{"id":31791,"date":"2017-09-12T14:23:23","date_gmt":"2017-09-12T07:23:23","guid":{"rendered":"http:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/?p=31791"},"modified":"2017-09-12T14:23:23","modified_gmt":"2017-09-12T07:23:23","slug":"pandeglang-krisis-air-bantuan-minim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/pandeglang-krisis-air-bantuan-minim\/","title":{"rendered":"Pandeglang Krisis Air. Bantuan Minim"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">BUANAINDONESIA. CO. ID, \u00a0BANDUNG &#8211; Beberapa Kecamatan di Kabupaten Pandeglang sudah mulai krisis air bersih. Menurut data dari BPBD Kabupaten Pamdeglang ada 13 kecamatan yang di anggap mulai krisis atau kekurangan Air bersih, di antaranya Kecamatan, Angsana, sindangresmi, sukaresmi, Cibaliung, Cigelis, Cikesik, Patia, Pagelaran, Cadasari, Munjul, Cibitung, Keroncong, Bojong dan masih banyak Kecamatan lainnya. Hal ini disebabkan oleh kemarau yang berkepanjangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Di kecamatan Angsana sendiri misalnya ada sekitar 6 desa, hasil pantauan dilapangan di wilayah kampung Cilampung Desa Cipinang. Masyarakat disini setiap hari harus berebut air bersih<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8221; kami setiap hari antri berebut air bersih, mulai antri kami dari jam 4 subuh sudah penuh sesak, hanya untuk mendapatkan satu ember air bersih dengan kondisi air untuk memenuhi satu ember harus menunggu 15 menit, itupun kalau dari hulu mata Airnya lancar, &#8221; ungkap Asnah, warga kampung cilampung Desa Cipinang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Masih kata Asnah, harapan mereka Pemerintah Pandeglang peduli<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8221; Agar segera memberikan bantuan Air bersih, untuk memenuhi kebutuhan kami, karen sekarang ini sangat sulit Air bersih, kalaupun pengen dapat harus jalan selitar 800 meter jalan kaki, kalau punya kendaraan bisa pake kendaraan&#8221; paparnya,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hal yang sama diungkapkan oleh Udin anggota BPD Desa Cipinang Kecamatan Angsana, kalau musim Kemarau dua bulan di Kampung ini sangat sulit Air bersih,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8221; Di Desa Cipinang ada ada sekitar 8 Kampung, Cilampung, Bojong koneng, Cicae, Ciawai, Cikadu, Cibembem, Kadongdong dan Kampung Sadang, karena eknomi masyarakat yang rendah sehingga sebagian besar warga tidak punya Air bor sendiri, hanya mengandalkan mata Air yan dialirkan ke penampungan.\u00a0Rata- rata disini hanya mengandalkan mata air yang di salurkam ke penampungan itupun hasil dari swadaya masyarakat, dari mata air sepanjang 800 meter di pasang peralon ukuran kecil, tapi kalau sudah kemarau seperti ini, Airnya kecil jadi tidak naik, semua warga harus ke hulunya ketempat mata air, itupun harus antri dari pagi, harapan kami agar segera bantuan Air bersih segera di kirim dari Pemerintaj Pandeglang, sampai sekarang belum ada kiriman air bersih,&#8221; harapnya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sementara Ketua Kampung Siaga Bencana KSB Kecamatan Angsana Beni madsira, ketika di kompirmasi, membenarkan bahwa di wilayah Kecamatan Angsana, ada beberapa desa yang sudah kesulitan Air bersih,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8221; Kami pihak KSB sudah kordinasi dengan Camat, bahkan sudah meminta bantuan kepada Pihak BPBD, kemaren ada sekitat Tiga minggu yang lalu, kami di kirim 2 mobil dan kami salurkan ke dua Desa, Desa Kadubadaka dan Desa Cipinang, tepatnya di Kampung Bojongkoneng, tapi itupun sangat kurang tidak cukup, sampai sekarang belum pernah dikirim lagi, maka kami minta kepada pihak BPBD dan instansi terkait agar segera mengirim air bersih ke wilayah Kecamatan Angsana, kami Dari KSB siap untuk mengawal, &#8220;pungkasnya<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BUANAINDONESIA. CO. ID, \u00a0BANDUNG &#8211; Beberapa Kecamatan di Kabupaten Pandeglang sudah mulai krisis air bersih. Menurut data dari BPBD Kabupaten Pamdeglang ada 13 kecamatan yang di anggap mulai krisis atau kekurangan Air bersih, di antaranya Kecamatan, Angsana, sindangresmi, sukaresmi, Cibaliung, Cigelis, Cikesik, Patia, Pagelaran, Cadasari, Munjul, Cibitung, Keroncong, Bojong dan masih banyak Kecamatan lainnya. Hal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":31792,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true},"categories":[268],"tags":[785,1736,52],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/09\/pandeglang-krisis-air.jpg?fit=1280%2C787&ssl=1","jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/pandeglang-krisis-air-bantuan-minim\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pandeglang Krisis Air. Bantuan Minim - BUANAJABAR.CO.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BUANAINDONESIA. CO. ID, \u00a0BANDUNG &#8211; Beberapa Kecamatan di Kabupaten Pandeglang sudah mulai krisis air bersih. Menurut data dari BPBD Kabupaten Pamdeglang ada 13 kecamatan yang di anggap mulai krisis atau kekurangan Air bersih, di antaranya Kecamatan, Angsana, sindangresmi, sukaresmi, Cibaliung, Cigelis, Cikesik, Patia, Pagelaran, Cadasari, Munjul, Cibitung, Keroncong, Bojong dan masih banyak Kecamatan lainnya. Hal [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/pandeglang-krisis-air-bantuan-minim\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BUANAJABAR.CO.ID\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"Buanaindonesia@facebook.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-12T07:23:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/09\/pandeglang-krisis-air.jpg?fit=1280%2C787&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"787\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/\",\"name\":\"BUANAJABAR.CO.ID\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/pandeglang-krisis-air-bantuan-minim\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/09\/pandeglang-krisis-air.jpg?fit=1280%2C787&ssl=1\",\"width\":1280,\"height\":787},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/pandeglang-krisis-air-bantuan-minim\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/pandeglang-krisis-air-bantuan-minim\/\",\"name\":\"Pandeglang Krisis Air. Bantuan Minim - BUANAJABAR.CO.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/pandeglang-krisis-air-bantuan-minim\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2017-09-12T07:23:23+00:00\",\"dateModified\":\"2017-09-12T07:23:23+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#\/schema\/person\/c5c5a9070669bf4140db7e22b02dcb27\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/pandeglang-krisis-air-bantuan-minim\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#\/schema\/person\/c5c5a9070669bf4140db7e22b02dcb27\",\"name\":\"Benni Madsira\",\"sameAs\":[\"Buanaindonesia@facebook.com\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31791"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31791"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31791\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31793,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31791\/revisions\/31793"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31792"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31791"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31791"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31791"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}