Ditolak Rujuk Mantan Suami Aniaya Mantan Istri, Satreskrim Polres Pandeglang Bergerak Cepat

7.174 dibaca

Tersangka BPA pelaku Penganiaya Mantan Istrinya yang berhasil ditangkap

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Tidak butuh waktu lama Satuan Reserse Kriminal ( Satreskrim) Polres Pandeglang ungkap kasus tindak pidana Penganiayaan yang terjadi pada har Senin 23 November 2020, kejadian penganiayaan terjadi diwilayah kecamatan Bojong Kabupaten Pandeglang Banten.

Advertisement

Terjadi pada hari Hari Senin tanggal 23 November 2020, sekitar pukul 05.30 Wib, di Kampung Margamukti Rt 19 Rw 05 Desa.Bojong, Kecamatan. Bojong Kabupaten Pandeglang. Dengan identitas Korban Yunah Yunengsih (35) tahun, warga Kampung Marga Mukti Desa Bojong Kecamatan Bojong, Korban adalah seorang Guru Honorer disalahsatu Sekolah di Kecamatan Bojong.

” Benar telah terjadi Penganiayaan di wilayah kecamataan Bojong, dan pelaku dan barang bukti sebilah Golok sudah kita amankan di Mapolres Pandeglang, Pelaku berinisial (BPA) 49 tahun Seorang PNS yang merupakan warga Kabupaten Serang,” ungkap Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Nandar.

Nandar menjelaskan, pelaku (BPA) yang merupakan mantan suami korban, yang awal mulanya Pelaku menghampiri korban Unah Yunengsih yang sedang berada di dapur lalu dengan maksud untuk mengajak rujuk kembali tetapi korban menolaknya, kemudian pelaku langsung membacokan sebilah golok yang dibawa pelaku sebanyak beberapa kali kearah korban yang mengenai bagian belakang kepala dan mengenai tangan kiri korban sehingga korban mengalami luka-luka akibat bacokan senjata tajam jenis golok tersebut kemudian korban di bawa ke puskesmas saketi untuk medapatkan perawatan medis.

” adapun modus pelaku merasa sakit hati karena permintaan rujuk nya di tolak oleh korban dan lalu pelaku membacokan sebilah golok kepada korban dengan membabibuta sehingga menyebabkan korban luka bacok yang cukup parah. Tersangka akan kita jerat denga Pasal Tindak Pidana Penganiayaan yang mengakibatkan luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat 2 KUH Pidana, dengan ancaman hukuman 5 tahun,” pungkasnya.