Terkait Polimik Gugatan Pilkada, Ini Kata Sekretaris KIP Aceh Utara

6.464 dibaca

BUANAINDONESIA.COM, ACEH – Terkait polelimix yang berkembang di tengah-tengah masyarakat, pasca gugatan hasil Pilkada, baik di tingkat Kabupaten, atau di tingkat Provinsi Aceh, yang telah dilaksanakan oleh Kemite Penyelenggara Idependen (KIP) pada 15 Februari lalu, dan telah di gugat oleh beberapa Pasangan Calon (Paslon), kondisi tersebut telah menimbulkan berbagai penafsiran dari kalangan masyarakat luas.

Menanggapi hal itu, Sekretaris KIP Aceh Utara, Hamdani S.Ag, memberikan tanggapannya, terkait dengan semua gugatan yang telah di daftarkan, kita tunggu saja hasil keputrusan dari Mahkamah Konsitisi (MK), dan pihak Kip Aceh Utara sangat menjujung tinggi proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami minta kepada masyarakat dan semua pihak agar menunggu proses hukum yang sedang berlangsung di MK, dan jangan terpengaruh dengan statement dari tim pemenangan atau pun simpatisan partai pendukung paslon, sebagai warga Negara kita harus menghormati dan menjunjung tinggi, proses hukum yang saat ini sedang berlangsung,” ujarnya.

Lanjud Hamdani, dan apapun hasil keputuskan yang ditetapkan oleh Mahkamah konsitusi nanti, harus dapat kita terima dengan lapang dada, karena itu merupakan keputusan akhir, serta menjadi acuan kami selaku pihak penyelenggara untuk melakukan penetapan Pasangan Calon terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara Periode 2017-2022.

Sekretaris KIP Aceh Utara juga mengucapakn terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh elemen masyarakat, yang telah membatu dan mendukung pelaksanaan Pilkada di Aceh Utara, sehingga proses tahapan Pilkada telah terlaksana dengan baik, Demokratis, bersih serta damai, dan tidak ada intevensi dari npihak manapun.

“KIP Aceh Utara sangat mengapresiasi terhadap kinerja para penyelenggara di tingkat Kecamatan maupun Gampong yang telah bekerja keras dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkada Tahun 2017 ini, semoga tugas-tugas yang telah dijalankan selama ini menjadi bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah dimasa mendatang,” tutup Hamdani.

Bagaimana Menurut Anda?