, Jumat- Sabtu 27-28 Oktober 2017, dengan pemateri utama Tarmilin, CEO Kantor Berita Aceh (KBA dot ONE) Moh Sa El Ramadan dan Fachrurozi Operations Manager PT Medco E&P Malaka.

Bagaimana Menurut Anda?