UAS Tertunda, Wabup Pandeglang Minta Korwas Pendidikan Dirombak

9.236 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Sebelumnya Buana Indonesia telah memberitakan terkait tertundanya UAS tingkat Sekolah Dasar (SD) di Pandeglang, karena keterlambatan distribusi soal dari pihak percetakan.

Menurut Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban mengatakan kejadian tersebut merupakan kesalahan fatal dan telah mencoreng dunia pendidikan di Pandeglang.

“Tentunya kami kecewa sebagai penyelenggara negara. Ini sangat miris sekali, karena terjadi di 15 Kecamatan, kami menyayangkan sikap ketidakprofesionalan seperti ini. Karena ini sejarah, baru kali ini terjadi, jadi sangat memalukan,” tutur Tanto.

Tanto mendesak agar Tim Koorwas Pendidikan Kabupaten Pandeglang untuk dirombak dan mengusulkan Dindikbud untuk melakukan evaluasi.

“Korwas ini wajib dan harus dirombak karena sudah fatal sekali. Usulan saya Dindikbud untuk segera evaluasi tim yang terlibat, mengapa bisa terjadi kesalahan fatal seperti ini,” desak Tanto.

Ke depannya, Tanto berharap, kejadian tersebut dijadikan pelajaran agar tidak terulang ditahun mendatang. Korwas dan Dindikbud harus lebih intens berkoordinasi untuk menentukan perusahaan percetakan yang bonafit. Dengan demikian, pelajar yang merupakan tonggak masa depan bangsa, tidak dirugikan.

“Masa problem sistem seperti ini saja yang sudah jelas masih gagal? Sekarang tinggal menunjukkan sikap profesional, mencari percetakan yang bonafit, agar sesuai dengan agenda yang direnacanakan, apalagi ini kan masuk agenda penting yang melibatkan banyak orang,” tandas mantan Ketua KNPI Banten tersebut.

EDITOR: WN