Tapal Batas Desa Tak Kunjung Usai. Ratusan Massa Serbu Kantor Camat Indra Jaya

4.681 dibaca
Sekutar 100 masa menyerbu kantor camat
Sekutar 100 masa menyerbu kantor camat

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH JAYA – Sengketa tapal batas antara Desa Kareung Ateuh dengan Desa Medhang Ghon tak kunjung selesai. ratusan warga masyarakat Kareung Ateuh, ‘menyerbu’ Kantor Kecamatan Indra Jaya, Jumat 7 September 2018.

Amatan wartawan dilokasi, warga yang ‘menyerbu’ kantor camat itu diperkirakan sekitar 100 orang. buntut dari janji Camat Indra Jaya, Nawawi, untuk menyelesaikan masalah tapal batas yang terjadi sejak tahun 2017 lalu. namun, hingga kini belum menemukan titik terang.

Menurut sumber yang dihimpun media ini dilokasi, penyelesaian tersebut tidak pernah terselesaikan oleh muspika setempat dikarenakan adanya dugaan permainan bagi hasil yang melibatkan oknum tertentu yang diduga mendapat setoran dari hasil galian C yang berada di lokasi gampong.

Selain itu, adanya oknum – oknum dari aparatur yang diandalkan oleh pemilik inisial K, yang mengaku lahan galian C tersebut sebagai milik pribadinya. Sehingga, bila masyarakat gampong ingin menggugat permasalahan tersebut, inisial K, selalu menakut – nakuti dengan menjual nama oknum aparatur pemerintah sebagai pemilik lokasi galian C tersebut.

Alur Sungai yang diduga di timbun menjadi jalan di lokasi galian
Alur Sungai yang diduga di timbun menjadi jalan di lokasi galian

Menurut keterangan warga, kedatangan masyarakat itu mempertanyakan mengenai tapal batas antara Desa Kareung Ateuh, dengan Desa Meudhang Ghon, serta izin aktivitas galian C yang direkomendasikan oleh Camat Indra Jaya.

Ibrahin alias Bram (37), Salah satu perwakilan massa, kepada buanaindonesia.co.id, menjelaskan, polemik yang terjadi itu sudah 1 tahun berjalan, tetapi belum ada penyelesaian yang dilakukan Muspika, terutama camat.

Kedatangan warga di kantor camat dengan tujuan aksi damai, “Pihak kami hanya menuntut keadilan meminta pihak camat segera dapat menyelesaikan permasalahan tapal batas desa dan galian C, yang diduga dibeking oleh oknum apaarat,” terang Bram kepada media.

Saat itu, sambung Bram, camat pernah berjanji, namun diingkarinya. Bahkan Sudah pernah ada kesepakatan, jika masalah tapal batas itu belum selesai, dilarang melakukan aktifitas galian C di dua desa tersebut,” beber Ibrahim.

Sementara, Camat Indra Jaya, Nawawi kepada buanaindonesia mengaku, penyelesaian tersebut, pernah dilakukan, tetapi dari kedua belah pihak tidak ada itikad baik,

Tetapi alhamdulilah, kata dia, hari ini walaupun ada masyarakat dalam kondisi emosi dan ada yang tidak, permasalahan ini sudah selesai. “Kami bersama Muspika sudah memberikan tanda batas gampong yang selama ini bermasalah”. Katanya

Terkait rekomendasi galian C yang ditanda tangani camat dan Muspika, tambah Nawawi, pihaknya mengaku itu kesilapan. Manusia mana yang tidak luput dari kesalahan, “untuk hal itu saya sudah minta maaf dengan masyarakat”. ujar Camat Nawawi.

Pantauan media di lokasi galian, sebagian aliran sungai sudah rusak, akibat dari galian C sirtu, tersebut. Ada sungai yang ditimbun untuk dijadikan jalan lintas bagi dump truck, sehingga dasar alur sungai tertutup. Sedangkan bagian bibir sungai, sudah banyak yang tergerus oleh air.

Bagaimana Menurut Anda?