Walikota Mau Tutup BPKS, YARA Protes

4.455 dibaca

BUANAACEH.COM, SABANG –  Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Kota Sabang, Teuku Indra Yoesdiansyah menyesalkan atas pernyataan Walikota Sabang, H Zulkifli H Adam di media baru-baru ini. Pasalnya, Indra menilai bahwa apa yang dilontarkan pada media itu tentu dapat merugikan daerah.

Untuk diketahui, dalam pernyataannya di media online terbitan Kamis, 13 Oktober 2016 walikota menyatakan bahwa dirinya akan meminta kepada Presiden untuk menutup Badan Pengusaha Kawasan Sabang ( BPKS ).

“ Saya khawatir statement itu tentu akan merugikan daerah Sabang itu sendiri, “ ujar Indra yang kerap disapa Popon.

Menurut Popon, BPKS sejak dari tahun 1999 hingga sekarang, sudah banyak menghabiskan dana triliyunan rupiah untuk Sabang

“ Jadi tidaklah mudah seorang walikota untuk menutup BPKS begitu saja. Oh kalau persoalan kinerja dan manfaat kan bisa di evaluasi, baik sumber daya manusia atau manajemennya,” kata Popon.

Popon mengakui, walikota Sabang merupakan anggota Dewan Kesejahteraan Sabang ( DKS ). Tentu beliau memiliki kapasitas untuk mengontrol dan mengawasi kinerja lembaga yang dananya bersumber dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara ( APBN ).

“ Seharusnya walikota selaku anggota DKS merekomendasi kepada Gubernur selaku Ketua DKS untuk dapat mengevaluasi kinerja dan sumber daya manusia di BPKS. Sehingga kehadiran lembaga tersebut mampu berbuat lebih untuk pertumbuhan ekonomi di Sabang,” ucap Popon.

Popon menambahkan, walikota seharusnya lebih kooperatif dan bijak dalam bertindak. Terlebih beliau adalah anggota Dewan Kesejahteraan Sabang (DKS), setidaknya lebih memahami tugas pokok dan fungsinya

“ Jadi saya selaku ketua YARA tidak sepakat jika walikota atau ada pihak lainnya meminta untuk menutup lembaga tersebut. Itukan pernyataan orang tidak ada sekolahan,” cetus Popon

Bagaimana Menurut Anda?