{"id":22503,"date":"2016-04-23T21:25:03","date_gmt":"2016-04-23T14:25:03","guid":{"rendered":"http:\/\/buanaindonesia.com\/news\/jabar\/?p=22503"},"modified":"2016-04-23T21:25:03","modified_gmt":"2016-04-23T14:25:03","slug":"ada-apa-dibalik-kerusuhan-lapas-banceuy","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/ada-apa-dibalik-kerusuhan-lapas-banceuy\/","title":{"rendered":"Ada Apa Dibalik Kerusuhan Lapas Banceuy?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">BANDUNG, BuanaIndonesia.com &#8211; Kementrian Hukum dan HAM menyerahkan sepenuhnya kasus tewasnya seorang narapidana dalam ruangan khusus yang berujung pada kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banceuy, Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat Agus Toyib mengatakan insiden tersebut diselidiki lebih lanjut oleh kepolisian.<\/p>\n<p>&#8220;Masalah itu sudah ditangani oleh Polrestasbes&#8221; kata Agus<\/p>\n<p>Lebih lanjut Agus menyatakan berdasarkan informasi dari Lapas Banceuy ada seorang narapidana bernama Undang Kosim meninggal dunia dengan menggantung diri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Tadi malam saya mendapat informasi ada meninggal bunuh diri. Apakah dilakukan warga binaan atau petugas, saya sendiri tidak melihat korban&#8221; jelas Agus.<\/p>\n<p>Jenasah Undang dibawa polisi untuk divisum. Polisi mengaku telah mengamankan tiga narapidana yang diduga provokator kerusuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebelumnya dikabarkan terjadi kerusuhan dan pembakaran di Lapas Banceuy. Kerusuhan bermula dari para napi penghuni Blok B Lapas Banceuy yang tak terima kabar kematian salah satu napi, Undang Kosim (54), di sel isolasi. Pihak Lapas Banceuy menyebut meninggalnya Undang karena bunuh diri. Sedangkan napi punya versi berbeda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Bukan gantung diri, tapi dibunuh!&#8221; kata salah seorang napi saat itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sementara itu, Agung ( salah seorang napi ) yang saat itu bersama Undang diboyong petugas Lapas Banceuy ke sel isolasi pada Jumat kemarin (22\/4). Agung dituduh sipir menggunakan narkoba di kamarnya. Dia tidak mengetahui alasan Undang ikut dibawa petugas ke sel isolasi.<\/p>\n<p>Keduanya menempati kamar berbeda di area isolasi. &#8220;Masuk sel pengasingan itu enggak boleh membawa apa-apa,&#8221; ucap Agung.<\/p>\n<p>Dia terkejut setelah mendengar kabar Undang meninggal dunia yang diduga bunuh diri pada Sabtu dini hari (23\/4\/2016). Agung tidak percaya jika rekannya tersebut nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri menggunakan kabel. Kata Agung Undang dua bulan lagi Undang menghirup udara bebas.<\/p>\n<p>&#8221; Katanya gantung diri pakai kabel panjang. Setahu saya, Abah ( panggilan Undang ) sehat-sehat saja sebelumnya. Dia dua bulan lagi bebas. Jangankan sarung, di dalam sel itu enggak ada apa-apa. Saya saja cuma memakai kaus dan celana pendek,&#8221; tutur Agung.<\/p>\n<p>Agung mengaku, dirinya mendapatkan perlakuan tidak pantas oleh oknum sipir saat meringkuk di kamar khusus tersebut. Itulah mengapa Agung menuduh petugas Lapas Banceuy bertindak serupa terhadap Undang.<\/p>\n<p>&#8220;Di dalam sel pengasingan, saya disiksa. Disuruh mengaku pakai narkoba setelah sempat tes urine,&#8221; ujar Agung.<\/p>\n<p>Kepala Lapas Banceuy, \u00a0Agus Irianto membantah kematian Undang gara-gara disiksa sipir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Dia (Undang) meninggal karena gantung diri,&#8221; ucap Agus.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNG, BuanaIndonesia.com &#8211; Kementrian Hukum dan HAM menyerahkan sepenuhnya kasus tewasnya seorang narapidana dalam ruangan khusus yang berujung pada kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banceuy, Bandung, Jawa Barat. Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat Agus Toyib mengatakan insiden tersebut diselidiki lebih lanjut oleh kepolisian. &#8220;Masalah itu sudah ditangani [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":22504,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true},"categories":[5],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2016\/04\/Kerusuhan-Lapas-Banceuy.jpg?fit=533%2C355&ssl=1","jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/ada-apa-dibalik-kerusuhan-lapas-banceuy\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ada Apa Dibalik Kerusuhan Lapas Banceuy? - BUANAJABAR.CO.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BANDUNG, BuanaIndonesia.com &#8211; Kementrian Hukum dan HAM menyerahkan sepenuhnya kasus tewasnya seorang narapidana dalam ruangan khusus yang berujung pada kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banceuy, Bandung, Jawa Barat. Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat Agus Toyib mengatakan insiden tersebut diselidiki lebih lanjut oleh kepolisian. &#8220;Masalah itu sudah ditangani [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/ada-apa-dibalik-kerusuhan-lapas-banceuy\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BUANAJABAR.CO.ID\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-04-23T14:25:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2016\/04\/Kerusuhan-Lapas-Banceuy.jpg?fit=533%2C355&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"355\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/\",\"name\":\"BUANAJABAR.CO.ID\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/ada-apa-dibalik-kerusuhan-lapas-banceuy\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2016\/04\/Kerusuhan-Lapas-Banceuy.jpg?fit=533%2C355&ssl=1\",\"width\":533,\"height\":355},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/ada-apa-dibalik-kerusuhan-lapas-banceuy\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/ada-apa-dibalik-kerusuhan-lapas-banceuy\/\",\"name\":\"Ada Apa Dibalik Kerusuhan Lapas Banceuy? - BUANAJABAR.CO.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/ada-apa-dibalik-kerusuhan-lapas-banceuy\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2016-04-23T14:25:03+00:00\",\"dateModified\":\"2016-04-23T14:25:03+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#\/schema\/person\/feae03dcf29ddeb0a453444ff3ce3ae4\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/ada-apa-dibalik-kerusuhan-lapas-banceuy\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#\/schema\/person\/feae03dcf29ddeb0a453444ff3ce3ae4\",\"name\":\"Redaksi\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22503"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22503"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22503\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22505,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22503\/revisions\/22505"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22504"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22503"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22503"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22503"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}