{"id":27410,"date":"2017-02-16T13:04:15","date_gmt":"2017-02-16T06:04:15","guid":{"rendered":"http:\/\/buanaindonesia.com\/news\/jabar\/?p=27410"},"modified":"2017-02-16T15:44:13","modified_gmt":"2017-02-16T08:44:13","slug":"sertifikasi-khatib-untuk-apa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/sertifikasi-khatib-untuk-apa\/","title":{"rendered":"Sertifikasi Khatib ? Untuk Apa ?"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_27267\" aria-describedby=\"caption-attachment-27267\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-27267\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.com\/news\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/02\/Asep-S-Muhtadi.jpg?resize=640%2C420\" alt=\"Asep S Muhtadi\" width=\"640\" height=\"420\" srcset=\"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/02\/Asep-S-Muhtadi.jpg?w=640&amp;ssl=1 640w, https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/02\/Asep-S-Muhtadi.jpg?resize=300%2C197&amp;ssl=1 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-27267\" class=\"wp-caption-text\">Asep S Muhtadi<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\">Katakanlah kebenaran itu, sepahit apapun.\u201d Begitu kira-kira pesan Nabi untuk menunjukkan betapa pentingnya menyampaikan kebenaran. Atas dasar inilah, salah satunya, menyampaikan kebenaran, menyeru pada kebaikan, atau yang biasa disebut dakwah menjadi wajib. Lebih jauh, para fuqaha, berijtihad bahwa kewajiban ini sifatnya <em>\u2018ainy<\/em> atau melibatkan setiap orang secara individual, sehingga dirumuskanlah bahwa hukum menyampaikan kebenaran adalah wajib <em>\u2018ain<\/em>. Meskipun demikian, dalam konteks yang berbeda, seperti menjadi seorang juru penyeru secara lebih khas dan profesional hukumnya wajib <em>kifayah<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jadi tidak ada tawar menawar dalam urusan tugas menyampaikan kebenaran. Kewajiban yang mengikat setiap individu ini berkaitan dengan pentingnya ikhtiar saling mengingatkan, diperlukannya usaha perbaikan dalam semua sektor kehidupan, terutama karena dimungkinkan begitu banyaknya hambatan atau gangguan dalam mewujudkan kebajikan. Jika munculnya gangguan-gangguan dalam mewujudkan kebaikan <em>(ishlah)<\/em> ini nyaris tidak pernah berhenti, maka menyeru pada kebajikan itu pun tidak boleh berhenti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-27391\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.com\/news\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/02\/adv-wahidin-andika.jpg?resize=640%2C640\" alt=\"adv wahidin andika\" width=\"640\" height=\"640\" srcset=\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/02\/adv-wahidin-andika.jpg?w=720&amp;ssl=1 720w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/02\/adv-wahidin-andika.jpg?resize=150%2C150&amp;ssl=1 150w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/02\/adv-wahidin-andika.jpg?resize=300%2C300&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/02\/adv-wahidin-andika.jpg?resize=80%2C80&amp;ssl=1 80w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Persoalannya sekarang adalah, momentum yang memungkinkan dilakukannya upaya saling mengajak pada kebaikan itu yang kian berkurang. Dalam tradisi masyarakat muslim Indonesia, misalnya, kesempatan ini terus menurun dari waktu ke wakru. Sebut saja, misalnya, kegiatan menghadiri majelis-majelis ilmu, seperti pengajian-pengajian yang biasa dilakukan secara berkala setiap hari, atau mingguan, atau bahkan mungkin bulanan, dibanding era 1970-an, kini semakin berkurang. Kesempatan-kesempatan seperti itu terus bergulat dengan fenomena yang terus berkembang, terutama karena derasnya arus globalisasi. Pilihan-pilihan hidup terus berubah seiring perubahan zaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sasarannya pun tanpa pilih-pilih. Mulai dari lapisan anak-anak, remaja, dewasa, bahkan orang tua. Lihat saja sajian-sajian televisi yang semakin menarik bukan saja bagi anak-anak tapi juga bagi kalangan dewasa dan orang tua. Jika acara-acarnya disajikan bersamaan dengan momentum majelis taklim, misalnya, maka hampir bisa dipastikan, pilihannya adalah acara televisi. Belum lagi adanya hal lain yang sulit dihindari seperti pekerjaan, ajakan-ajakan personal di antara sesama, atau sekedar tanggung melakukan sesuatu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ajakan, undangan formal, tertulis ataupun lisan, nyaris tidak mempan untuk membantu pilihan pada kebaikan. Mungkin inilah, di antaranya, peringatan Nabi agar tak boleh terganggu rintangan-rintangan, sepahit apapun. Pahit memang jika kebaikan itu sudah berhadapan dengan beragam godaan, keterbatasan, dan bahkan ancaman. Terlebih jika keterbatasan itu berupa regulasi yang harus ditaati. Para penyeru kebajikan pun akan dengan sendirinya kalah menyerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tapi, di tengah gumpalan awan godaan itu, ada satu momentum yang relatif masih tahan gangguan. Ia tetap berjalan tanpa undangan sekalipun. Seingat saya, ia tak pernah mengenal kata libur. Pasalnya karena ia bukan tradisi, bukan pula sebuah kebiasaan biasa. Dalam keadaan apapun, umumnya orang yang telah merasa terikat