{"id":24076,"date":"2016-08-07T10:49:57","date_gmt":"2016-08-07T03:49:57","guid":{"rendered":"http:\/\/buanaindonesia.com\/news\/jabar\/?p=24076"},"modified":"2016-08-07T10:53:28","modified_gmt":"2016-08-07T03:53:28","slug":"ke-pandeglang-jangan-lupa-saksikan-tradisi-musiman-unik-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/ke-pandeglang-jangan-lupa-saksikan-tradisi-musiman-unik-ini\/","title":{"rendered":"Ke Pandeglang ?  Jangan Lupa Saksikan Tradisi Musiman Unik Ini"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">PANDEGLANG, Buanajabar.com- Sudah Tradisi pergantian musim angin barat ke angin selatan seperti sekarang menambah sumber rezeki bagi masyarakat pesisir pantai di selatan Banten.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 16px;line-height: 1.5\">Tradisi tersebut berawal dari seringnya dilakukan para istri-istri \u00a0nelayan dalam mengais rezeki untuk membantu si suami (nelayan) yang tengah berlayar mencari ikan di lautan lepas. Cukup dibanggakan memang, para istri nelayan itu selama ditinggal oleh suaminya mereka dapat memperoleh hasil sendiri dan hasilnya pun cukup lumayan. Tidak dipungkiri kegiatan mereka ini dapat menarik \u00a0perhatian wisatawan yang melintas dikawasan tersebut. \u00a0Sepanjang pesisir pantai Ciheuru kini dipadati masyarakat nelayan. Hasil yang mereka peroleh hingga mencapai 10 liter hingga 50 liter kerang laut, sementara per liter mereka bisa menjual dengan seharga Rp 2000 hingga Rp 5000 Per liter.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 16px;line-height: 1.5\">Sejalan waktu tradisi mencari kerang laut disepanjang pesisir pantai ini, kini telah menyebar kebeberapa daerah lain \u00a0diselatan banten.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dan akhirnya kini banyak diminati oleh masyarakat lokal maupun pelancong.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 16px;line-height: 1.5\">Yati \u00a0Badriah pelancong asal Serang kepada buanajabar.com mengataakan ini merupan salah satu objek wisata yang pertama kali dikunjungi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 16px;line-height: 1.5\">&#8221; Awalnya kamipun terkejut melihat ratusan masyarakat berada dilaut. \u00a0setelah mendengar dari pengunjung lainnya, \u00a0ternyata masyarakat tersebut yang sedang mencari kerang. \u00a0Disamping tertarik dan kagum, kami pun sengaja membeli kerang laut dari para ibu-ibu nelayan itu. Masih segar-seger, lumayan untuk oleh-oleh untuk dibawa ke rumah\u201d kata Yati.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 16px;line-height: 1.5\">Sementara itu Sukarna Jaya kepala desa Mekarsari menjelaskan hal ini memang secara tidak langsung \u00a0merupakan salah satu tradisi masyarakat disini. Mungkin menarik bagi yang baru melihat tradisi ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 16px;line-height: 1.5\">&#8221; Cukup beralasan jika menjadi pusat perhatian bagi yang melintas dikawasan tersebut.<\/span>Disetiap musim tiba tradisi ini terus berkelanjut, atau tepatnya diakhir musim angin barat pindah ke awal musim angin selatan. Bisa dibayangkan tidak sedikit masyarakat yang \u00a0berbondong-bondong memadati tempat tersebut. Mereka datang dari berbagai<span style=\"font-size: 16px;line-height: 1.5\">\u00a0desa. Mudah-mudahan dengan tradisi ini menjadi perhatian menarik bagi wisata dan kita semua, &#8221; Kata Kades Itu<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PANDEGLANG, Buanajabar.com- Sudah Tradisi pergantian musim angin barat ke angin selatan seperti sekarang menambah sumber rezeki bagi masyarakat pesisir pantai di selatan Banten. Tradisi tersebut berawal dari seringnya dilakukan para istri-istri \u00a0nelayan dalam mengais rezeki untuk membantu si suami (nelayan) yang tengah berlayar mencari ikan di lautan lepas. Cukup dibanggakan memang, para istri nelayan itu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":24080,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true},"categories":[268],"tags":[412,286,52,413],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2016\/08\/Pantai-Ciheuru.jpg?fit=639%2C314&ssl=1","jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/ke-pandeglang-jangan-lupa-saksikan-tradisi-musiman-unik-ini\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ke Pandeglang ? Jangan Lupa Saksikan Tradisi Musiman Unik Ini - BUANAJABAR.CO.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"PANDEGLANG, Buanajabar.com- Sudah Tradisi pergantian musim angin barat ke angin selatan seperti sekarang menambah sumber rezeki bagi masyarakat pesisir pantai di selatan Banten. Tradisi tersebut berawal dari seringnya dilakukan para istri-istri \u00a0nelayan dalam mengais rezeki untuk membantu si suami (nelayan) yang tengah berlayar mencari ikan di lautan lepas. Cukup dibanggakan memang, para istri nelayan itu [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/ke-pandeglang-jangan-lupa-saksikan-tradisi-musiman-unik-ini\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BUANAJABAR.CO.ID\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-08-07T03:49:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2016-08-07T03:53:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2016\/08\/Pantai-Ciheuru.jpg?fit=639%2C314&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"639\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"314\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/\",\"name\":\"BUANAJABAR.CO.ID\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/ke-pandeglang-jangan-lupa-saksikan-tradisi-musiman-unik-ini\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2016\/08\/Pantai-Ciheuru.jpg?fit=639%2C314&ssl=1\",\"width\":639,\"height\":314},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/ke-pandeglang-jangan-lupa-saksikan-tradisi-musiman-unik-ini\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/ke-pandeglang-jangan-lupa-saksikan-tradisi-musiman-unik-ini\/\",\"name\":\"Ke Pandeglang ? Jangan Lupa Saksikan Tradisi Musiman Unik Ini - BUANAJABAR.CO.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/ke-pandeglang-jangan-lupa-saksikan-tradisi-musiman-unik-ini\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2016-08-07T03:49:57+00:00\",\"dateModified\":\"2016-08-07T03:53:28+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#\/schema\/person\/689960d10312bcb82ffc91a5c0f6b2ff\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/ke-pandeglang-jangan-lupa-saksikan-tradisi-musiman-unik-ini\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#\/schema\/person\/689960d10312bcb82ffc91a5c0f6b2ff\",\"name\":\"Ujang Suryana\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24076"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24076"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24076\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24079,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24076\/revisions\/24079"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24080"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24076"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24076"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24076"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}