Bank Belum Berpihak ke Petani

2.498 dibaca
Ilustrasi - Musim panen padi.

BUANAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA- Perbankan rupanya belum begitu melirik sektor pertanian untuk menyalurkan kredit, karena sampai sekarang masih sangat sedikit petani yang memiliki akses ke kredit bank.

Menurut peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), hanya sekitar 15 persen petani yang sudah mengakses kredit bank dan sebanyak 52 persen petani mendapatkan sumber biaya dari kredit non-bank dan non program.

Kredit non-bank ini dengan mengandalkan modal sendiri, koperasi, kerabat, dan lembaga keuangan non-bank, sedangkan dengan kredit program PNPM atau KUR sebanyak 33 persen, kata Yeni Septia, peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI.

“Bank masih belum tertarik dalam menyalurkan kredit ke sektor pertanian,” ujar Yeni, seperti dilansir dilaman beritasatu, Rabu 20 September 2017

Menurut Yeni, berdasarkan sektor ekonomi tahun 2015, penyaluran kredit bank umum pada sektor pertanian, pertenakan, kehutanan, dan perikanan hanya 9 persen. Kemudian jika dilihat hanya sektor pertanian secara umum terlihat trendnya terus meningkat selama periode 2011 – 2015 tetapi persentasenya tetap kecil.

Begitupula sub sektornya yaitu pertanian tanaman pangan dan perkebunan yang hanya 0,88 persen.

Berdasarkan data LIPI, terlihat bahwa tingkat kesejahteraan petani juga tergantung dari pembiayaan pertanian. Data sensus ekonomi nasional 2016 menunjukkan bahwa sumber pembiayaan dari kredit bank lebih mensejahterakan petani dibanding dengan petani yang menggunakan kredit non-bank dan non program.

Namun dalam masalah kesejahteraan ini hanya petani yang bankable saja yang mendapatkan akses kredit.