Sengketa Tapal Batas Antara Dua Gampong, Geuchik Meudhang Ghon Minta Ketegasan Camat Indra Jaya

6.161 dibaca
Masa mendatangi kantor Camat
Masa mendatangi kantor Camat

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH JAYA – Sengketa tapal batas yang belarut-larut terjadi tanpa penyelesaiaan antara Desa Kareung Ateuh dengan Desa Medhang Ghon. Akibatnya, Jumat 7 September 2018, ratusan warga masyarakat Kareung Ateuh, menyerbu Kantor Kecamatan Indra Jaya.

Sebelumnya, pasal tapal batas tersebut, sekitar 100 orang massa dari Desa Kareung Ateuh mendatangi kantor camat. Ini bermula dari ketidakpastian janji yang diberikan Camat Indra Jaya, Nawawi, kepada warga tentang penyelesaian tapal batas gampong yang sudah disampaikan warga dari tahun 2017.

Geuchik Gampong Medhang Ghon, Sofyan Bin Daud (43) kepada media ini, Senin (10/9/ 2018) menegaskan, pihaknya belum bisa menerima tapal batas yang ditetapkan Camat Nawawi, Jumat kemarin.

Menurutnya, saat pemasangan patok batas desa tersebut, camat tidak ada melibatkan serta pemberitahuan kepada dirinya. Yang ada Camat hanya menelepon.

“Camat Nawawi, tidak menyampaikan perihal adanya massa yang menuntut dipasangnya tonggak kayu tanda batas. Sedangkan titik batas yang dipatok tersebut tidak sesuai”. terang Sofyan Bin Daud.

Seharusnya, sambung dia, saat kejadian itu,,  bila mau memasang patok, camat setidaknya memberitahukan hal itu kepadanya, selaku geuchik di gampong tersebut. Dan tanda batas desa Itu harus sesuai dengan profil gampong. Untuk itu pihaknya menyesalkan tindakan sepihak yang dilakukan camat bersama massa dari Gampong Kareung Ateuh, pada Jumat lalu, tanpa melihat berdasarkan profil desa terlebih dahulu, Atau paling tidak melibatkan pihaknya. “Padahal, permasalahan ini sudah pernah dibicarakan sebelumnya kepada Camat Nawawi.” Kata Sofyan

Sofyan Bin Daud, Geuchik Gampong Medang Ghon berharap, pihak Muspika harus segera meluruskan sengketa tapal batas teesebut  dengan profil gampong yang sudah ada “serta kami lampirkan kepada pihak terkait. Sehingga permasalahan ini, tidak berlarut – larut. Jangan sampai gara – gara batas desa, dapat memicu permasalahan antara dua gampong kembali”. tandas dia.

“Camat Nawawi, harus bersikap tegas menangani sengketa tapal batas yang terjadi antara Gampong Kareung Ateuh dan Gampong Medhang Ghon,” tutup Geuchik Sofyan, kepada buanaindonesia.co.id

Bagaimana Menurut Anda?