{"id":33147,"date":"2017-11-02T17:16:43","date_gmt":"2017-11-02T10:16:43","guid":{"rendered":"http:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/?p=33147"},"modified":"2017-11-02T17:16:43","modified_gmt":"2017-11-02T10:16:43","slug":"ribuan-ekor-ikan-warga-mati-terdampak-proyek-waduk-ciawi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/ribuan-ekor-ikan-warga-mati-terdampak-proyek-waduk-ciawi\/","title":{"rendered":"Ribuan Ekor Ikan Warga Mati Terdampak Proyek Waduk Ciawi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-32752\" src=\"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/10\/Profil-acep-mulyana.png?resize=640%2C195\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"195\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR &#8211; Warga Kampung Cibogo RT 01 RW 06 Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, mendadak heboh. Ribuan ekor ikan milik warga mati mendadak secara bersamaan, Kamis 2 November 2017.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ditengarai matinya ikan dalam keramba tersebut karena tercemari cairan beton semen yang tumpah ke Irigasi Ciratim yang berasal dari proyek betonisasi jalan akses menuju proyek Waduk Ciawi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Salah satu pemilik keramba, Dalili (62), menuturkan, sekitar pukul 07.00 WIB saat dirinya mau mengecek ikan, ikan-ikan dalam kerambanya sudah mati. Setelah diperiksa lebih lanjut, ikan-ikan dalam keramba yang mati bukan hanya miliknya. Warga pun mendadak resah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Ikan yang saya budidayakan di keramba tersebut sebanyak 250 kilogram, disaluran air Ciratim ini ada puluhan warga pemilik keramba,&#8221; kata Dalili.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Karya (65), pemilik keramba lainnya mengatakan, jenis ikan yang dibudidayakan warga rata-rata ikan mas dengan ukuran bervariasi dari mulai satu ekor satu kilogram hingga satu ekor 3 kg.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Semuanya mati ga tersisa, dugaan warga sama, ketika mencium bau air sama dengan bau seperti semen,&#8221; ujar Karya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Akibat kejadian ini, warga pemilik keramba meminta ganti rugi sebesar Rp 150.000 per kg kepada pihak kontraktor proyek Waduk Ciawi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Kami minta ikan yang mati ini diganti rugi, dan warga sepakat ganti rugi yang diminta sebesar seratus lima puluh ribu perkilo,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sementara, pengawas proyek Waduk Ciawi dari PT Abipraya-Sacna (KSO), Supri, mengakui matinya ikan milik warga akibat cairan beton yang mencemari saluran air Ciratim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Semalam sekitar pukul 20.00 WIB, pihaknya melakukan pengecoran jalan menuju bendungan, mungkin saat pengecoran ada cairan mencemari saluran air,&#8221; terang Supri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Terkait kejadian ini, pihak PT Abipraya siap melaksanakan ganti rugi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Terpisah, Kepala Desa Cipayung, Cacu Budiawan menjelaskan, kedua belah pihak sudah melakukan musyawarah yang difasilitasi Pemerintah Desa. Saat ini sedang mendata jumlah ikan yang mati akibat pencemaran saluran air Ciratim tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Sedang ditimbang dulu berapa kilo jumlah ikan yang mati,&#8221; ujar Cacu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ia menambahkan, untuk biaya ganti rugi sendiri belum ada kesepakatan antara pihak perusahaan dan warga, karena masih dalam tahap negosiasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Besok kita akan musyawarah lagi di kantor desa untuk menyepakati harga ganti rugi,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-32640\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/10\/adv-infografis.jpg?resize=640%2C903\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"903\" srcset=\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/10\/adv-infografis.jpg?w=907&amp;ssl=1 907w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/10\/adv-infografis.jpg?resize=213%2C300&amp;ssl=1 213w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/10\/adv-infografis.jpg?resize=768%2C1084&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/10\/adv-infografis.jpg?resize=726%2C1024&amp;ssl=1 726w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/10\/adv-infografis.jpg?resize=696%2C982&amp;ssl=1 696w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/10\/adv-infografis.jpg?resize=298%2C420&amp;ssl=1 298w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR &#8211; Warga Kampung Cibogo RT 01 RW 06 Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, mendadak heboh. Ribuan ekor ikan milik warga mati mendadak secara bersamaan, Kamis 2 November 2017. Ditengarai matinya ikan dalam keramba tersebut karena tercemari cairan beton semen yang tumpah ke Irigasi Ciratim yang berasal dari proyek betonisasi jalan akses menuju [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":142,"featured_media":33148,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true},"categories":[1432],"tags":[389,85,87,1958],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/11\/ribuan-ikan-mati-.jpg?fit=1280%2C720&ssl=1","jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/ribuan-ekor-ikan-warga-mati-terdampak-proyek-waduk-ciawi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ribuan Ekor Ikan Warga Mati Terdampak Proyek Waduk Ciawi - BUANAJABAR.CO.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR &#8211; Warga Kampung Cibogo RT 01 RW 06 Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, mendadak heboh. Ribuan ekor ikan milik warga mati mendadak secara bersamaan, Kamis 2 November 2017. Ditengarai matinya ikan dalam keramba tersebut karena tercemari cairan beton semen yang tumpah ke Irigasi Ciratim yang berasal dari proyek betonisasi jalan akses menuju [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/ribuan-ekor-ikan-warga-mati-terdampak-proyek-waduk-ciawi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BUANAJABAR.CO.ID\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-11-02T10:16:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/11\/ribuan-ikan-mati-.jpg?fit=1280%2C720&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/\",\"name\":\"BUANAJABAR.CO.ID\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/ribuan-ekor-ikan-warga-mati-terdampak-proyek-waduk-ciawi\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/11\/ribuan-ikan-mati-.jpg?fit=1280%2C720&ssl=1\",\"width\":1280,\"height\":720},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/ribuan-ekor-ikan-warga-mati-terdampak-proyek-waduk-ciawi\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/ribuan-ekor-ikan-warga-mati-terdampak-proyek-waduk-ciawi\/\",\"name\":\"Ribuan Ekor Ikan Warga Mati Terdampak Proyek Waduk Ciawi - BUANAJABAR.CO.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/ribuan-ekor-ikan-warga-mati-terdampak-proyek-waduk-ciawi\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2017-11-02T10:16:43+00:00\",\"dateModified\":\"2017-11-02T10:16:43+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#\/schema\/person\/5d8e2450113cf203995b8603abc4cbbf\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/ribuan-ekor-ikan-warga-mati-terdampak-proyek-waduk-ciawi\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#\/schema\/person\/5d8e2450113cf203995b8603abc4cbbf\",\"name\":\"Acep Mulyana\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33147"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/142"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33147"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33147\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33149,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33147\/revisions\/33149"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33148"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33147"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33147"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33147"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}