{"id":36924,"date":"2018-02-27T16:57:58","date_gmt":"2018-02-27T09:57:58","guid":{"rendered":"http:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/?p=36924"},"modified":"2018-02-27T16:57:58","modified_gmt":"2018-02-27T09:57:58","slug":"anggota-dprd-berang-dengar-warga-dipersulit-dana-rtlh-nya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/anggota-dprd-berang-dengar-warga-dipersulit-dana-rtlh-nya\/","title":{"rendered":"Anggota DPRD Berang Dengar Warga Dipersulit Dana RTLH nya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-32752 aligncenter\" src=\"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2017\/10\/Profil-acep-mulyana-300x91.png?resize=300%2C91\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"91\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR &#8211; Warga Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, mengontrog Kantor Kelurahan, Selasa 27 Februari 2018. Mereka protes dan mengeluhkan kinerja Lurah Kebon Kalapa Nana Sumarna yang dinilai mempersulit izin domisili bagi warga calon penerima dana perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Salah seorang calon penerima bantuan RTLH warga RW 06, Sri Purwanti, mengaku bahwa Lurah tak mau tanda tangan dan bantuannya harus dipending dengan alasan perintah dari Camat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0&#8220;Lurah bilang itu bahaya dan bisa dilaporin. Ibu mau dilaporin? kata dia begitu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sri menegaskan, surat keterangan domisili atas nama dirinya, Aas, Rosmina, Dede, dan Vina sangat dibutuhkan untuk pencairan dana bantuan RTLH.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cLihat saja rumahnya sekarang masih dalam keadaan rusak. Kalau tak percaya bisa dikroscek langsung,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Warga pun mengadukan persoalan ini kepada Anggota DPRD Kota Bogor\u00a0Atty Soemadikarya. Mendengar hal itu, Atty berang dan ikut\u00a0mendatangi Kantor Kelurahan Kebon Kalapa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut Atty, lima orang warga calon penerima RTLH telah memenuhi persyaratan dan telah melengkapi surat pengantar baik dari RT maupun RW. Kelima warga RW 06 Kampung Kebon Kopi memang sudah terdata dalam daftar penerima bantuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cMereka kan terdaftar dalam penerima bantuan. Karena sebelumnya sudah disurvei dan diverifikasi. Harusnya jangan dipersulit,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Atty mengatakan, uang bantuan RTLH itu berasal dari APBD yang notabenenya merupakan uang rakyat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cJadi tidak ada hak lurah mempersulit, kan bukan pakai uang dia (Lurah, red). Tapi uang rakyat dan harus kembali ke rakyat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Terpisah, Lurah Kebon Kalapa, Nana Sumarna menyatakan, bahwa kejadian tersebut merupakan miskomunikasi antara pihaknya dengan warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cBukan kami mempersulit, kami tak punya daftar penerima bantuan, setelah dikasih tahu Bu Atty baru kita tahu. Ya, itu hanya miskomunikasi saja, mungkin mereka salah nangkap maksud saya. Tidak ada ancaman laporan juga, itu salah dong,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut Nana, surat keterangan domilisi tidak bisa dikeluarkan begitu saja, sebab pencairan RTLH berasal dari APBD.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u201cSurat keterangan domisili dibuat setelah ada kejelasan, orangnya ada, fisik rumahnya juga benar-benar rusak. Sebab pengajuan ini kan pada tahun 2015, sekarang 2018. Kuatir rumahnya sekarang sudah bagus,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Nana menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan tidak mempersulit warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cKalau warga asli yang minta bantuan, pasti kami bantu. Sebab, kita adalah pelayan masyarakat,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Untuk tahun 2018, kata Nana, sedikitnya ada 70 rumah di Kebon Kalapa yang mendapatkan bantuan RTLH.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cYa, sekali lagi kejadian ini hanya miskomunikasi saja,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Camat Bogor Tengah, Agustiansyah menambahkan, bahwa pihaknya memang memberi instruksi kepada Lurah agar mempending pembuatan surat keterangan domisili, apabila tidak sesuai dengan prosedur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u201cKalau tak sesuai saya memang minta Lurah untuk nolak. Tapi bila sesuai dengan prosedur ya harus dibantu,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Agus menegaskan, bahwa langkah Lurah menolak memeroses surat keterangan domisili untuk pencairan bantuan RTLH lantaran kelurahan tak memiliki daftar penerima bantuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cAwal mulanya begitu, tapi setelah dicek ternyata terdaftar, otomatis aparatur wilayah harus men-support. Jadi daftar itu masuk ke Bagian Kemasyarakatan Setda Kota Bogor, tanpa melewati kelurahan. Ini hanya miskomunikasi saja,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Agus juga menyatakan, bahwa pihaknya sama sekali tidak ada niatan mempersulit usulan atau pencairan RTLH.