Terkait Penyerahan Sepucuk Senjata Laras Panjang Oleh Warga, Ini Kata Polres Pidie

5.586 dibaca

BUANAINDONESIA.COM, ACEH – Penyerahan senjata laras panjang jenis AK 56 sisa konflik aceh beserta 27 (dua puluh tujuh) amunisi Aktif dan 1 (satu) Buah Magazine, yang dilakukan oleh warga Kecamatan Kembang Tanjung Kecamatan, Kabupaten.Pidie, penyerahan tersebut berlangsung pada Rabu (29/03/2017) sekira jam 11.30 Wib di Posko Media Center Mapolres Pidie.

Kegiatan tersebut di buka oleh Kapolres Pidie AKBP M. Ali Kadhafi, SIK didampingi oleh Waka Polres Pidie Kompol Tirta Nur Alam, SE, Kabag Ops Polres Pidie Kompol Apriadi, S.Sos, MM,  dan dihadiri oleh para rekan-rekan media, dari berbagai daerah.

Dalam jumpa pers yang digelar sekitar 1 jam lebih tersebut, mantan Kapolres Bireuen menjelaskan awal mula penyerahan yang dilakukan secara sukarela oleh warga Kecamatan Kembang Tanjung, yang diterima oleh Kasat Resnarkoba Polres Pidie, AKP Raja Aminuddin Harahap, S.Sos, setelah lebih kurang 2 bulan lamanya melakukan penggalangan di Kecamatan tersebut.

Berkat kesabaran dan pendekatan dengan warga sekitar, akhirnya pada Senin (27/03) sekira jam 17.15 Wib, AKP Raja Aminuddin Harahap, S.Sos menjumpai salah seorang warga Kecamatan Kembang Tanjung, di pinggir jalan tepatnya di Kecamatan Kembang Tanjung.

Saat menemui salah seorang warga dengan sebutan AGAM, dirinya secara sukarela menyerahkan senjata api sisa konflik aceh tersebut kepada pihak Kepolisian Polres Pidie, kemudian setelah senjata tersebut di serahkannya ia pun langsung pamit dan meninggalkan lokasi.

Kapolres Pidie AKBP M. Ali Kadhafi, SIK, saat jumpa pers di posko Media Center Mapolres Pidie mengatakan, penyerahan senjata api beserat 27 (dua puluh tujuh) peluru aktif dan satu magazine tersebut dilakukan oleh warga kembang tanjung, dan menyerahan itu dilakukannya secara sukarela dan tidak ada kaitannya dengan politik.

“Begitu juga dengan aksi penembakan yang selama ini terjadi di Kababupaten Pidie, lanjud Kapolres, penyerahan senjata ini dilakukan dengan sukarela, kemungkinan senjata ini sisa koflik aceh, bukan senjata yang dipergunakan untuk melakukan teror atau ancaman yang terjadi selama ini, tutup M. Ali.

Bagaimana Menurut Anda?