Wartawan di Aceh Timur Diberi Pelatihan Khusus Oleh PWI Aceh

7.030 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH TIMUR – Untuk menciptakan jurnalis yang berkualitas dan profesional serta menjunjungi tinggi kode etik dan UU PERS. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Aceh Timur bekerjasama dengan PT. Medco E&P Malaka mengadakan pelatihan jurnalistik di Royal Hotel Idi, selama dua hari yakni Jumat  dan Sabtu 27-28 Oktober  2017. 

Kegiatan ini diikuti lebih kurang 55 peserta dari media cetak, elektronik dan media online. Wilayah liputan Kabupaten Aceh Timur. Pelatihan dan pemantapan ilmu jurnalistik ini dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Timur H.Hasballah Bin H M Thaib yang diwakili Sekda M. Iksan Ahyat serta opening ceremony nya turut dihadiri Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyanto, Asisten III Safrizal, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Aceh Timur Khairul Hisyam, Danramil 08/Idi Rayeuk Kapten Inf Suharno dan Deputy GM Block A Asset PT. Medco E&P Malaka, Susanto dan Arin  Humas PT. Medco E&P Malaka.

Musyawir Ketua PWI Kabupaten Aceh Timur, dalam laporannya singkatnya menjelaskan, kegiatan pelatihan jurnalistik ini disponsori oleh  PT. Medco E&P Malaka juga didukung oleh PT. Sepakat Jaya, PT. Abad Jaya juga  PT Jasa Mandiri Nusantara dan The Royal Hotel yang dihadiri sebanyak 55 peserta kurang lebih dari Aceh Timur.

“Semua peserta pelatihan adalah wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Aceh Timur, baik itu wartawan media cetak, online, elektronik  juga wartawan Radio,” tutur Musyawir.

Sebagai pemateri dalam pelatihan jurnalistik ini, Musyawir juga menerangkan, PWI Aceh Timur menghadirkan tiga pemateri,  diantaranya, Tarmilin Usman ( Ketua PWI Aceh). Penguji  UKW Tingkat Nasional, Muhammad Shaleh Ramadhan, penguji UKM Nasional dan juga  Fakhurazi pemateri yang disediakan oleh PT. Medco.

“Kegiatan pelatihan jurnalistik ini di gelar selama dua hari,  yakni Jum’at 27 s/d  28 Oktober 2017, ” tuturnya

Ketua PWI Aceh Timur berharap dengan pelatihan ini wartawan Aceh Timur bisa lebih profesional lagi dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya dilapangan dan juga menjunjung tinggi UU PERS serta  tetap menjaga etika dan kode etik sebagai wartawan.

“saya juga tidak lupa mengucapkan selamat datang kepada dua organisasi lokal wartawan yaitu Kumpulan Wartawan Aceh Timur (KuWAT) dan Aliansi Jurnalis Aceh Timur,  ” katanya

Selanjutnya, sambutan dari Deputi GM Asset PT Medco E&P Malaka  Susanto memaparkan, pada saat ini PT Medco sedang membangun tempat exsplorasi migas, “tentunya kami sangat menginginkan adanya dukungan dari pihak media untuk memberitakan tentang kegiatan kami secara berimbang, terutama kegiatan yang kami lakukan dalam exsploitasi dan exsploirasi Minyak dan Gas (Migas) Blok A. Kecamatan Indra Makmur Aceh Timur. SSemoga kontribusi yang kami berikan kepada Aceh Timur mendapat dukungan dari rekan-rekan media, terkait pemberitaan PT. Medco E&P Malaka, kami mengharapkan bisa berimbang agar mendapat preview dari Perusahaan,” tutur  Susanto.

Mudah-mudahan dengan adanya pelatihan jurnalistik itu, Sambungnya,  iwartawan Aceh Timur mendapatkan pengetahuan yang baik tentang migas.

Sementara itu, Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto S.I.K,M.Hum dalam sambutannya,  sangat mendukung dan menyambut baik,  dengan adanya pelatihan jurnalistik  diharapkan  rekan-rekan wartawan lebih paham hukum.

“Kawan-kawan wartawan harus lebih memahami Undang-Undang Nomor 40. Tahun 1999 Tentang Pers. Apa itu Pers, apa itu wartawan,” tuturnya

Kapolres juga mengingatkan, selain  UU Pers, rekan-rekan wartawan juga di atur dengan undang-undang yang lain, seperti Undang-Undang ITE dan juga Undang-Undang Keterbukaan Publik.

“Kebebasan Pers memang diatur dalam Undang-Undang dan menyebutkan wartawan bebas mencari dan memberikan informasi publik, akan tetapi  berita itu harus berimbang dan harus obyektif, Etika wartawan juga harus dikedepankan,” ujarnya.

“Saya juga meminta Kepada PT. Medco E&P Malaka, supaya jangan berhenti sampai di sini, tolong diperhatikan rekan-rekan wartawan, dibina dan dibantu kesejahteraan, karena kebanyakan wartawan di Aceh Timur tidak bergaji,” tuturnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) M. Ikhsan Ahyat, mewakili Bupati Aceh Timur, saat pembukaan kegitan tersebut digelar  mengatakan, dalam kebebasan pasti ada norma etika dan batasan, seiring dengan arahan Bapak Kapolres dalam pemberitaan, “saya berharap kepada rekan wartawan agar bisa memilah dan memilih, mana yang layak dipublikasikan dan mana yang tidak”. Ujar Ikhsan.

Ditambahkan olehnya, dengan pelatihan ini, mudah-mudahan hukum bisa ditegakkan. Dengan adanya pelatihan jurnalistik ini, semoga para wartawan kita di Aceh Timur bisa  Go Internasional dan bisa membawa isu nasional, seperti TKI asal Aceh Timur.

M. Ikhsan Ahyat  turut mengucapkan terima kasih kepada PT. Medco E&P Malaka, yang telah merangkul rekan-rekan media, hingga bisa terjalinnya suatu kegiatan seperti pelatihan jurnalistik tersebut.

Bagaimana Menurut Anda?