ajaran, akan melaksanakannya dengan penuh kesadaran. Ia adalah momentum shalat jum\u2019at, atau dalam lingkungan masyarakat muslim Indonesia biasa juga disebut jumatan. Jumatan dilaksanakan dalam satu paket. Selain shalat dua rakaat, melekat dalam ritual itu agenda khutbah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada praktiknya, khutbah memang dilakukan dalam bentuk penyampaian-penyampaian kebaikan, termasuk, sewaktu-waktu, jika diperlukan, yang terasa pahit sekalipun. Para khatib biasa memanfaatkan momentum khutbah ini untuk menyampaikan seruan, ajakan, atau <em>taushiyah<\/em>kebajikan yang diperlukan\u00a0masyarakat. Para jamaah pun biasa memanfaatkan momentum ini sebagai kesempatan mencari ilmu, menimba pesan-pesan kebaikan yang dipandang sangat berguna bagi kehidupan. Para khatib yang bertugas menjadi penyerunya pun tanpa beban untuk mengajak pada kebaika itu, siapapun jamaahnya. Ini salah satu rukun jumatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Akan tetapi, belakangan ada yang sedikit mengganjal. Pemerintah, melalui keenterian agama, berencana mengeluarkan regulasi melalui proses sertifikasi khatib. Meski belum jelas apa dan bagaimana bentuk regulasi yang akan diterapkan itu, para khatib beserta kalangan peduli khatib lainnya bertanya-tanya. Muncullah sebuah kontroversi yang nyaris sulit dikendalikan. Kontroversi bermula dari sebuah tanda tanya, untuk apa sertifikasi itu dilakukan? Khawatir, jangan-jangan ia akan berdampak pada pembatasan-pembatasan yang tidak menguntungkan. Hati-hati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Katakanlah kebenaran itu, sepahit apapun.\u201d Begitu kira-kira pesan Nabi untuk menunjukkan betapa pentingnya menyampaikan kebenaran. Atas dasar inilah, salah satunya, menyampaikan kebenaran, menyeru pada kebaikan, atau yang biasa disebut dakwah menjadi wajib. Lebih jauh, para fuqaha, berijtihad bahwa kewajiban ini sifatnya \u2018ainy atau melibatkan setiap orang secara individual, sehingga dirumuskanlah bahwa hukum menyampaikan kebenaran adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":67,"featured_media":27267,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true},"categories":[837],"tags":[840,1124,438,842,1110,1075],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/02\/Asep-S-Muhtadi.jpg?fit=640%2C420&ssl=1","jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/sertifikasi-khatib-untuk-apa\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sertifikasi Khatib ? Untuk Apa ? - BUANAJABAR.CO.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Katakanlah kebenaran itu, sepahit apapun.\u201d Begitu kira-kira pesan Nabi untuk menunjukkan betapa pentingnya menyampaikan kebenaran. Atas dasar inilah, salah satunya, menyampaikan kebenaran, menyeru pada kebaikan, atau yang biasa disebut dakwah menjadi wajib. Lebih jauh, para fuqaha, berijtihad bahwa kewajiban ini sifatnya \u2018ainy atau melibatkan setiap orang secara individual, sehingga dirumuskanlah bahwa hukum menyampaikan kebenaran adalah [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/sertifikasi-khatib-untuk-apa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BUANAJABAR.CO.ID\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-02-16T06:04:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-02-16T08:44:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/02\/Asep-S-Muhtadi.jpg?fit=640%2C420&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"420\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/\",\"name\":\"BUANAJABAR.CO.ID\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/sertifikasi-khatib-untuk-apa\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/02\/Asep-S-Muhtadi.jpg?fit=640%2C420&ssl=1\",\"width\":640,\"height\":420,\"caption\":\"Asep S Muhtadi\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/sertifikasi-khatib-untuk-apa\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/sertifikasi-khatib-untuk-apa\/\",\"name\":\"Sertifikasi Khatib ? Untuk Apa ? - BUANAJABAR.CO.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/sertifikasi-khatib-untuk-apa\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2017-02-16T06:04:15+00:00\",\"dateModified\":\"2017-02-16T08:44:13+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#\/schema\/person\/30a953e5ae26af3ac4d5f9a3083db198\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/sertifikasi-khatib-untuk-apa\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#\/schema\/person\/30a953e5ae26af3ac4d5f9a3083db198\",\"name\":\"Frof Asep S Muhtadi\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27410"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/67"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27410"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27410\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27423,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27410\/revisions\/27423"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27267"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27410"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27410"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27410"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}