YARA Terima Pengaduan Korban Mall Praktek RSUD Langsa

5.979 dibaca

BUANAACEH.COM, LANGSA – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) perwakilan Langsa Selasa 7 Februari 2017 merima laporan dari M. Nur (50tahun) warga Kampung Mutia, kecamatan Langsa Kota, kota Langsa Aceh terkait dugaan Mall Praktek yang di lakukan oleh dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa pada bulan Desember 2016.

Hal itu di ungkapkan ketua YARA Langsa Muhammad Abubakar Selasa 7 Februari 2017, melalui Pers Release kepada Media BUANAACEH, menyangkut dengan laporan tersebut, YARA akan melakukan upaya hukum terkait dugaan Mall Praktek yang di lakukan dr. Reny di RSUD Langsa, kita menduga akibat kecerobohan dokter pasien atas nama Kamariah (14 tahun) meninggal dunia.

Koban almarhumah Kamariah (14thn) anak pasangan M. Nur (50thn) dan Nurhayati (40thn) di duga kuat meninggal akibat kecerobohan dokter karena pemasangan selang Nasogastric Tube atau Nasogastrik (NGT), kita menduga ada kesalahan prosedur maupun alat yang di gunakan oleh dokter.

Seperti di ceritakan orang tua korban M. Nur, putrinya almarhumah Kamariah (14) masuk ke RSUD Langsa pada Kamis Sore (15/12/2016) dan di rawat di ruang THT kamar 5, namun ke esokan harinya “Kamariah” di pindah kan ke ruangan anak kamar No 2.

“Kemudian pada hari Jum’at (16/12/2016) kondisi pasien dalam keadaan sadar meskipun dirinya dalam keadaan lemas dan terbaring. Namun pihak perawat dan doktor Muda menjenguk dan menawarkan kepada orang tua pasien tersebut untuk di pasang selang mekanan (NGT) yang di masukkan melalui hidung nya.

Saat itu M. Nur orang tua korban merasa keberatan anaknya di masukan selang tersebut, sehingga pihak RSU Langsa membuat surat perjanjian kepada keluarga pasien  yang berbunyi,” Saya yang bertanda tangan di surat ini bahwa orang tua Kamariah tidak menyetujui anaknya di pasang selang NGT, lalu dokter tanpa sepengetahun keluarga pasien memasangkan selang NGT, akibatnya beberapa jam kemudian (sabtu pagi 17/12/2016 pasien meninggal dunia karena pendarahan  yang keluar melalui mulut korban, ‘terang M. Nur.

Bagaimana Menurut Anda?