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cJustru RTLH jadi prioritas kami. Kecamatan Bogor Tengah ingin selalu mempermudah layanan bagi masyarakat,\u201d tegasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR &#8211; Warga Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, mengontrog Kantor Kelurahan, Selasa 27 Februari 2018. Mereka protes dan mengeluhkan kinerja Lurah Kebon Kalapa Nana Sumarna yang dinilai mempersulit izin domisili bagi warga calon penerima dana perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Salah seorang calon penerima bantuan RTLH warga RW 06, Sri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":142,"featured_media":36925,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true},"categories":[2312],"tags":[389,1862,1064],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/dana-rtlh-dipersulit-bogor.jpg?fit=1025%2C591&ssl=1","jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/anggota-dprd-berang-dengar-warga-dipersulit-dana-rtlh-nya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Anggota DPRD Berang Dengar Warga Dipersulit Dana RTLH nya - BUANAJABAR.CO.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR &#8211; Warga Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, mengontrog Kantor Kelurahan, Selasa 27 Februari 2018. Mereka protes dan mengeluhkan kinerja Lurah Kebon Kalapa Nana Sumarna yang dinilai mempersulit izin domisili bagi warga calon penerima dana perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Salah seorang calon penerima bantuan RTLH warga RW 06, Sri [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/anggota-dprd-berang-dengar-warga-dipersulit-dana-rtlh-nya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BUANAJABAR.CO.ID\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-02-27T09:57:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/dana-rtlh-dipersulit-bogor.jpg?fit=1025%2C591&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1025\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"591\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/\",\"name\":\"BUANAJABAR.CO.ID\",\"description\":\"HOAK ITU BUKAN KITA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/anggota-dprd-berang-dengar-warga-dipersulit-dana-rtlh-nya\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/i1.wp.com\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/dana-rtlh-dipersulit-bogor.jpg?fit=1025%2C591&ssl=1\",\"width\":1025,\"height\":591,\"caption\":\"Warga saat mendangi Kantor Kelurahan Kebon Kalapa untuk membuat izin domisili sebagai syarat pencairan dana RTLH.\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/anggota-dprd-berang-dengar-warga-dipersulit-dana-rtlh-nya\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/anggota-dprd-berang-dengar-warga-dipersulit-dana-rtlh-nya\/\",\"name\":\"Anggota DPRD Berang Dengar Warga Dipersulit Dana RTLH nya - BUANAJABAR.CO.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/anggota-dprd-berang-dengar-warga-dipersulit-dana-rtlh-nya\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2018-02-27T09:57:58+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-27T09:57:58+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#\/schema\/person\/5d8e2450113cf203995b8603abc4cbbf\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/anggota-dprd-berang-dengar-warga-dipersulit-dana-rtlh-nya\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/#\/schema\/person\/5d8e2450113cf203995b8603abc4cbbf\",\"name\":\"Acep Mulyana\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36924"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/142"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36924"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36924\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36926,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36924\/revisions\/36926"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36925"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36924"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36924"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buanaindonesia.co.id\/jabar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36924"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}