YARA Minta Pertamina Jangan Mengubar Pernyataan Karena Tidak Sesuai Fakta

4.483 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, LANGSA  – Kelangkaan gas elpiji 3 Kg selama dalam sepekan, Membuat Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA)  perwakilan Kota Langsa, Provinsi Aceh angkat bicara  YARA meminta pihak pertamina jangan cuma pandai mengumbar janji, “Masyarakat sudah sangat lelah dengan para cukong Penyalur yang bekerja sama dengan Stasiun Pengisian Bahan Elpiji (SPBE) PT. Hu Laju di Alue Pineung, Kecamatan Langsa Timur.” Kata Muhammad Abubakar menanggapi pernyataan Jr Sales Executive LPG I Pertamina Aceh Yogi Indraprastya yang di terbitkan oleh salah satu media Rabu 25 Oktober 2017

Menurut YARA, yang disampaikan melalui pesan rilis yang dikirimkan melalui Whappshapnya kepada buanaaceh.co.id Rabu (20/10/2017). Pernyataan itu sangat konyol, karena masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Timur, selain harga Gas Elpiji 3 Kg melambung, warga juga tidak bisa mendapatkannya.

YARA  perwakilan Kota Langsa, sangat menyayangkan pernyataan Pertamina yang tidak sesuai fakta di lapangan, “buktinya masyarakat Langsa dan sekitarnya terhitung dari Jum’at (20/ 1O/2017) sudah tidak bisa mendapatkan Gas Elpiji 3 Kg. bahkan sebagian pangkalan terang terangan membuat pengumuman gas tersebut tidak tersedia, “kata Abubakar dalam rilisnya.

YARA  meminta pihak Pertamina selaku pengawas, untuk mengevaluasi kontrak kerja dengan perusahaan penyaluran Gas Elpiji 3 Kilogram karena dianggap telah merugikan konsumen.

Sebelumnya pihak Pertaminan Aceh Yogi Indraprastya bagian Jr Sales Executive LPG I melalui media, menyatakan bahwa penyaluran elpiji khususnya 3 kilogram tidak mengalami kelangkaan, semua sudah tersalurkan sesuai perintah pemerintah.

“Untuk penyaluran distribusinya itu dikami sampai saat ini tidak ada kendala, Aceh khususnya ataupun di Aceh Timur dan Aceh Tamiang, sampai saat ini tidak ada kendala distribusi, alokasi yang kami berikan pun sama seperti bulan sebelumnya tidak ada pengurangan sama sekali,  jika dilihat dari trek kayaknya stabil, karena jika dilihat tidak ada momen-momen hari besar yang kebutuhan elpijinya melonjak. Namun jika ada laporan dari masyarakat, maka akan segera kita tindak lanjuti.” Pernyataan Yogi sampaikan.

“Jadi untuk harga elpiji saat ini setara Rp 10.500 per kg, atau seharga Rp 31.500 untuk tabung 3 kg. Namun pemerintah telah memberikan subsidi sebesar Rp 5.750  untuk  setiap kg elpiji atau Rp 17.250 per 3 kg. Dengan begitu, masyarakat hanya membayar Rp 4.750 per kg atau Rp 14.250 per tabung.

“jadi tidak ada kenaikan harga sebesar Rp.30 ribu pertabungnya, harga masih dalam keadaan normal, Kemungkinan tiap bulan ada penyesuaian tergantung harga CP Aramco dan Kurs dolar.” Jelas Jr Sales Executive LPG I Pertamina Aceh,” Imbuh Abubakar.

 

Bagaimana Menurut Anda?