{"id":33679,"date":"2017-11-29T12:58:31","date_gmt":"2017-11-29T05:58:31","guid":{"rendered":"http:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/?p=33679"},"modified":"2017-11-29T12:58:31","modified_gmt":"2017-11-29T05:58:31","slug":"pandeglang-di-2018-terancam-minim-pembangunan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/pandeglang-di-2018-terancam-minim-pembangunan\/","title":{"rendered":"Pandeglang Di 2018 Terancam Minim Pembangunan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-33042 size-medium\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/10\/Profil-benny-1-300x91.png?resize=300%2C91\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"91\" data-recalc-dims=\"1\" \/><strong>BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG &#8211; Penyusutan bantuan baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah Provinsi, mengancam pembangunan di Kabupaten Pandeglang. Pasalnya, selain Dana Bagi Hasil (DBH) pajak dan bukan pajak, Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Desa (DD) mengalami penyusutan. Bantuan keuangan (Bankeu) Provinsi juga sudah tetapkan, dengan angka menyusut yang semula pada tahun 2017 Rp 90 miliar, kini hanya Rp 55 miliar.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Pandeglang (BPKD), Ramadani mengaku, belum medapatkan informasi secara resmi dari pihak Provinsi Banten keterkaitan besaran bankeu untuk Pandeglang sudah final di angka Rp 55 miliar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201c Tadinya kami sangat mengharapkan walau ada penurunan tidak beda dari tahun 2017 yang angkanya mencapai 90 miliar, tentu saja kalau ditahun 2018 hanya diberikan 55 miliar, penurunanya lumayan besar karena mencapai diangka 35 miliar,\u201d kata Ramadani saat ditemui di kantornya, Selasa, 28 November 2017.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dengan adanya penuruan itu, menurut Ramadani bakal membuat repot Kabupaten Pandeglang dalam melaksanakan percepatan pembangunan infrastruktur. Sebab, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pandeglang walau ada peningkatan, tidak bisa menutupi pengurangan bantuan baik dari pusat maupun Provinsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201c Walau sudah dipecutin Organisasi Prangkat Daerah (OPD) penghasil, tetap saja kenaikan PAD-nya hanya mampu diangka 2,4 miliar saja. Tentu saja masih jauh untuk menutupi beban-beban kesenjangan Pandeglang utara dan selatan yang saat ini cukup tinggi, apalagi pengurangan bantuan dari pusat dan Provinsi tidak akan tertutupi oleh PAD,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Saat dipertanyakan pengurangan Bankeu itu dampak dari serapan Bankeu tahun 2017 Pandeglang lemah. Katanya, sampai saat ini dia juga belum mengetahui penyebab pengurangan Bankeu Provinsi terhadap Pandeglang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cKalau itu saya gak hapal, mungkin kebijakan Provinsi. Tapi memang untuk bankeu TA 2017 ini, kami baru mengajukan proses ditahap kedua, dan mudah-mudahan minggu depan kami bisa mengajukan lagi tahap ketiga,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sementara, Wakil Ketua DPRD Pandeglang, Erin Pabiana mengaku, tidak mempersoalkan bankeu mengalami penurunan. Akan tetapi Pemprov Banten harus memfokuskan pembangunan jalan-jalan di Pandeglang yang kewenangannya ada di Pemprov, karena kondisinya sudah banyak yang mengalami kerusakan parah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201c Oke tak apalah kalau memang bankeu diturunkan, tapi Pemprov juga harus selektif dalam menerima ajuan dari Pemkab Pandeglang terkait pembangunan infrastruktur yang kewenangannya ada di Pemprov. Karena banyak sekali jalan Pemprov yang ada di Pandeglang selain masih banyak yang rusak, ada juga yang mesti dilakukan pelebaran seperti mengger, merubah curamnya tanjakan bangagah yang kerap memakan korban dan jalan di wilayah wisata seperti Sumur harus segera diberikan pembangunan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>EDITOR: WN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-33548 aligncenter\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/11\/adv-el-royale.jpg?resize=640%2C905\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"905\" srcset=\"https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/11\/adv-el-royale.jpg?w=905&amp;ssl=1 905w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/11\/adv-el-royale.jpg?resize=212%2C300&amp;ssl=1 212w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/11\/adv-el-royale.jpg?resize=768%2C1086&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/11\/adv-el-royale.jpg?resize=724%2C1024&amp;ssl=1 724w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/11\/adv-el-royale.jpg?resize=696%2C984&amp;ssl=1 696w, https:\/\/i2.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/11\/adv-el-royale.jpg?resize=297%2C420&amp;ssl=1 297w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG &#8211; Penyusutan bantuan baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah Provinsi, mengancam pembangunan di Kabupaten Pandeglang. Pasalnya, selain Dana Bagi Hasil (DBH) pajak dan bukan pajak, Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Desa (DD) mengalami penyusutan. Bantuan keuangan (Bankeu) Provinsi juga sudah tetapkan, dengan angka menyusut yang semula pada tahun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":33680,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true},"categories":[268],"tags":[79,1994,1995,969,1734],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/11\/kepala-BPKD.jpg?fit=1440%2C1080&ssl=1","jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/pandeglang-di-2018-terancam-minim-pembangunan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pandeglang Di 2018 Terancam Minim Pembangunan - BUANAJABAR.CO.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG &#8211; Penyusutan bantuan baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah Provinsi, mengancam pembangunan di Kabupaten Pandeglang. Pasalnya, selain Dana Bagi Hasil (DBH) pajak dan bukan pajak, Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Desa (DD) mengalami penyusutan. Bantuan keuangan (Bankeu) Provinsi juga sudah tetapkan, dengan angka menyusut yang semula pada tahun [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/pandeglang-di-2018-terancam-minim-pembangunan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BUANAJABAR.CO.ID\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"Buanaindonesia@facebook.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-11-29T05:58:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/11\/kepala-BPKD.jpg?fit=1440%2C1080&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1440\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/\",\"name\":\"BUANAJABAR.CO.ID\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/pandeglang-di-2018-terancam-minim-pembangunan\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/11\/kepala-BPKD.jpg?fit=1440%2C1080&ssl=1\",\"width\":1440,\"height\":1080},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/pandeglang-di-2018-terancam-minim-pembangunan\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/pandeglang-di-2018-terancam-minim-pembangunan\/\",\"name\":\"Pandeglang Di 2018 Terancam Minim Pembangunan - BUANAJABAR.CO.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/pandeglang-di-2018-terancam-minim-pembangunan\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2017-11-29T05:58:31+00:00\",\"dateModified\":\"2017-11-29T05:58:31+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#\/schema\/person\/c5c5a9070669bf4140db7e22b02dcb27\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/pandeglang-di-2018-terancam-minim-pembangunan\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#\/schema\/person\/c5c5a9070669bf4140db7e22b02dcb27\",\"name\":\"Benni Madsira\",\"sameAs\":[\"Buanaindonesia@facebook.com\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33679"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33679"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33679\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33681,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33679\/revisions\/33681"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33680"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33679"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33679"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33679"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}