Bupati Garut : Hindari Hal Ini !

5.754 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID,GARUT – Pangarusutamaan Gender ( PUG ) adalah isu lintas sektoral yang memastikan semua orang hak nya terpenuhi, baik laki – laki, perempuan, anak dan penyandang disabilitas serta kelompok rentan lainnya dengan menintregasikannya dalam program pembangunan yang akan dibuat oleh suatu daerah sehingga bisa melaksanakan 7 prasyarat awal pelaksanaannya.

Pengarusutamaan gender di kabupaten Garut bukan hal baru, catatan sejarah telah membuktikan dengan adanya sekolah keutamaan istri yang didirikan oleh Ra.Lasminingrat.hingga peran itu diakui sebagai tonggak sejarah mulainya pengarusutamaan gender di kabupaten Garut.

Seiring berjalannya waktu, dibawah kepemimpinan Bupati Garut H.Rudy Gunawan dan Wakil Bupati H Helmi Budiman, masalah Pangarusutamaan gender menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dalam pembangunan secara paripurna di kabupaten Garut.

“Masalah Pengarusutamaan gender di kabupaten Garut telah Kita sosialisasikan di seluruh lapisan masyarakat, dan telah melaksanakan secara sistematik dan terintregasi”, kata Bupati Rudy Gunawan, Kamis 8 November 2018.

Lanjut Rudy Gunawan, dalam rangka mewujudkan itu, bagaimana gender perlu dilindungi dan berkeadilan dengan kaum laki – laki.

” Secara Horistik Kita mencoba bagaimana Mewujudkan gender berkeadilan, salah satu nya membangun P2WKSS sebagai satu program peningkatan wanita dalam rangka mewujudkan kesejahteraan dilingkungannya, di situ wanita bisa belajar menjahit, menyulam sehingga bisa meningkatkan ekonomi tidak kalah dengan laki – laki “, ujar Rudy Gunawan.

Tentu sambung Rudy, diberbagai bidang pendidikan, kesehatan di pemerintahan pemberdayaan perempuan termasuk kalangan usaha yang dilakukan oleh kaum perempuan.

” Untuk Di bidang pendidikan di Garut, Kita ingin semua seimbang semua diperankan gender dan laki – laki secara bersama – sama saling melengkapi, saling menguatkan disegala sendi kehidupan, begitu juga di segi usaha”, jelasnya.

Rudy Gunawan menambahkan, demikian pula dipemerintahan daerah, sebagai pembina kepegawaian daerah memberikan harapan yang baik berdasarakan kopetensi.

” Siapa yang memiliki Kopetensi memiliki hak yang sama, pejabat Setda juga perempuan, ada Kepala Dinas perempuan, persoalannya sekarang bagaimana Kita meneruskan program dalam rangka memberikan peranan yang lebih lagi kepada perempuan agar tidak ada perasaan diskriminasi terhadap gender itu Kita hindari, perasaan tidak adil, tidak dihargai, perasaan perempuan lemah ini sudah tidak ada lagi di kabupaten Garut”, pungkas Rudy Gunawan.