{"id":32007,"date":"2017-09-19T18:18:59","date_gmt":"2017-09-19T11:18:59","guid":{"rendered":"http:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/?p=32007"},"modified":"2017-09-19T18:18:59","modified_gmt":"2017-09-19T11:18:59","slug":"sosok-birokrat-layak-duduk-sebagai-walikota-bandung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/sosok-birokrat-layak-duduk-sebagai-walikota-bandung\/","title":{"rendered":"Sosok Birokrat Layak Duduk Sebagai Walikota Bandung"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG &#8211; Figur birokrat masih dibutuhkan oleh publik Bandung untuk dijadikan calon pemimpin. Sebagai kota metropolitan membutuhkan sosok pemimpin yang mampu meng koordinasikan semua aparaturnya . Sosok birokrat yang diharapkan bisa memimpin kota Bandung adalah sosok birokrat yang berpengalaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Demikian dikatakan Cepi Alhumaedi, Sekretaris lembaga kajian Aliansi Masyarakat untuk Hak Asasi Manusia, Demokrasi dan Keadilan Hukum ( Amandemen ) .<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8221; Sosok birokrat yang berpengalaman itu diharap bisa lebih faham dengan seluk beluk pemerintahan. Dinamika kota yang begitu cepat menjadikan pemimpin Bandung yang akan datang jangan lagi membuang-buang waktu lagi dengan mempelajari lagi &#8216;medan tempur &#8216; . Kalau berpengalaman kan tinggal langsung saja tempur kan?. Rentan waktu jabatannya tidak lama lho. Hanya 5 tahun. Kalau buang waktu hanya untuk mensinergikan orang-orangnya, habis waktu.Birokrat berpengalaman juga kita harapkan akan menciptakan tata kelola pemerintahan yang sehat. Masing-masing SKPD nya bisa berjalan sesuai fungsinya. Tidak &#8216;one man show &#8216; . Bahaya kalau pemimpinnya mau tampil sendiri. Merasa paling tau. Mengelola pemerintahan itu diperlukan komunikasi dua arah, &#8221; kata Cepi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ditanya soal aspek popularitas, Cepi menilai pemilih Bandung tidak melulu melihat aspek popularitas<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8221; Kita sih lihat pemilih kota Bandung sudah rasional dalam menentukan pilihan. Pemilih disini juga kami yakini tidak lagi hanya mempertimbangkan kepopuleran. Memang warga Bandung mau pemimpin populer saja. yakin?. Populer kalau tidak bisa kerja buat apa ?, &#8221; ujar Cepi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Masih kata Cepi, saat ini setidaknya ada tiga birokrat yang masuk dalam bursa pemilihan walikota Bandung. Pihaknya mengaku mengikuti tiga sosok ini<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8221; Ada Kang Oded ( Oded Muhammad Danial ) Petahana ya.Sekarang wakil Walikota. Walaupun dari latar belakang politisi, Kang Oded punya hampir lima tahun berpengalaman jadi wakil walikota. Beliau ini kan sosok sederhana ya, karena memang kan beliau tumbuh di pedesaan, di Tasik kan ya?. Kedua ada Kang Priana. Sosok birokrat yang sudah 30 tahun berpengalaman. Beliau ini juga ideal jika dijadikan pemimpin. Beliau asli Bandung, tentunya paham kota masyarakat Kota Bandung dong. Sekarang kepala dinas Koperasi dan UMKM. Saya lihat beliau juga berpengalaman di industri kecil menengah. Sekarang ini UMKM di Bandung primadona. Kami lihat beliau paham betul pembangunan ekonomi mikro ini. Nah lalu yang ketiga Kang Yossi . Jabatan beliau Sekda sekarang. Nah, Birokrat yang satu ini\u00a0lahir di Purwakarta. Pernah menduduki jabatan sentral juga, sama dengan kang Priana. pernah di Dispenda ( Dinas pendapatan Daerah ), tentunya paham soal memanage keuangan. Kini posisi beliau diuntungkan dengan menjabat Sekda, sudah 4 tahun berarti ya beliau menjabat. Kami kira menarik semua figur ini. Selevel dari sisi kapabilitas, &#8221; kata dia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG &#8211; Figur birokrat masih dibutuhkan oleh publik Bandung untuk dijadikan calon pemimpin. Sebagai kota metropolitan membutuhkan sosok pemimpin yang mampu meng koordinasikan semua aparaturnya . Sosok birokrat yang diharapkan bisa memimpin kota Bandung adalah sosok birokrat yang berpengalaman. Demikian dikatakan Cepi Alhumaedi, Sekretaris lembaga kajian Aliansi Masyarakat untuk Hak Asasi Manusia, Demokrasi dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":33,"featured_media":32008,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true},"categories":[726],"tags":[93,1765,1609,1645,1764,1620],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/09\/Priana-Oded-Yossi.jpg?fit=512%2C284&ssl=1","jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/sosok-birokrat-layak-duduk-sebagai-walikota-bandung\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sosok Birokrat Layak Duduk Sebagai Walikota Bandung - BUANAJABAR.CO.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG &#8211; Figur birokrat masih dibutuhkan oleh publik Bandung untuk dijadikan calon pemimpin. Sebagai kota metropolitan membutuhkan sosok pemimpin yang mampu meng koordinasikan semua aparaturnya . Sosok birokrat yang diharapkan bisa memimpin kota Bandung adalah sosok birokrat yang berpengalaman. Demikian dikatakan Cepi Alhumaedi, Sekretaris lembaga kajian Aliansi Masyarakat untuk Hak Asasi Manusia, Demokrasi dan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/sosok-birokrat-layak-duduk-sebagai-walikota-bandung\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BUANAJABAR.CO.ID\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-19T11:18:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/09\/Priana-Oded-Yossi.jpg?fit=512%2C284&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"512\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"284\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/\",\"name\":\"BUANAJABAR.CO.ID\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/sosok-birokrat-layak-duduk-sebagai-walikota-bandung\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/09\/Priana-Oded-Yossi.jpg?fit=512%2C284&ssl=1\",\"width\":512,\"height\":284},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/sosok-birokrat-layak-duduk-sebagai-walikota-bandung\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/sosok-birokrat-layak-duduk-sebagai-walikota-bandung\/\",\"name\":\"Sosok Birokrat Layak Duduk Sebagai Walikota Bandung - BUANAJABAR.CO.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/sosok-birokrat-layak-duduk-sebagai-walikota-bandung\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2017-09-19T11:18:59+00:00\",\"dateModified\":\"2017-09-19T11:18:59+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#\/schema\/person\/794c32942dc068d2318496e678d1cac4\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/sosok-birokrat-layak-duduk-sebagai-walikota-bandung\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#\/schema\/person\/794c32942dc068d2318496e678d1cac4\",\"name\":\"M. Irfan\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32007"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/33"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32007"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32007\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32009,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32007\/revisions\/32009"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32008"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32007"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32007"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32007"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}