Ribuan Jamaah Padati Tablig Akbar UAS di Aceh Selatan

3.700 dibaca
Ustadz Abdul Somad (UAS) saat memberikan tausiah dihadapan ribuan jamaah tabligh Akbar di di Kotafajar, Kecamatan Kluet Aceh Selatan Sabtu (09/03/19)

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH SELATAN – Lokasi Tablig Akbar Ustadz Abdul Somad (UAS) yang berlangsung di halaman Mesjid Baiturrahim Kotafajar, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan, Sabtu (9/3), dipadati ribuan jamaah.

Jamaah yang datang berbondong – bondong dari berbagai pelosok memadati lokasi menunggu kedatangan  UAS, sejak pukul 8.00 WIB. Bahkan sebagian persimpangan ruas jalan menuju lokasi ditutup .Begitu juga semua aktivitas perdagangan di Kotafajar, ibu kota Kecamatan Kluet Utara itu terlihat sepi, karena toko – toko tutup. Para jamaah yang datang menyaksikan ceramah UAS didominasi berpakaian serba putih dan rapi.

UAS tiba dilokasi atau di panggung utama yang terletak persis di tengah jalan (simpang tiga) samping Mesjid Baiturrahim Kotafajar, sekira  pukul 9.30 WIB.

Diatas panggung utama terlihat hadir Wakil Bupati Aceh Selatan Tgk Amran, Kapolres AKBP Dedy Sadsono ST, Sekdakab H  Nasjuddin SH MM, Ketua MPU Tgk H Abu Armia Ahmad, dan Wakil Bupati Abdya Muslizar MT.

Ustadz Abdul Somad dalam tausiyah diantaranya mengatakan, money politik merusak tatanan demokrasi dan untuk itu ummat Islam harus memilih pemimpin yang baik dan amanah.

“Abdul Somad bukan orang pilitik, Abdul Somad bukan orang partai, tetapi mengingatkan jamaah jangan golput, jangan sebarkan hoaks, jangan ambil uangnya, setuju ?,” ucap UAS dihadapan ribuan jamaah.

Ia menyatakan, kalau ada yang nyumbang uang seratus ribu silahkan  ambil, tetapi jangan coblos orangnya. “Namun kalau ada yang ngasih, ambil uangnya serahkan ke masjid,” tegasnya.

Menurutnya, hanya di Aceh ada Dinas Syariah dan ada Polisi Syariah serta Bank Syariah, sehingga tidak ada perempuan Aceh yang tidak pakai jilbab. Tidak ada perempuan yang pacaran, karena takut ditangkap Wilayatul Hisbah atau polisi syariah.

“Pramugari saja dari berbagai daerah saat mendarat ke Aceh sibuk mencari jilbab. Karena, ada perda atau qanun yang mengharuskan pramugari untuk memakai jilbab saat berada di Aceh,” sebutnya.

Bagaimana Menurut Anda?